Kamis, 31 Desember 2009

Tahun 2009 segera berlalu. Kalau sudah begini, paling enak kalau kita mem-flashback lagi apa yang sudah kita lalui selama ''hampir'' 365 hari yang lalu. Bagi saya tahun 2009 itu sama dengan tahun tahun yang sudah saya lalui, yaitu penuh dengan kejutan. Siapa yang sangka, anak yang dari kecil nilai seni musiknnya pas-pasan dan suarannya fals kl nyanyi bisa jadi pianis di komisi pemuda. Saya tidak bilang kalau saya sudah hebat dalam bermain piano, masih butuh lebih banyak belajar lagi. Tapi bagi saya sudah sampai ke tahap yang sekarang inipun sungguh merupakan suatu kejutan bagi saya. Bukannya membanggakan atas apa yang saya lakukan, tapi saya mensyukuri untuk semua yang dipercayakan Tuhan kepada saya. Juga untuk kesemoatan yang diberikan Nya.

Memasuki tahun yang baru ini, saya bertekad untuk menjadi pribadi yang memiliki hidup yang berkenan kepada Tuhan. Bukan hanya satu dua hal, tapi kesluruhan hidup saya, saya mau persembahkan kepada Nya sebagai persembahan yang kudus dan berkenan. Meskipun
0

Jumat, 25 Desember 2009

Akhirnya datang juga. Ya, Natal itu akhirnnya datang juga. Saat yang paling ditunggu-tunggu dan ketika sudah tiba, rasannya tidak ingin cepat berlalu. Hari ini semua orang kelihatan begitu bersukacita. Dengan pakaian terbaik, masuk ke gereja paling awal dan duduk paling depan. Hal yang jarang terjadi ketika ibadah di minggu lain berlangsung.
Jadi apakahan hanya itu arti natal? Hanya sekedar baju baru, rambut baru, sepatu baru, sibuk menyiapkan dekorasi natal dan juga ikut pelayanan.
Menurut saya ada satu hal yang terpenting yang sering kali terlupa ketika natal tiba. Apakah kita memiliki sikap yang baru di natal kali ini? Saya tidak menganggap diri saya sudah memiliki sikap hati yang benar dalam menyambut natal. Tapi natal kali ini membuat saya banyak mengalami pembaharuan. Saya berkomitmen untuk mengubah hidup saya, dan menyerahkan kebiasaaan buruk saya supaya Tuhan ubahkan saya. Saya yakin Tuhan pasti memberi kekuatan. Seperti tema natal tahun ini yang ada di gereja saya Yesuslah Kekuatan Dihidupku.
0

Senin, 21 Desember 2009


Saat yang paling saya rindukan ketika bulan desember datang, yaitu datangnnya natal. Bahkan sebelum memasuki bulan terakhir ini suasananya mulai terasa. Dimana kesibukan-kesibukan untuk mempersiapkan acara natal yang berkesan sudah dilakukan.
Namun saya merasa natalan kali ini, di tahun 2009 ini. Saya merasa mendapat satu kado natal yang spesial dari Tuhan. Saya bisa belajar untuk mengerti bagaimana untuk menjadi pelayan Tuhan yang benar. Tidak mudah untuk melakukannya. Tapi Tuhan yang menolong saya.
Ceritanya pada natalan kali ini saya kebagian tugas sebagai pemusik di kebaktian natal pemuda. Suatu moment yang saya nantikan, karena ini event besar pertama saya. Segala persiapan saya lakukan, termasuk belajar setiap lagu yang akan dinyanyikan. Tapi, seminggu sebelum acara dimulai. Susunan tim musik untuk kebaktian natal berubah. Masuk seorang pemain musik yang lagi menjalani liburan kuliahnya yang diluar kota. Memang such dia aktif waktu di remaja, tapi untuk di pemuda belum sama sekali, dan langsung ikut di ambil bagian dalam acara natal. Bagi saya, bukan masalah dia mampu atau tidak, tapi masalahnya adalah kenapa waktu ada perayaan natal baru bermunculan pemusik-pemusik yang ingin melayani. Dimana mereka saat komisi pemuda tiabu sabtunya membutuhkan mereka, dimana mereka ketika komisi pemuda ingin membuat sesuatu yang berbeda didalam persekutuan tapi terhambat karena kurangnnya tenaga pemusik. Selama ini pemuda lebih dominan diiringi oleh single organ. Bukannya tidak bersyukur kepada Tuhan, tapi dimana mereka ketika kita – Komisi Pemuda membutuhkan mereka?! Apa karena acara natal itu penuh pretise dan banyak yang hadir makannya mereka rela menyisihkan waktunya untuk latian musik bersama.
Pikiran itulah yang langsung menghinggapi saya dan membuat saya sedikit kehilangan antusiasme untuk ikut dalam tim musik natal. Bahkan dalam latihan pertama saya dengan sengaja “melarikan diri”. Dengan alasan ingin cari makan siang, karena memang saya belum makan. Saya dengan penuh rasa kesal memutuskan untuk pulang dan makan dirumah. Menskipun didalam hati kecil saya masih ingin untuk ikut serta karena ini memang impian saya. Tapi tampaknnya kekesalan sudah menutupi saya untuk mendengar hati kecil ini.
Pada hari itu saya merasa menang karena keinginan saya bisa terlaksana, namun hati ini tidak tenang. Malamnya saya susah sekali untuk tidur, karena dalam pikiran saya bercampur rasa kesal, rasa marah, rasa kecewa yang berputar-putar. Pada Pk. 24.00 , ketika pikiran itu tampaknnya sadah tidak bisa saya kendalikan lagi. Saya memutuskan untuk memabagikannya kepada teman saya yang ada di malang. Menurut saya, Dia adalah orang yang tepat yang dapat memberikan solusi untuk persoalan yang saya hadapi ini. Saya tulis semua di sms karena memang saat itu sudah larut malam, tidak mungkin saya membangunkannya untuk hal yang seperti ini. Saya berharap Ia memberikan jawabannya langsung, sambil menunggu akhirnya saya pun terlelap. Di dalam tidur saya saya bermimpi, kalau teman saya ini menjawab sms saya, Dia menulis dengan nada keras bahwa saya tidak boleh keluar dari tim musik, Dia tanya kepada saya “Apa sich motivasimu dalam pelayanan?”
Paginya saya terbangun dan langsung mengecek handphone saya, dan ternyata tidak ada sms masuk. Saya langsung sadar kalau itu adalah mimpi. Tapi jawaban dari mimpi itu ada benarnya. Jawaban itu terus saya renungkan sampai akhirnnya teman saya menelepon pada tengah hari. Dia bilang kalau Dia sudah tidur waktu sms itu masuk. Dia memberikan jawaban yang benar-benar membuat saya menyadari kesalahan saya. Kata-katanya yang paling saya inga adalah “tak pikir kamu wis dewasa Wil, tahunnya masih kayak anak-anak. Sudahlah ambil positifnya aja dari semua itu, toh motivasimu apa sich dalam pelayanan?” Jawaban ini yang langsung membuat saya kuat kembali dan kembali bersemangna kembali untuk masuk dalam tim musik. Karena pada hari itu juga pada malammnya ada latian musik, jadi saya dengan semangat tinggi ingin datang dan bergabung kembali.
Memang apa yang kita harapkan tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Saat Datang ke latihan musik saya melihat kalau posisi saya sudah digantikan. Memang saya dengan jantan mengakui, ini memang konsekuensi dari yang saya lakukan kemarin. Tapi hal ini sempat membuat saya down kembali. Selama menyaksikan latihan mereka hati saya kembali dipenuhi dengan rasa kecewa, marah dan kesal. Tapi saya juga menyalahkan diri saya kenapa saya melakukan hal yang tidak bertanggung jawab seperti kemarin. Akhirnnya karena tidak tahan saya memutuskan untuk keluar dan membantu teman saya untuk dekor.
Setengan hati menyesal dan marah, tapi setengah hati lagi legawa menerima kenyataan ini. Tapi pada saat inilah saya justru merasakan Tuhan hadir menolong saya. Saya sempat kepikiran untuk tidak ikut serta dalam natal pemuda. Tapi kembali hati kecil saya mengingatkan akan kata-kata teman saya tadi pagi, batu tadi pagi!
Setelah selesai mendekor, pada saat saya sedang memainnkan piano untuk mengusir perasaan saya kacau balau ini. Saya dipanggil oleh Bapak Pendeta yang ikut serta dalam panitia natal umum. Saya mendapat tugas darinya untuk membuat atau lebih tepatnya mendesain warta natal umum. Awalanya, karena pikiran saya sedang kacau. Saya merasa kalu tugas ini menambah beban saya saja. Tapi saya tetap menyanggupinnya, meskipun saya tahu waktunya sudah mepet untuk membuat warta di acara perayaan natal umum. Setelah mendengarkan petunjuk-petunjuk yang harus saya buat dalam warta tersebut, saya memutuskan untuk pulang. Biarpun panitia dekorasi sudah menyiapkan makanan, tapi karena suasana hati ini sedang malas. Jadinya saya tinggalkan kegiatan dekorasi itu dan langsung pulang, bahkan tanpa mengucapkan satu patah kata pun kepada semua orang yang ada di sana.
Malamnya saya kembali dihantui perasaan seperti kemarin, dan kembali susah tidur. Tapi kali ini pikiran saya sudah sedikit terkontaminasi dengan pikiran tentang apa yang harus saya buat dalam warta natal umum. Tapi entah darimana datangnnya tiba-tiba saya menyadari tentang apa yang saya alami selama dua hari ini khususnya. Apa yang membuat saya sampai susah tidur, dan saya teringat dengan kata-kata teman saya yang ada di Malang. Kata-kata tersebut ditulis ketika saya d\sedang mengurus surat atestasi keluar dari gerja saya yang di Malang, untuk masuk menjadi anggota gereja ini, dan menjadi pengurus pemuda. Dalam suratnnya ditulis bahwa saya harus melayani dengan sungguh-sungguh, dan di akhir suratnnya dia menuliskan kata bijak dalam bahasa inggris yang berbunyi “Be servant of The Lord and do not look for a reward Not for a glory,or for fame Just give freely in His name” Kata-kata itulah yang menyadarkan saya atas apa yang saya lakukan. Saya merasa kalau motivasi pelayanan saya untuk natal ini hanya untuk kebanggaan. Kebanggaan kalau saya bias melayani diperayaan sebesar natal. Tapi Tuhan menyadarkan saya kalau apa yang saya lakukan salah, meskipun caranya sedikit menyakitkan. Tuhan tahu kalau saya mungkin terlalu memaksakan diri untuk tampil di natal, dan Tuhan tahu di bagian mana saya bisa melayani Nya dengan lebih maksimal. Ya, dengan batalnya saya menjadi pemusik saya bisa lebih fokus untuk mempersiapkan drama natal pemuda dengan baik, mempersiapkan warta untuk natal pemuda dengan lebih seksama, dapat lebih mempersiapkan slide LCD untuk kebaktiaan natal dengan lebih teliti lagi, dan ditambah saya bisa mempersiapkan warta natal umum.
Saya bersyukur untuk semua yang saya alami pada natal kali ini. Dan benar ketika natal pemuda tiba pada tanggal 19 Desember kemarin, saya merasakan benar-benar diberkati. Saya merasa kalau pelayanan yang kita lakukan itu semuanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Hanya nama Nya yang patut ditinggikan.
0

Minggu, 13 Desember 2009

Apa yang paling gw takutkan ketika kesibukan datang melanda. Satu hal yang paling menakutkan gw ialah penyakit asthma gw kambuh. Penyakitbyang sudah menjadi ''settingan default'' dalam diri gw, yang aktif bila tubuh dan pikiran terlalu lelah.
Sempat senang ketika hampir 3 bulan ini penyakit itu tidak ''aktif'' kembali. Tidur pun lebih nyenyak, karena memang asthma ini datang di waktu malam. Seperti mimpi buruk yang mengganggu tidur malam gw. Harus bangun untuk minum obat dan menunggu reaksi dari obat itu sungguh melelahkan.
Dan tadi malam hal yang paling tidak gw inginkan terjadi. Mungkin karena belakangan ini gw sibuk untuk urusan natal dan sering tidur larut malam ditambah makan makanan yang seadanya plus kurang olahraga. Semoga malam ini gak terulang lagi. Be healthy!!!!
0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget