Kamis, 24 November 2011

Apa yang kamu rasakan jika pemberianmu kepada seseorang tidak digunakan dengan baik atau malah disia-siakan? Pastinya kamu akan sangat kecewa sekali atau bahkan marah. Begitu juga dengan Allah Bapa kita yang mengaruniakan kita berbagai macam talenta kepada kita, namun kita tidak menggunakannya itu dengan sebaik-baiknya untuk kemuliaan nama-Nya. Saya sepertinya harus lebih menyadari hal tersebut. Saya diberi "bonus" oleh Tuhan beberapa tahun terakhir ini sebuah talenta bermain musik yaitu piano. Awalnya hanya karena kondisi komisi pemuda di tempat saya waktu itu minim pemain piano, saya akhirnya memutuskan untuk belajar. Puji Tuhan saya boleh sampai di tahap seperti sekarang ini. Meskipun saya sudah tidak berada di komisi pemuda saya yang dulu lagi, dan berada di komisi pemuda yang baru dimana pemain musiknya bisa dikatakan cukup. Saya toh, tidak dapat pensiun dari belajar piano. Saya merasa di tempat saya yang baru ini kemampuan saya bermain piano tidak begitu dibutuhkan, hanya untuk pelengkap saja. Jadinya saya tidak punya hasrat lagi untuk memperdalam ilmu yang saya miliki. Namun, sepertinya saya sedang ditegur oleh sang pemilik talenta, Ia merasa saya telah menyia-nyiakan apa yang telah diberikan-Nya. Sepertinya saya sengaja diberikan keadaan-keadaan yang memaksa saya untuk mau-tidak mau tekun lagi dengan piano, seperti yang dulu saya lakukan. Saya seperti diberikan tantangan-tantangan baru yang mengharuskan saya meng-upgrade kemampuan bermain musik saya.Well, meskipun terasa berat harus berlatih lagi seperti dulu. Tampaknya Tuhan ingin saya tidak menyia-nyiakan apa yang telah diberikan-Nya.

Satu hal yang membuat saya bersemangat adalah penyertaan Tuhan yang selalu setiap saat. Saat saya melihat kebelakang apa yang telah saya lakukan, saya tidak pecaya kalau saya telah bisa melewatinya. Bagaimana mungkin anak yang sejak kecil nilai seni menyanyinya selalu jelek sekarang bisa main piano mengiringi orang menyanyi? Well, itulah Tuhan kita, tidak ada yang mustahil bagi Dia dan semua yang saya lakukan itu adalah hanya agar nama Tuhan Yesus yang dipermuliakan, hanya nama-Nya.
0

Sabtu, 12 November 2011

Panitia sudah terbentuk, waktu dan tanggal sudah ditetapkan, acara sudah disiapkan, dan latihan sudah dimulai. Well, kira-kira itulah beberapa diantara kesibukan-kesibukan menjelang natal. Dalam natal kali ini saya cukup berperan aktif, selain sebagai panitia. Saya juga diikutsertakan dalam pemain drama dan choir. Memang dari tahun ke tahun hari natal selalu menghadirkan cerita sendiri buat saya. Apalagi tahun ini natal kedua saya menjalaninya di kota Lawang ini. Seru ! so pasti dan tentunya sangat berkesan. Begitu juga dengan natal-natal tahun-tahun kemarin.

Satu hal yang tidak pernah berubah (dan tentunya) adalah pohon natal. Tadi ketika selesai kebaktian, saya melihat pohon natal sudah terpasang di aula gereja kami. Itu Tandanya Hari Natal sudah semakin dekat saja. Semoga segala kesibukan kita menjelang natal ini tidak membuat kita melupakan esensi sesungguhnya dari natal. Dimana melalui natal Tuhan menunjukkan kasih-Nya yang besar dengna mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal Tuhan Yesus Kristus untuk lahir di dunia ini menyelamatkan kita. Welcome Christmas Everyone !!!!
0

Rabu, 02 November 2011





















Ketika saya sedang menulis sebuah surat, saya terkejut saat hendak menulis tanggal surat tersebut. Saya baru sadar ini sudah bulan sebelas!!! Saya terbengong beberapa saat dan merasa tidak percaya bahwa sekarang kita sudah berada di penghujung tahun. Rasanya baru kemarin saya merasakan gegap gempitanya suara terompet orang-orang menyambut tahun baru, dan sekarang ternyata sudah mau merayakannya lagi. Waktu satu tahun terasa begitu cepat berlalu. Ini juga menjadi peringatan bagi saya agar saya mengevaluasi lagi apa yang sudah saya kerjakan sepanjang tahun ini.

Banyak target yang saya rencanakan awal tahun tapi belum tercapai, tetapi banyak juga target yang tidak terpikirkan sebelumnya malahan justru tercapai. Banyak kejadian yang kami alami juga tahun ini, dan saya bersyukur untuk semuanya itu. Saya bersyukur adik saya bisa diterima di Sekolah Tinggi jurusan musik tahun ini, dan saya bersyukur suksesi kepemipinan usaha yang awalnya dipegang adik saya berjalan lancar setelah saya mengambil kendali. Meskipun banyak yang masih harus diperbaiki. Saya beersyukur juga untuk tempat tinggal baru yang kami tempati sekarang. Saya bersyukur meskipun masih ngontrak, tetapi kami percaya tidak lama lagi kami akan memiliki rumah sendiri. Saya juga bersyukur untuk pelayanan yang Tuhan percayakan di gereja, baik di umum, pemuda, atau sekolah minggu. Saya bersyukur untuk semuanya itu, dan saya percaya Tuhan akan selalu menyertai langkah kami kedepan ke tahun baru yang sebentar lagi akan kita songsong bersama. Karena hanya kepada -Nya lah kami semua berharap.
0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget