Selasa, 01 November 2016

Teladan Hidup Orang Percaya

2 Timotius 3:1-9
3:2 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar . 3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 3:3 tidak tahu mengasihi , tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, 3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu,  lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. 3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka , tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! 3:6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, 3:7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.3:8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa,  demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok  dan iman mereka tidak tahan uji. 3:9 Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang. 

Judul yang diberikan Lembaga Alkitab Indonesia untuk perikop ini adalah "Keadaan Manusia pada Akhir Zaman" dimana isinya adalah peringatan Paulus tentang kehidupan orang-orang yang semakin buruk menjelang hari-hari terakhir. Kehidupan orang yang mencintai diri sendiri, hamba uang, pemfitnah, penghianat, menjadi gambaran Paulus tentang sikap yang dimiliki orang-orang. Namun satu pesan Paulus terdapat di dalam ayat yang ke lima adalah "Jauhilah mereka itu!". Paulus ingin memberikan pesan kepada Timotius yang melayani jemaat di Efesus untuk membawa jemaatnya tidak ikut-ikutan dengan kehidupan orang-orang yang semakin buruk itu.

Kehidupan orang-orang percaya tidak lepas daripada kesulitan dan tantangan hidup. Setiap hari kita diperhadapakan dengan berbagai kesulitan, permasalahan baik dalam pekerjaan, studi, pelayanan maupun kehidupan bergereja. Hidup yang telah diselamatkan oleh Kristus bukan berarti bebas dari segala kesulitan yang ada. Tetapi melalui 2 Timotius 3 :1-9 ini kita belajar bagaimana kehidupan orang-orang percaya harus berbeda. Supaya kehidupan kita bisa menjadi saksi bagi mereka yang belum percaya dan nama Tuhan boleh semakin dipermuliakan. Kiranya renungan ini boleh membawa kita untuk senantiasa menjaga kehidupan kita berkenan kepada Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget