Senin, 24 Desember 2012


Natal tahun ini benar-benar berbeda dengan natal-natal yang selama ini saya lalui. Banyak hal ataupun kejadian-kejadian yang saya alami pertama kali terjadi. Untuk pertama kalinya saya merayakan Natal dengan menjabat sebagai Ketua Panitia Natal. Untuk pertama kalinya juga, saya merayakan Natal dengan kondisi sahabat saya berada di dalam penjara. Untuk pertama kalinya juga, kami semua melakukan aksi sosial Natal mengunjungi sebuah yayasan di daerah Surabaya yang menampung anak-anak yang lahir diluar nikah.

Ya, Natal kali ini saya ditunjuk sebagai Ketua Panitia Natal, cukup mengagetkan karena saya termasuk jemaaat yang baru bergabung di Gereja ini. Segala persiapan selama hampir empat bulan bersama para panita dan puji Tuhan semuanya berjalan lancar, dan sebentar lagi kami akan bersama-sama merayakan Natal.

Tepatnya kemarin, kami para panitian bersama Hamba Tuhan melakukan Christmas Carol yang lain dari biasanya. Kami biasanya hanya melakukan Christmas Carol ke jemaat-jemaat di Gereja kami. Kali ini kami melakukannya untuk mereka yang kurang beruntung. Mereka yang mengalami kelahiran yang tidak diinginkan, mengalami kehamilan di luar nikah. Memang terdengar agak aneh bagi saya ketika kami berencana berkunjung ke sana, karena mereka bisa mengalami kehamilan diluar nikah pasti ada beberapa diantara mereka disebabkan karena kesalahan mereka sendiri. Meskipun tidak menutup kemungkinan ada yang mengalami pelecehan seksual sehingga mereka mengalaminya juga. Tetapi ketika saya, dan ketika ada satu sesi dimana kita saling sharing. Saya merasakan bahwa mereka juga perlu penghiburan dan kekuatan dari kita. Karena Tuhan memandang sama kita, dan tidak membeda bedakan kita. Karena Tuhan Yesus datang untuk mempersatuka kita, seperti tema Natal di gereja kami pada tahun 2012 ini yaitu Kelahiran-Nya Mempersatukan. Kiranya kelahiran Tuhan Yesus mempersatukan kita Semua. Selamat Natal.
0

Selasa, 27 November 2012


Saya terbangun pukul setengah lima pagi itu untuk mempersiapkan diri menghadapi perjalan jauh. Karena pagi itu, Kamis 15 November 2012 kami Komisi Pemuda Gloria GKT Bethelehem Lawang bersama beberapa jemaat dan Hamba Tuhan melakukan perjalanan ke Pantai Kondang Merak. Pantai yang terletak di Kabupaten Malang Selatan konon katanya memiliki Pantai yang sangat bagus dan masih bersih. Perjalanan kami dimulai pukul setengah tujuh pagi, dengan total peserta empat belas orang menggunakan dua kendaraan. 




Perjalanan kami diperkirakan memakan waktu perjalanan sekitar tiga jam perjalanan melewati Gondang Legi ke arah selatan. Perjalanan yang kami tempuh sepanjang perjalanan cukup baik. Kondisi jalan maupun tingkat kepadatan kendaraan dalam batas normal. Sehingga kami bisa menikmati perjalanan sambil melihat pemadangan dengan nyaman. 

 












Setelah hampir dua jam perjalan kami tiba di perhentian pertama untuk membagikan konsumsi pagi itu. Kami mampir di Stasiun pengisian bahan bakar yang masih berjarak sekitar setengah jam lagi dari pintu masuk ke Pantai Kondang Merak. Selama di sana kami juga memanfaatkan kesempatan untuk merengangkan tubuh sejak, sebelum kami melanjutkan perjalanan kami. Perjalanan kembali dilanjutkan setelah kami selesai dengan beberapa keperluan kami. Kami sudah tidak sabar lagi untuk segera tiba dan menikmati pemandangan pantai yang jarang sekali kami liat di tempat tinggal kami Lawang. Perjalanan selanjutnya tidak senikmat di awal, karena kami sudah dihadang oleh jalan yang berkelok dan menanjak. Kondisi jalan pun tidak 100% baik, dan ditambah dengan ruas jalan yang sempit. Kendaraan harus memacu kendaraannya lebih hati-hati dan lebih lambat. Kami akhirnya tiba di pintu masuk menuju pantai Kondang Merak. 

Jangan takut keliru bagi teman-teman yang akan kesana. Karena terpampang tulisan yang cukup besar yang menunjukkan kalau jalan itu menuju ke Pantai Kondang Merak. Masih ada kira-kira satu jam lagi agar kita sampai di pantai yang kami tuju. Tapi jangan senang dulu, karena jalanan yang kami tempuh ini benar-benar membuat kami tidak bisa duduk nyaman di dalam kendaraan. Ya, kondisi jalanan yang berbatu dan berkelok-kelok serta menanjak mengahadang kami di depan. Waktu satu jam yang kami butuhkan itu sebenarnya bisa dipersingkat andaikata ada pengelola yang mau membenahi akses menuju pantai ini. 


Perjalan yang melelahkan kami akhirnya terbayar lunas begitu tiba di lokasi. Pemandangan pantai yang jarang sekali kami temui di tempat tinggal kami. Kalau sehari-hari kami hanya melihat hamparan gunung yang mengelilingi kota Lawang, kali ini pantai dengan karang nya cukup banyak mengelilingi kami. Karena kegiatan ini bersifat unofficial, kami bebas melakukan aktivitas apapun. Mulai dari berenang, jalan-jalan menyusuri pantai, mencari ikan diantara terumbu karang, bermain pasir, sampai berjemur ria hingga kulit ini memerah. Di sini kami juga menemui sebuah gedung yang biasa digunakan untuk kebaktian beberapa gereja di daerah tersebut. Tempat ini bisa menjadi persinggahan kami jika suatu saat nanti komisi pemuda ataupun komisi lain di gereja kami mau menyelenggarakan kegiatan di lokasi ini. Sang pemilik dengan senang hati untuk meminjamkan nya kepada gereja mana saja yang mau menggunkannya. Hal ini tentunya menjadi masukan bagi kami yang sebentar lagi akan menyusun program untuk tahun 2013. Setelah selesai dengan semua kegiatan kami, dan semua dari kami tampaknya sudah kelelahan dan terbakat kulitnya. 

Kami mengakhiri lawatan kami di Pantai Kondang Merak ini sebelum matahari terbenam. Beberapa diantara kami sebenarnya ingin melihat pemandangan sunset di pantai ini, tetapi mengingat jauhnya perjalanan yang masih kami tempuh untuk kembali ke Kota Lawang kamipun untuk segera pulang. Semua dari kami merasa puas dengan kegiatan pada hari ini, dan kami semua berterima kasih untuk semua yang mendukung acara ini. Berterima kasih kepada Tuhan yang menyertai perjalanan kami dan memberikan kesempatan kepada kami untuk melihat salah satu ciptaannya yang begitu indah. Semoga kami bukan hanya menikmatinya, tetapi juga turun menjaga dan melestarikan cipataan Tuhan yang indah ini.
0

Minggu, 21 Oktober 2012

Seperti saya sudah mulai gerah dengan kebiasaan saya belakangan ini yang selalu bangun kesiangan. Padahal kalau dilihat, waktu malam saya juga tidak tidur larut-larut amat. Hanya karena perasaan ingin tidur lebih lama lagi membuat saya selalu bangun kesiangan akhir akhir ini. Hal inilah yang membuat banyak pekerjaan saya tertunda. Pagi hari ini saya berusaha dengan sekuat tenaga untuk bangun, walaupun rasanya mata ini masih berat. Apalagi cuaca pagi hari di Lawang sangat nyaman untuk kembali melanjutkan tidur. Saya langsung bergegas untuk menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang selama ini tertunda. Selain itu saya juga membaca renungan harian yang selama ini jarang saya lakukan lagi. Firman Tuhan yang dibahas hari ini mengajarkan tentang hal bersyukur. Menyadari segala berkat-berkat Allah sekitar kita, dan menanggapinya dengan mengucap syukur. Apakah kita sudah mengucap syukur hari ini? Apakah kesibukan pagi hari di hari senin seperti ini membuat kita melupakan berkat Tuhan ? Berbagai permasalahan ditoko ataupun dalam pekerjaan seringkali membuat saya lupa untuk bersyukur. Dengan menyadari berkat-berkat Tuhan apapun itu, membuat saya untuk selalu mengucap syukur. Contohnya untuk kesempatan menulis postingan di Blog saya pagi ini. "Terima Kasih, Tuhan."
0

Selasa, 25 September 2012

Saya gembira sekali ketika kembali ke Kota Lampung. Namun, ketika ditanya oleh orang-orang Lampung tujuan saya ke sini saya sedikit kesulitan menjawabnya. Antara liburan dan panggilan kerja. Tapi pastinya, saya bisa datang ke Lampung karena diminta bantuan oleh tante saya untuk membantu di tokonya sementara Ia pergi ke acara retreat di Malang. Seperti pertukaran pelajar antara kota mungkin untuk menyederhanakan hal ini. Selama saya di Lampung dan sudah hampir lima hari ditinggal. Saya bersama anaknya tante saya bahu membahu mengantikan segala tugas-tugas yang dilakukan tante saya. Ternyata tidak mudah pemirsa ! Banyak kegiatan yang mungkin selama ada tante saya berjalan lancar dan begitu sederhana. Tetapi begitu ditinggal, segala kegiatan yang dilakukan olehnya terlihat begitu banyak. Mulai dari bangun pagi, membereskan tempat sampah sisa kemarin, membereskan cucian piring, menyiapkan makanan untuk anjing peliharaan, mencuci pakaian (dengan mesin cuci maksudnya), dan mempersiapkan diri ke toko. Semuanya itu dilakukan hanya seorang diri. Belum lagi berbagai kesibukan di toko yang harus dihadapi setiap harinya. Sepulang dari toko pun, masih banyak kerjaan rumah tangga menanti seperti membereskan kandang anjing, menyiram tanaman, dan menyiapkan makan malam. Begitu banyaknya sampai-sampai pada hari ke empat anak dari tante terserang flu. Mungkin hal itu terjadi karena kombisa kerjaan yang banyak dan tekanan yang tinggi di toko. Memang kalau kita mengkritik pekerjaan orang lain memang gampang. Tetapi ketika kita yang masuk sendiri untuk melakukannya belum tentu kita sanggup melakukannya. Untuk itu kita harus saling mengerti dan menghargai setiap pekerjaan yang dilakukan orang lain.
0

Minggu, 16 September 2012

Tidak terasa sudah dua tahun saya meninggalkan kota Lampung. Sekarang saya bisa kembali lagi ke kota ini sungguh-sungguh pengalaman yang luar biasa. Banyak perubahan yang terjadi, kota berkembang dengan sangat pesat selama dua tahun belakangan ini. Pembangunan besar-besaran terjadi di mana-mana. Saya juga mendapat kesempatan bisa kembali beribadah di Komisi Pemuda Tritunggal. Bertemu teman-teman lama dan berkenalan dengan beberapa teman baru. Meskipun saya sedikit kecewa karena jumlah anggotanya menurun drastis. Tapi saya percaya pasti Tuhan selalu memelihara Komisi Pemuda ini. Saya juga mendapat kesempatan kembali berkumpul bersama teman-teman basket saya dulu. Saya senang karena meraka tidak melupakan saya :). Bermain beberapa game cukup untuk mengobati kerinduan kami baermain bersama-sama kembali. Well, masih ada beberapa hari lagi sebelum saya kembali ke Lawang untuk kemabli kepada rutinitas saya, semoga saya bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
0

Minggu, 01 Juli 2012

Make History Together itulah slogan yang dikumandangkan selama perhelatan Euro 2012 di Polandia dan Ukraina. Tidak salah memang, karena banyak catatan sejarah tercipta selama pagelaran ini berlangsung. Salah satunya adalah prestasi Spanyol sebagai tim pertama yang memenangi gelar Piala Eropa secara berturut turut. Sungguh prestasi yang sulit disamai oleh tim manapun. Apalagi salah satu pemainnya Fernand Torres menjadi pemain pertama yang mencetak gol di dual final Piala Eropa. Satu gol Ia ciptakan di final pada tahun 2008, dan satu gol lagi tercipta saat menghantarkan timnya menjadi juara Piala Eropa 2012 dengna mengalahkan Italy dengan skor 4-0. Selamat untuk Spanyol !
0

Selasa, 19 Juni 2012

Perhelatan Euro 2012 sudah menyelesaikan babak penyisihan grup. Delapan tim yang menempati juara dan runner up grup berhak maju ke babak selanjutnya dimana mereka akan saling "bunuh" di fase knock out. Rep.Ceko dan Yunani mewakili Grup A untuk maju ke babak selanjutnya. Mereka memyisihkan Rusia dan tuan rumah Polandia yang harus puas di posisi tiga dan empat. Tidak lolosnya Rusia merupakan kejutan terbesar di Grup A. Padahal di pertandingan pertama mereka melumat Rep.Ceko dengan skor meyakinkan 4-1. Tetapi performa mereka menurun dan puncaknya ketika di pertandingan terakhir harus takluk dari Yunani 1-0 dan menyerahkan tiket kefase knock out kepada mereka. Di Grup B ada Jerman dan Portugal yang berhasil lolos dari grup neraka ini. Finalis Piala Dunia 2010 Belanda berada di posisi buncit tanpa kemenangan sekalipun. Juara bertahan Spanyol masih menunjukkan kekuatannya demgan lolos sebagai juara grup didampingi oleh Italy. Meraka menyingkirkan tim kuda hitam Kroasia, dan Rep. Irlandia. Sementara di Grup D yang baru selesai tadi pagi, meloloskan Inggris dan Perancis. Inggris yang diragukan banyak pihak malah justru menjadi juara grup setelah pada pertandingan terakhir menaklukkan tuan rumah Ukraina 1-0. Pertandingan lebih seru akan tersaji oleh kedelapan tim ini. Tim yang lebih siap akan melaju terus menuju puncak juara. Apakah Spanyol sebagai juara bertahan akan mampu mempertahankan gelarnya? kita tunggu saja.
0

Minggu, 03 Juni 2012

Waktu saat teduh pagi hari merupakan waktu yang penting bagi saya. Karena dengan saat teduh membuat saya dapat mempersiapkan hari dengan baik. dengan saat teduh saya bisa bangun pagi dan mempersiapkan banyak hal dengan lebih baik. Kebetulan ketika saya bersaT teduh pagi ini saya menemukan artikel yang memberikan tips menjalani saat teduh. Dengan moto Datang DEKAT Tuhan, mereka memberikan pedoman untuk menjalani saat teduh. Berikut isi dari artikel tersebut : Waktu teduh yang sehat merupakan waktu perjumpaan pribadi kita dengan Pribadi Tuhan, bukan sekadar waktu untuk membaca beberapa ayat dan sebuah artikel renungan. Jadikan Renungan Harian ® sebagai sahabat pendamping yang menemani, bukan menggantikan waktu teduh Anda. Datang Siapkan diri dan mintalah pimpinan Roh Kudus. De ngarkan Tuhan Dengarkan Tuhan melalui pembacaan berulang-ulang pada bagian Alkitab yang ditentukan. Khususkan 1 bagian Pilih satu bagian dari bacaan sebagai fokus dan renungkan di hadapan Tuhan. A mbil Hikmat dari Sahabat Baca perenungan yang ada di Renungan Harian ®, atau dengarkan perenungan rekan yang melewatkan waktu teduh bersama Anda. T anggapi Tanggapi Tuhan dalam doa, rencanakan tindakan penerapan. Tuhan Tuhan adalah pusat waktu teduh Anda Terima kasih kepada www.renunganharian.net yang telah menulis artikel ini, kiranya bermanfaat bagi kita semua. Tuhan Yesus Memberkati.
0

Senin, 21 Mei 2012


Saya bangun lebih pagi dari teman-teman lain, karena alarm di hanphone teman saya berbunyi. Selain itu mungkin karena kebiasaan selalu bangun kisaran jam segitu, sehingga saya tidak bisa berlama lama tidur lagi. Saya langsung menggunakan smartphone saya untuk menulis catatan perjalanan yang kelak akan saya posting di blog ini. Sambil menulis saya memperhatikan teman-teman saya yang tertidur. Saya merasa kalau mereka benar-benar puas dengan satu hari yang baru saja mereka lalui di kota Yogyakarta ini.

Tepat pukul tujuh, saya keluar untuk membuat secangkir kopi dan sarapan. Saya berharap bisa siap-siap lebih dahulu mengingat jumlah kamar mandi yang disediakan di penginapan cuma dua saja. Sambil sarapan, saya melihat beberapa teman saya sudah mulai bangun,  mereka semua menceritakan apa yang mereka alami semalam. Karena, saya tidur lebih awal. Jadinya saya tidak begitu tahu aktifitas mereka di larut malam.

Matahari pagi semakin meninggi dan membuat udara menjadi semakin panas, membuat saya benar-benar rindu udara kota Lawang ketika merasakan panasnya kota Jogja ini. Kami semua bersiap-siap dan dijadwalkan untuk selesai berbenah dan check out pk 09.00 WIB.  Tujuan wisata kita yang terakhir ini adalah Candi Prambanan. Candi yang terletak tidak begitu jauh dari pusat kota ini menjadi alternatif mengingat letak dari objek wisata terkenal di Yogyakarta yaitu Candi Borobudur sanfat jauh.

Setelah berpamitan dan menyelesaikan administrasi di penginapan, kami bergegas melanjutkan perjalanan kami. Sebelum itu kami bersama-sama berdoa mengucap syukur untuk penyertaan Tuhan dalam perjalan kami kemarin, dan menyerahkan untuk kegiatan kami selanjutnya serta perjalanan pulang ke dalam tangan-Nya.

Perjalan ke Candi Prambanan cuma memkan waktu sekitar 30 menit. Kami semua tiba di komplek candi tersebut pk. 10.30 WIB dan melihat sudah banyak pengunjung yang berdatangan. Sesampainya di sana, kami cukup terkejut dengan teriknya matahari pada saat itu. Ditambah dengan harga tiket masuk yang diluar perkiraan kami. Setelah berembuk dan mengumpulkan dana (karena kami tidak membawa uang tunai sebanyak itu) saya lalu membeli tiket masuk dan masuk ke kompleks wisata candi yang terkenal hinggal mancanegara tersebut.

Kekagetan saya bertambah setelah melihat Candi Prambanan dari kejauhan. Saya benar-benar tidak menyangka kalau candi tersebut besar sekali. Seperti melihat gedung bertingkat dengan 20 lantai atau lebih. Apalagi terdapat beberapa candi yang seperti itu. Wow, luar biasa objek wisata yang satu ini. Ternyata di Indonesia kita mempunyai objek wisata yang patut kita banggakan.  Kami lalu berjalan menyusuri jalan setapak menuju ke kumpulan candi tersebut. Sambil mengabadikan gambar-gambar yang ada. Banyak terdapat wisatawan asing yang berkunjung ke tempat ini, selain wisatawan lokal yang tidak kalah banyaknya. Meskipun panas, kami tetap tidak menyianyiakan kesempatan kami untuk lebih dekat dengan setiap candi yang ada.

Selain candi yang ada, di kompleks tersebut terdapat pula museum yang berisi tentang benda-benda pada zaman dahulu dan sejarah cabndi prambanan. Kami tidak sempat mengelilingi semua area, mengingat sudah mendekati jam makan siang, ditambah kondisi udara yang sangat panas menyengat. Kami akhirnya mengakhiri perjalan kami di candi prambanan dengan berkumpul di area makan yang ada di pintu keluar.

Kami semua melepas lelah di area makan tersebut dengan menikmati makana di sana, benar-benar kami merasa kelelahan karena panasnya cuaca di sana. Minuman dingin menjadi cara untuk menghilangkannya.

Kami bertolak dari tujuan wisata terkahir kami setelah puas makan dan sedikit berbelanja oleh-oleh khas Jogja yang dijual di sana. Kami tidak laangsung pulang, karena salah satu teman kami harus kembali ke Jakarta dengan bis. Jadi kami harus mengantarnya ke tempat pemberhentian bis sekalian membeli tiketnya di sana.

Lama kami harus menunggu untuk mendapatkan tiket. Kami akhirnya berhasil "melepas" teman kami untuk kembali ke Jakarta di mana Ia bekerja. Kami lalu melanjutkan perjalanan kami langsung menuju Kota Lawang Jawa Timur. Perjalanan kami diperkirakan akan menempuh waktu sekitar 10 jam. Sebuah perjalanan yang sangat lama. Tetapi semuanya itu terbayar dengan pengalaman yang kami alami selama dua setengah hari di Kota Yogyakarta ini. Bersyukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya selama perjalanan kami ini. Kami berharap dapat menyelenggarakan kegiatan ini kembali di lain waktu
0


Syukur kepada Tuhan yang sebesar-besarnya karena atas kasih dan penyertaan-Nya kami dapat melaksanankan kegiatan Tour de Jogja ini. Pada waktu pertama kali direncanakan, saya bersama teman-teman pengurus Komisi Pemuda berharap kegiatan ini menjadi ajang kegiatan para pemuda di gereja kami untuk bersama jalan-jalan dan menikmati kota Jogjakarta. Itu sebabnya sejak awal tahun kami sudah mempromosikannya, agar teman-teman semua dpat menikmatinya. Namun, berbagai kendala mengiringi langkah persiapan kami dalam menyelenggarkan kegiatan ini. Mulai masalah jadwal yang kurang tepat, kesangsian beberapan orang akan keseriusan acara ini, dan biaya yang dianggap terlalu besar. Meskipun begitu kami, didukung oleh pembina kami tetap terus jalan dan yakin Tuhan menyertai kegiatan kami ini.

Akhirnya pada hari "H" nya tanggal 17 Mei 2012 kami benar-benar menyelenggarakan kegiatan Tour de Jogja. Meskipun dengan peserta yang di mix karena peminat dari remaja dan pemuda sedikit. Peserta kami pada kegiatan kali ini benar-benar hampir lengkap, mulai dari perwakilan Remaja, Pemuda, sekolah minggu, Majelis, mahasiswa praktek, dan gembala sidang. Hanya kurang perwakilan dari wanita dan lansia saja.

Kami memulai perjalanan kami pk 20.00 WIB. Kami semua benar-benar terkagum akan mobil yang kami kendarai semala perjalanan. Kami mendapat bantuan dari rekan gereja yang bersedia meminjamkannya kepada kami, dengan biaya yang murah. Fasilitas yang benar-benar luar biasa bagi kami, menambah semangat perjalanan kami. Kami berdoa kepada Tuhan menyerahkan seluruh perjalanan kami sebelum kami mulai bernagkat menuju Jogja.

Selama perjalanan, tentu yang paling memiliki energi banyak adalah para anak-anak, meskipun mereka cuma bertiga tetapi keriuhannya mengalahkan kami semua yang sudah dewasa. Perjalan kami untuk sampai ke Jogja kira-kira membutuhkan waktu 8 jam, dan perhetian. Pertama kali kami adalah di pantai Parangtritis.


Pantai dengar hamparan pasir hitam dan ombak laut selatan akhirnya kami jumpai tepat pada pk. 06.00 WIB. Benar-benar luar biasa, bagi saya pribadi ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di pantai sejak tahun 2009. Benar-benar senang luar biasa, karena kami akhirnya benar-benar bisa tiba di daerah ini. Pantai parangtritis memang tidak seperti kebanyakan pantai yang bisa dinikmati dengan berenang dan bersenang-senang di pantai. Mengingat pantainya yang termasuk pantai laut selatan yang memiliki ombak yang besar. Tetapi hamparan pasir yang luas dan adanya kolam air panas membuat kami bisa menikmatinya dengan cara menyewa kendaraan ATP dan mandi air hangat yang bersumber dari gunung berapi.

Kami mengakhiri kesenangan kami di pantai Parangtritis dengan sarapan di kedai yang terletak di pinggir pantai, sekalian membersihkan diri dan mandi pagi. Kami semua benar-benar terkesan dengan keindahan pantai ini, dan juga membicarakan tujuan wisata kita selanjutnya yaitu pusat kota Jogja.

Sesampainya di Kota Jogjakarta, rencana kami sedikit berubah. Kami lebih memilih untuk check in terlebih dahulu, lalu menjemput teman kami yang bergabung dari Jakarta. Kegembiraan kami bertambah setelah melihat penginapan kami, penginapan murah tetapi dengan kualitas yang mewah dan baru. Anak-anak begitu gembira luar biasa, karena luasnya tempat penginapan kami, sehingga mereka bebas bermain-main.

Kami memulai petualangan kami di kota Jogja dengan berangkat ke pusatnya kota Jogja yaitu Jl.Malioboro. Disana kami menjemput teman kami yang datang dari jakarta, Ketua pemuda kita, yang kerja di jakarta dan menyempatkan diri untuk ikut dalam tour de Jogja ini. Kunjungan pertama kami adalah Benteng Vredenburg. Benteng yang berisi diorama tentang sejarah kota Jogja. Meskipun tampak dari luar kuno, namun fasilitas didalamnya benar-benar modern, seperti adanya pendingin ruangan, panel LCD layar sentuh yang berisi informasi sejarah. Dilanjutkan dengan makan siang di jalan yang sangat terkenal di Jogjakarta ini. Kami semua sepakat untuk mencari makanan sesuai selera kami masing-masing. Saya memilih untuk mencoba makanan khas di sini yaitu Gudeg. Ternyata saya ketagihan dengan rasanya, meskipun harganya cukup mahal. Namun karena ini liburan, jadinya tidak terlalu dipusingkan.

Wisata kami kembali kami lanjutkan setelah kami beristirahat di penginapan terlebih dahulu. Kami melajutkan wisata kami di Jalan Malioboro pada waktu malam. Kali ini tujuan wisata kami adalah wisata belanja. Kami berpisah untuk "mengejar" buruan kami masing-masing. Itu dilakukan agak kami bisa dengan leluasa dan puas berkeliling di sana. Benar-benar butuh fisik yang prima untuk mengelilingi daerah tersebut. Saya juga bersama adik dan teman saya sempat mencoba sensasi naik becak untuk diajak berkeliling ke pusat oleh-oleh dan kaos. Meskipun hanya memasang tarif lima ribu rupiah. Saya benar-benar tidak tega hanya membayar segitu, mengingat kami bertiga dan jarak yang ditempuh cukup jauh. Saya juga kagum dengan kerukunan antar tukang becak di daerah tersebut. Mereka sangat kompat dan tidak sunggkan untuk saling membantu. Mereka juga saling menyapa ketika bertemu. Tidak ada yang saling berebut penumpang seperti yang saya jumpai di daerah lain.

Puas berbelanja, kami mengakhiri dengan berkumpul di depan Mall Malioboro. Raut senang, dan capek terpancar dari para peserta. Bawaan yang banyak sudah pasti, bahkan ada yang merasa kurang dengan hasil belanjaannya. Kami lalu mengakhiri malam pertama dan terkahir kami di Jogja ini dengan pulang ke hotel untuk beristirahat.

0

Minggu, 13 Mei 2012

Selamat buat Manchester City yang menjadi juara Premier League musim 2011-2012. Pennetuan juara yang harus dilakukan sampai pertandingan yang terakhir memang menjadi tontonan yang menarik bagi saya. Secara pribadi saya menjagokan rivalnya yang juga tim favorit saya sejak kecil Manchester United. Tetapi apa mau dikata, hasil akhir menunjukkan kalau City yang menjadi juara.

Saya sempat gembira ketika QPR yang menjadi lawan City di laga pamungkas membalikkan keunggulan menjadi 2-1. Namun dengan materi pemain yang berlimpah, skill yang mumpuni, dan jumlah pemain yang lebih banyak (Karena QPR harus bermain dengan 10 orang pemain, setelah Joe Barton dikartumerah) berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2.

Sekali lagi selamat buat Manchester City !!
0

Senin, 16 April 2012


Mulai senin kemarin, anak-anak Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas 3 menghadapi ujian terakhir mereka yang sangat menentukan dan paling mereka takutkan. Ujian akhir nasional yang menentukan mereka berhak lulus ke jenjang selanjutnya atau tidak. Selama empat hari kedepan nasib mereka selama tiga tahun belajar si SMA dipertaruhkan.

Selama ujian akhir ini pula, anak-anak kelas 1 dan 2 menjalani masa "belajar di rumah" alias liburan, termasuk adik saya. Saya berinisiatif mengajaknya pergi untuk sekedar melepaskan kejenuhan dan mencari suasana baru. Salah satu kegiatan saya adalah menonton di bioskop. Apalagi sedang hari senin, yang setahu saya adalah waktunya nonton hemat.

Setiba di tempat tujuan saya langsung melihat jadwal film yang sedang diputar. Ada dua film yang menjadi incaran saya, dan kebetulan memliki genre sama yaitu action. Akhirnya pilihan saya jatuh pada film yang diadaptasi dari game berjudul sama yaitu Battleship. Film yang menceritakan tentang Armada Angkatan Laut internasional yang menjadi basis pertahanan terakhir ketika spesies asing yang disebut The Regents mencoba menyerang Bumi.

Terperangkap di tengah serangan mahkluk asing, Letnan Alex Hopper (Taylor Kitsch) harus bekerjasama dengan saudaranya, Stone (Alexander Skarsgard) dan ayah tunangannya, Laksamana Shane (Liam Neeson), untuk membantu tim mengusir para penyerbu sebelum terlambat.

Meskipun memliki jalan cerita yang klasik yang menceritakan tentang peperangan antara manusia dengan alien seperti Independen Day atau sejenisnya. Namun film ini menurut saya layak untuk ditonton. Dengan teknologi yang lebih canggih dan efek-efek yang memukau, apalagi peperangannya banyak terjadi di laut (Judulnya aja udah Battleship....???!!!), selain itu tampilnya penyanyi wanita Rihanna semakin menambah warna dalam film ini, dimana Ia bermain dengan baik dalam film ini.

Meskipun agak kecewa karena harus bayar lebih mahal dari biasanya, namun saya puas dengan suguhan tontonan yang diberikan. Tampaknya ini menjadi liburan yang menyenangkan untuk adik saya.
0

Rabu, 28 Maret 2012


Dua hari belakangan ini, langit mendadak begitu cerahnya. Benar-benar bersih dari berbagai awan yang biasanya selalu menghiasi langit. Seperti ada yang menghapus seluruh awan-awan di langit, dan menjadikan langit menjadi biru cerah. Benar-benar luar biasa, saya benar-benar menikmati hari-hari tersebut. Meskipun orang-orang banyak yang berkomentar tentang panasnya hari itu, tetapi saya benar-benar menikmatinya. Rasanya apapun yang melintas di langit pada saat itu, kita dapat melihatnya. Tidak ada yang bisa ditutup-tutupi. Saya sampai menyempatkan diri untuk mengabadikan momen tersebut.
1

Rabu, 07 Maret 2012




















Segala sesuatu bila diawali dengan baik tentu hasilnya akan baik pula. Sama dengan hari yang kita jalani dapat berjalan dengan baik bila diawali dengan baik pula. Akhir-akhir ini saya punya kebiasaan untuk "rajin" datang doa pagi. Awalnya karena saya dapat tugas memimpin kebaktian doa pagi. Ternyata dari kewajiban tersebut membuat saya dapat merasakan manfaatnya. Manfaatnya adalah, pertama saya terbiasa untuk bangun pagi lagi. Sejak lulus dari SMA, bangun pagi (diatas jam 6 pagi) merupakan suatu hal yang langka. Dengan adanya doa pagi yang dimulai setengah enam pagi membuat saya bisa bangun pagi minimal dua kali dalam seminggu. Kedua, persiapan mantap. Maksudnya, dengan bangun pagi dan pergi doa pagi saya dapat memulai hari dengan berdoa kepada Tuhan. Sehingga saya lebih siap menghadapi hari yang akan saya lalui dengan baik. Meskipun berbagai macam hal menghadang. Ketiga, banyak hal yang bisa dikerjakan. Setelah doa pagi saya seperti mendapat suatu energi untuk mengerjakan pekerjaan lain di pagi hari dengan lebih baik, contohnya saya beberapa kali datang doa pagi dengan berjalan kaki, dengan begitu saya bisa datang doa pagi sekaligus berolahraga. Sehabis doa pagi saya juga sering menyalurkan hobi saya melukis. Karena waktu yang tersisa sebelum saya berangkat kerja masih panjang.

Memang saya belum sepenuhnya rajin untuk datang doa pagi, tetapi minimal dari manfaat-manfaat yang saya peroleh membuat doa pagi menjadi kebiasaan dalam hidup saya. Apalagi bisa saya lakukan setiap hari, sehingga saya lebih menghargai setiap hari yang Tuhan berikan, dan menjalaninya dengan selalu berharapa pada Nya.
0

Rabu, 29 Februari 2012





















T
idak terasa hari ini kita sudah memasuki bulan ketiga di tahun 2012. Setiap memasuki awal bulan, saya selalu melihat kembali kebelakang apa saja yang telah saya lewati selama sebulan kemarin. Banyak hal yang harus disyukuri baik itu "cuaca carah" maupun "
​​hujan". Selalu ada penyertaan Tuhan yang tidak pernah lepas dari kehidupan kita. Hal ini sangat berguna ketika kita akan mengarungi hari-hari kedepan dengan lebih baik. Karena saya percaya Dia selalu ada dan takkan pernah meninggalkan kita. Welcome March!!!
0

Senin, 13 Februari 2012

Di setiap perayaan ulang tahun yang saya rayakan setiap tahun. Saya tidak pernah mengharapkan mendapat banyak hadiah ulang tahun. Entah mengapa, sejak dari dulu saya hanya senang jikalau orang-orang memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada saya. Tapi saya juga tidak menutup kemungkinan untuk menerima hadiah.

Sepertinya untuk ulang tahun kali ini, saya benar-benar mendapat kejutan dari banyaknya hadiah yang saya terima. Berawal dari hadiah "kepagian" dari teman saya. Dia memberikannya tiga hari sebelum saya ulang tahun. Ini menjadi kejutan awal yang bagus.

Pada waktu tepat hari ulang tahun saya, saya mendapat hadiah dari nenek saya. Saya tidak menyangka bisa mendapatkannya dari beliau, karena tidak biasanya saya diberi hadiah dari anggota keluarga. Kalau untuk urusan memberikan hadiah kepada anggota keluarga, saya lebih sering. Kejutan berlanjut keesokan harinya, saat adik saya berlibur. Maklum selama ini dia menempuh studi musik gerejawi di sebuah sekolah tinggi dan harus tinggal di asrama. Adik saya memberikan jam tangan nya yang kekecilan dan tidak terpakai. Meskipun bukan barang baru tapi saya senang karena hadiah tersebut sesuai dengan kebutuhan saya yang sudah lama tidak menggunakan jam tangan karena sebuah kecelakaan.

Dua hari berselang, saya kembali mendapat hadiah dari seseorang yang spesial. Dia memang sudah ingin memberikannya pada waktu hari "H" namun karena waktunya tidak tepat maka baru diberikan dua hari kemudian. Hadiahnya pun tidak terduga, jam tangan kembali. Saya benar-benar terkejut ketidak di membuka hadiahnya di rumah. Saya tau pernah membicarakan keinginan saya untuk memiliki jam tangan baru setelah jam tangan lama saya rusak. Namun saya tidak menyangkan akan mendapakannya sungguhan. Masih belum berakhir, saya kembali mendapat hadiah kembali dari kedua adik saya, mereka sepakat untuk membelikan saya sebuah sandal. Wow, saya memang sejak awal bulan memiliki keinginan untuk ganti sandal. Ketika jalan-jalan di mall saya juga sering melihat dan membandingkan sandal mana yang cocok buat saya. Namun, saya tidak menyangka kalau kedua adik saya bisa berpikir seperti itu. Terima kasih untuk semuanya, terima kasih untuk hadiah hadiahnya dan terima kasih untuk ucapan selamat ulang tahun yang kalian berikan.
0

Kamis, 09 Februari 2012

Dalam beberapa jam lagi, data Alan bertambah umur Sari tahun LAgi. bersyukur kepada Tuhan Yesus untuk semua berkat yang diberikanNya kepada saya. untuk setiap hal, sehingga saya boleh ada sampai seperti saat ini. Saya berharap, semakin beryambahnya usia, semakin bertambahnya pula kedewasaan saya, kesetiaan saya kepada Tuhan, dan pikiran saya. Saya boleh semakin setia kepada Nya dalam setiap hal yang saya lakukan.
0

Selasa, 03 Januari 2012

Saya tidak tahu harus merasakan apa atas pengalaman yang saya alami kemarin. Yang pasti, awal tahun kemarin menjadi awal tahun yang sangat baik untuk memulai hari-hari di tahun 2012 ini.

Awalnya kami sesama pemuda di gereja kami merencanakan menghabiskan hari pertama di tahun baru fengan pergi kepantai. Segala persiapan sudah dilakukan, termasuk mempersiapkan kendaraan. Tetapi justru mendekati hari H, rencana yang sudah dibicarakan selama beberapa hari akhirnya kandas. Kami terancam tidak melakukan apa-apa di tahun baru.

Setelah selasai ibadah buka tahun pada pk. 10.00 pagi. Kami semua sudah pasrah kalau tahun baru ini akan dihabiskan dengan kegiatan masing-masing. Namun, majelis mengumumkan kalau komisi pemuda diajak pergi ke Surabaya untuk menjenguk hamba Tuhan yang melayani di gereja kami yang pagi tadi baru saja kehilangan ayahnya. Ya, ayahnya meninggal pada pk 01.10 WIB pada tanggal 1 Januari 2012. Kami semua langsung mengiyakan ajakan majelis tersebut. Hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya adalah keutungan dibalik kedukaan. Minimal saya bisa menghabiskan tahun baru dengna sedikit berbeda.

Perjalanan kami dimulai pk. 14.00 WIB perjalan dengan dua mobil yang mengakut 18 orang. Meskipun perjalanan macet, hujan, dan mobil yang kami tumpangi panas. Tidak mengurangi keceriaan kami selama perjalanan, Karena kami berangkat bertepatan dengan hari libur nasional, maka arus kendaraan cukup padat. Apalagi hujan cukup deras turun, sehingga para pengendara lebih berhati-hati lagi dalam memacu laju kendaraan mereka.

Akhiranya kami tiba di rumah pembina komisi pemuda kami menjelang sore hari sekitar pukul enam. Kami langsung disambut oleh sang empunya rumah, dan kami langsung menemui ibu dari pembina kami. Dipimpin oleh gembala sidang, dan beberapa majelis kami semua terlibat dalam obrolan mengenai keluarga mereka. Ayah pembina kami yang tadi pagi baru saja meninggal itu ternyata adalah seorang hamba Tuhan yang melayani hingga akhir hayatnya. Dari cerita yang saya dengar, Ia sudah memulai pelayanannya sejak puluhan tahun lalu dan telah merintis beberapa gereja yang saat ini sudah menjadi gereja besar. Sungguh luar biasa bisa melayani Tuhan sampai tiba saatnya Tuhan berkata "Sudah selesai." Kami menghabisakan beberapa waktu lagi untuk menyantap makanan yang disuguhkan oleh tuan rumah. Kebetulan kami datang dengna kondisi yang cukup lelah dan lapar. Sehingga makanan yang dihidangkan menjadi sangat berkesan.

Setelah selesai, kami berpamitan dengan keluarga setempat untuk kembali ke Lawang. Tetapi sebelum itu, kami mau memanjakan diri sedikit dengan berjalan-jalan di salah satu Mall besar di Surabaya yang terletak di depan perumahan pembina kami. Wah, sungguh menyenangkan bisa mendapat kesempatan seperti ini. Kami lalu menghabiskan waktu kami di Mall tersebut hingga waktu menunjukkan pk 21.00 WIB. Waktu tersebut adalah kesepakata kami agar kami tidak tiba terlalu malam, karena harus menempuh perjalanan jauh lagi ke Lawang.

Dalam perjalanan pulang tidak terlalu banyak canda dan tawa yang mengiringi, karena mungkin sudah dihabiskan waktu kami berjalan-jalan tadi. Tidak terasa kamipun akhirnya tiba di Lawang sekitar pukul sebelas malam. Semua langsung kembali ke rumah mereka masing-masing dimana masing-masing saya yakin pasti memliki kenangan sendiri akan perjalan tadi. Bagi saya, perjalanan hari itu menjadi suatu kenangan yang tidak terlupakan. Bagaimana tidak, niat hati ingin menghibur orang yang sedang berduka. Saya dan teman-teman juga mendapat bonus untuk bersuka-suka.
0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget