Jumat, 19 November 2010


Foto disamping ini saya ambil secara sembunyi-sembunyi bukan dengan maksud jahat. Cuma saya merasa salut dengan nenek satu ini. Cerita, tadi siang saya sedang ada urusan di suatu bank terkemuka di negeri ini. Ketika saya sedang mengantri di custumer service datanglah nenek itu untuk mengantri juga. Mungkin karena beda generasi, maka yang dilakukannya oleh saya dan nenek itu pun berbeda. Saya asyik berinternetan ria dengan handphone saya dan juga bermain game, sementara nenek itu (yang membuat saya terkejut) membuka buku setebal novel Harry Potter seri ke IV dan membacanya dengan antusias. Melihat hal tersebut membuat saya langsung tertegur. Dengan usia setua itu, nenek itu masih semangat untuk memperkaya wawasannya dengan membaca buku. Saya memang tidak tahu buku apa yang dibacanya, tetapi satu hal yang patut saya contoh adalah kemauannya untuk terus maju.

Mumpung masih muda, dan mata kita belum rabun. Ada baiknya kita mencontoh nenek ini dengan memberdayakan kegemaran kita membaca, dan tentunya dengan bacaan yang berkualitas. Sehingga membuat kita memiliki wawasan yang luas.
0

Jumat, 05 November 2010


Meskipun sudah hampir dua bulan lebih tinggal di sini, namun tetap saja saya sering terbangun dengan pikiran dan perasaan saya masih berada di Lampung. Seperti ketika beberapa hari lalu saya merasa kalau setelah bangun tidur yang harus saya lakukan setelah itu adalah bersiap-siap pergi ke toko. Tempat dimana saya bekerja dulu. Tapi, STOP !!!! Sekarang saya ada di Lawang, Malang. Ratusan kilometer jauhnya dari tempat saya dahulu.

Kalau dipikir-pikir betapa cepatnya waktu ini berlalu. Dahulu saya sangat menginginkan tinggal disini dan tidak sabar untuk meninggalkan Sumatra dan kembali ke sini. Dalam sekejap semuanya sudah terwujud. Bahkan saking cepatnya, saya sering tidak menyadarinya bahwa apa yang saya idam-idamkan kini sudah di tangan, sudah ada di depan mata saya. Kalau bisa saya ingin rasanya bilang STOP dulu kepada waktu yang berjalan. Biarkan saya menjernihkan pikiran saya. Memisahkan mana yang merupakan kenangan, dan mana yang meruoakkan kenyataan. Tapi, semuanya harus tetap berjalan. Justru sayalah yang harus mempercepat otak saya ini agak dapat menerima segala macam perubahan yang begitu cepat berlalu. Kalau tidak saya akan terjebak di dalam kenangan-kenangan lama yang membuat saya tidak bisa maju. Wake up man !
0

Senin, 01 November 2010

Memang sakit itu tidak enak dan banyak orang benci sakit termasuk juga saya. Tetapi banyak orang lupa bersyukur atas kesehatannya dan malah minta sakit. Saya mungkin salah satu diantaranya. Meskipun termasuk orang yang gemar olahraga namun daya tahan tubuh saya bisa dikatakan ada di golongan B atau C (kurang bagus), apalagi saya punya penyakit astma bawaan sejak lahir. Bila terlalu lelah ataupun terlalu stress (entah apa yang dipikirkan) penyakit saya itu kambuh.

Sudah cukup lama juga saya tidak sakit apalagi yang menyebabkan seluruh aktifitas saya terhenti. Mungkin karena itu saya lupa akan giman rasanya jatuh sakit sehingga meremehkan kesehatan yang ada pada saya. Menganggap daya tahan tubuh saya sudah pada level A. Sering tidur larut malam, makan tidak teratur, dan akhirnya datanglah "si sakit" itu. Awalnya flu namun karena memang tubuh ini rentan maka penyakit yang lain pun berbondong-bondong datang. Ada sakit kepala, badan panas, dan sakit tenggorokan. Lengkap rasanya yang membuat saya terkapar selama 3 hari.

Saat sakit satu hal yang saya rindukan adalah kesahatan. Ya, itulah satu hal yang paling sederhana namun paling essensial yang Tuhan berikan kepada saya. Namun sering kali kita tidak mensyukurinya. Padahal dengan kesehatan itu kita dapat melakukan banayak hal yang kita ingikan. Untuk itu selama masih diberi kesehatan, syukurilah itu. Hari ini, saya sudah sedikit mengecap kesehatan saya kembali. Saya bersyukur sekali dan berjanji untuk menjaganya dan terpenting menggunakanya untuk kemuliaan nama Tuhan.
0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget