Sabtu, 17 Juli 2010


Mendengar kotbah yang dibawakan di Kebaktian Komisi Pemuda semalam, saya merasa ditegur untuk yang kesekian kalinya oleh Tuhan. Tema yang dikotbahkan adalah tentang arti pelayanan dimana temanya berjudul Pelayan/Pelayanan = Hamba.

Setelah mendengar kotbah semalam saya jadi berpikir lagi, benarkah pelayanan yang saya lakukan selama ini? Apakah saya melakukan dengan motivasi yang benar, yaitu sebagai wujud syukur saya kepada Tuhan, dan sudahkan saya melayani Tuhan dengan memberikan yang terbaik bagi Nya. Pada malam itu pun saya bertindak sebagai pelayan, saya bertugas membuat warta dan slide LCD. Tapi hasil yang saya lakukan masih jauh dari kata terbaik. Bahkan pengkotbah pun memprotes karena di layar LCD banyak kesalahan, sehingga menyulitkan jemaat untuk bernyanyi.

Sungguh benar-benar saya merasa bersalah sekali sekaligus sebagai teguran bagi saya. Karena menjadi pelayan Tuhan itu kita harus memiliki hal-hal penting yang harus kita perhatikan. Pertama yaitu lidah seorang murid. Maksudnya lidah seorang murid adalah lidah yang mengeluarkan kata-kata seperti yang guru kita ajarkan, ya guru kita Tuhan Yesus. Kedua adalah telingan yang selalu mendengar, agar kita selalu mau mendengar apa yang Tuhan Yesus katakan kepada kita, yang ketiga adalah selalu siap sedia dalam keadaan baik ataupun tidak baik. Memang dalam pelayanan seringkali saya pun menolak ketika pelayanan tesebut saya anggap sulit, atau tidak cocok bagi saya. Tapi dari sini saya kembali diajarkan bahwa untuk menjadi pelayan Tuhan yang baik kita harus siap sedia ketika kita diberi kesempatan. Keempat adalah siap untuk dibentuk, dan inilah yang sulit dan menyakitkan. Pengkotbah memberi contoh tentang perumpaan bejana yang dibentuk dengan cara dinjak-injak dibanting-bantik dan dipukul, lalu dibentuk sesuai keinginan pembuatnya. Namun bila tidak sesuai akan dihancurkan lagi dan dibentuk ulang, setelah jadi pun itu harus dibakar dalam panas api agar benar-benar siap menjadi bejana yang baik. Tapi dari semua itu yang perlu kita ingat adalah Tuhan akan selalu memberi kita kekuatan, memperlengkapi kita dan menuntun kita asal kita berharap pada Nya.

Melakukan pelayanan bukan hanya untuk mengisi waktu kosong kita atau hanya untuk sekedar untuk mencari koneksi. Tapi pelayanan yang kita lakukan adalah sebagai bentuk syukur kita atas anugrah Tuhan kepada kita, karena itupun orientasi kita dalam pelayanan adalah Tuhan. Untuk itulah dalam setiap pelayanan, kita harus mengingat itu, sehingga kita bisa memberikan yang terbaik bagi Tuhan
0

Minggu, 11 Juli 2010

Sudah lama tidak memposting sesuatu di blog ini. Mugkin karena kesibukan atau lagi malas tapi yang jelas sudah lam sekali rasanya tidak ada postingan ke blog ini.

Entah apa yang merasuki saya akhir-akhir ini, saya sepertinya pingin sekali punya handphone (hp) lagi. Jeelas ini bukan kebutuhan yang urgent. Tapi lebih dari sekedar keinginan karena sering melihat orang-orang memakai lebih dari satu hp. Kalo dipikir-pikir buat apa sich punya hp lagi? toh kemampuan hop baru saya ini sudah mumpuni unutk menunjang semua kegiatan mobile saya seperti sms dan telepon lalu online setiap waktu dengan koneksi yang bagus sampai menulis postingan inipun saya lakukan di hp saya.

Tapi kenapa pingin lagi? Jenis hp yang saya ingin miliki lagi memang bukan kelas high end seperti yang sedang populer sekarang tapi lebih cenderung ke ponsel multimedia. Saya kepingin sekali punya hp itu karena fitur multimedia nya terutama musik yang yahut. Barang yang saya inginkan pun bukan barang baru tapi intinya saya ingin punya hp lagi.

Memang manusia itu tidak ada pernah puasnya. Dulu ketika belum punya hp kepingin punya. Sudah punya tapi layarnya masih monokrom dan kepingin punya yang layar warna. Sudah punya layar warna pingin lagi yang bisa setel mp3 dan internetan. Sudah dapat yang begitu masih pingin lagi yang touchscreen. Touchscreen sudah punya malah pengen hapi yang intenetannya kebut dan seperti yang ngetrend sekarang yaitu keyboard qwerty. Sudah dapat semua masih pingin lagi !

Kapan sich puasnya? Inilah yang mungkin harus saya punya dan yang terpenting tentunya. Rasa puas terhadap apa yang saya miliki sekarang. Puas bersarti sama dengan bersyukur. Bersyukur untuk apa yang kita miliki sekarang. Tapi alangkah susahnya apalagi di jaman seperti sekarang, dimana semua lebi memntingkan penampilan daripada isinya. Kiranya ini juga menjadi pertinmbangan bagi saya yang lagi kepingin punya hp baru.
0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget