
Mendengar kotbah yang dibawakan di Kebaktian Komisi Pemuda semalam, saya merasa ditegur untuk yang kesekian kalinya oleh Tuhan. Tema yang dikotbahkan adalah tentang arti pelayanan dimana temanya berjudul Pelayan/Pelayanan = Hamba.
Setelah mendengar kotbah semalam saya jadi berpikir lagi, benarkah pelayanan yang saya lakukan selama ini? Apakah saya melakukan dengan motivasi yang benar, yaitu sebagai wujud syukur saya kepada Tuhan, dan sudahkan saya melayani Tuhan dengan memberikan yang terbaik bagi Nya. Pada malam itu pun saya bertindak sebagai pelayan, saya bertugas membuat warta dan slide LCD. Tapi hasil yang saya lakukan masih jauh dari kata terbaik. Bahkan pengkotbah pun memprotes karena di layar LCD banyak kesalahan, sehingga menyulitkan jemaat untuk bernyanyi.
Sungguh benar-benar saya merasa bersalah sekali sekaligus sebagai teguran bagi saya. Karena menjadi pelayan Tuhan itu kita harus memiliki hal-hal penting yang harus kita perhatikan. Pertama yaitu lidah seorang murid. Maksudnya lidah seorang murid adalah lidah yang mengeluarkan kata-kata seperti yang guru kita ajarkan, ya guru kita Tuhan Yesus. Kedua adalah telingan yang selalu mendengar, agar kita selalu mau mendengar apa yang Tuhan Yesus katakan kepada kita, yang ketiga adalah selalu siap sedia dalam keadaan baik ataupun tidak baik. Memang dalam pelayanan seringkali saya pun menolak ketika pelayanan tesebut saya anggap sulit, atau tidak cocok bagi saya. Tapi dari sini saya kembali diajarkan bahwa untuk menjadi pelayan Tuhan yang baik kita harus siap sedia ketika kita diberi kesempatan. Keempat adalah siap untuk dibentuk, dan inilah yang sulit dan menyakitkan. Pengkotbah memberi contoh tentang perumpaan bejana yang dibentuk dengan cara dinjak-injak dibanting-bantik dan dipukul, lalu dibentuk sesuai keinginan pembuatnya. Namun bila tidak sesuai akan dihancurkan lagi dan dibentuk ulang, setelah jadi pun itu harus dibakar dalam panas api agar benar-benar siap menjadi bejana yang baik. Tapi dari semua itu yang perlu kita ingat adalah Tuhan akan selalu memberi kita kekuatan, memperlengkapi kita dan menuntun kita asal kita berharap pada Nya.
Melakukan pelayanan bukan hanya untuk mengisi waktu kosong kita atau hanya untuk sekedar untuk mencari koneksi. Tapi pelayanan yang kita lakukan adalah sebagai bentuk syukur kita atas anugrah Tuhan kepada kita, karena itupun orientasi kita dalam pelayanan adalah Tuhan. Untuk itulah dalam setiap pelayanan, kita harus mengingat itu, sehingga kita bisa memberikan yang terbaik bagi Tuhan
