Sabtu, 30 Juli 2011

Tidak seperti hari-hari biasanya, dalam seminggu ini suasana perdagangan di tempat saya (dan mungkin beberapa tempat di sekitarnya) mengalami penurunan. Entah mungkin karena tanggal tua atau orang-orang pada sibuk untuk menyiapkan bulan puasa yang sudah di depan mata. Saya hampir putus asa melihat kondisi perdagangan ini, mau bagaimana kedepannya. Apalagi kebutuhan semakin meningkat. Tetapi, pagi ini saya mendapat satu motivasi yang membuat saya kuat lagi untuk menjalani hari-hari kedepan.

Berawal dari salah seorang langganan saya yang pagi ini datang. Ia adalah seorang terapis di Rumah Sakit Jiwa Dr.. Yang katanya merupakan rumah sakit jiwa terbesar di Asia Tenggara. Ia memang sering datang ke toko saya untuk mengconvert data yang ada di dalam handphonenya ke dalam bentuk vcd. Sambil menunggu proses burning, Ia bercerita-cerita mengenai kesehariannya di RSJ. Mulai dari mengurusi pasien, kegiatan rutinitas mereka, sampai membina para mahasiswa praktek di RSJ tersebut. Pada kesempatan tersebut, Ia juga menceritakan tentang moto hidupnya yang membuatnya bisa mengabdi di Rumah Sakit tersebut selama belasan tahun. Ia mengatakan bahwa proses untuk menjadi sukses itu berjalan selangkah demi selangkah. Terpenting adalah bagaimana kita menjalaninya, apakah kita mau dan kuat untuk menjalaninya. Karena itu dalam prosesnya yang terpenting adalah kita harus menjalaninya dengan penuh senyuman apapun yang kita alami.

Saya merasa termotivasi dengan ucapannya. Karena tidak mudah mengabdi selama belasan tahun di Rumah Sakit Jiwa yang setiap harinya harus bertemu pasien-pasien yang "tidak waras" dan tidak mempedulikan kita. Tapi moto hidupnya membuat saya lebih bersemangat lagi menjalani "proses" untuk selangkah demi selangkah maju.
0

Rabu, 27 Juli 2011








Setiap bangun pagi, kegiatan yang pertama saya pertama kali saya lakukan adalah saat teduh. Kegiatan ini sudah saya jalani selama beberapa tahun belakangan ini. Tapi bukannya tanpa absen saya bersaat teduh, termasuk pagi hari ini. Sebenarnya saya tidak bangun kesiangan, namun karena keasyikan download via Blackberry, saya jadi kesiangan. Apalagi saya harus mengantar adik saya bertanding pagi itu.

Siang hari ketika saya mampir ke rumah. Saya menyempatkan diri untuk membaca renungan yang tadi pagi saya lewatkan. Dari bacaan tersebut saya benar-benar mendapat pelajaran berharga tentang kehidupan kekristenan. Bacaaan tersebut bercerita tentang kehidupan kita seperti berjalan di tengah hutan yang sangat luas dan rindang. Kita tidak tahu harus kemana, karena jalan begitu gelap dan bisa membuat kita tersesat. Satu hal yang bisa kita lakukan adalah berjalan dengan orang yang telah mengenal hutan tersebut. Agar kita bisa keluar selamat dari hutan itu. Sama seperti kehidupan kita dimana Tuhan yang meprakarsai kehidupan kita, kita harus melalui hidup ini bersama-Nya dan mengakhirinya hidup kita dalam nama-Nya juga. Dialah yang mengenal dunia ini. Untuk itu, kita harus berjalan bersama Dia agar kita dapat selamat. Tapi yang harus diingat, Tuhan memimpin kita selangkah demi selangkah. Ia tidak akan langsung memberi petunjuk berapa belokan, berapa tanjakan, berapa lembah ataupun jurang yang kita lalui. Kita harus percaya pada tuntunannya, karena Ia Yang Maha Tahu, dan Ia punya rancangan yang indah bagi masing-masing pribadi. Syaratnnya untuk dapat berjalan dengan tuntunan-Nya adalah kita harus dekat dengan Tuhan. Bagaimana kita bisa merasakan petunjuk dari Tuhan untuk melalui kehidupan ini kalau kita tidak dekat dengan-Nya?

0

Minggu, 24 Juli 2011

Tepat mulai kemarin, adik saya sudah melanjutkn apa yang dicita-citakannya sejak lama. Masuk ke sekolah musik. Dia akhirnya berhasil lulus tes dan menjadi bagian untuk dididik dan diperlengkapi kemampuan musiknya, khususnya musik gereja. Tapi bukan hal itu yang akan saya tulis pada postingan kali ini. Melainkan "pekerjaan-pekerjaan" yang harus saya gantikan.

Selain tugas-tugasnya di toko yang memang saya tau dan sudah saya persiapkan untuk saya gantikan, ada lagi tugas-tugasnya di gereja yang beberapa harus saya ganti. Salah satunya pemusik. Memang kemampuan bermusik saya dibanding dirinya berbeda cukup jauh (hal itu yang mendasari saya untuk tidak masuk sekolah musik juga....). Tapi mau tidak mau saya harus menggantikannya. Tetapi selama di Lampung Tuhan telah mempersiapkan saya untuk saat - saat ini. Saya telah belajar bermusik, khususnya bermain piano. Suatu hal yang dulunya tidak pernah saya bayangkan.

Bukan berarti menggantikan tugas-tugas adik saya membuat saya merasa hebat. Namun membuat saya harus lebih bekerja keras lagi berlatih berbagai macam lagu. Maklum, mungkin ketika dulu saya di Lampung saya masih dimaklumi karena tergolong anak baru dalam bermain piano. Tetapi sekarang tidak lagi. Tiga tahun sedah berlalu dan saya seharusnya sudah memiliki kemampuan yang lebih baik andai....... Saya berlatih. Itulah yang harus saya lakukan, berlatih setiap hari memperlengkapi kemampuan saya.

0

Jumat, 15 Juli 2011

Sebentar lagi, segala rutinitas dan kegiatan saya akan mengalami perubahan yang cukup besar. Hal ini disebabkan karena adik saya, yang selama ini memegan peranan besar di toko akan melanjutkan studinya. Ia akan melanjutkan studi di bidang musik gerajawi. Well, it's His choice. Saya tidak bisa mencegahnya, Ia telah memilih jalannya sendiri. Toh, kami juga tidak bisa selamanya berusaha bersama-sama seperti sekarang. Ketika saatnya berkeluarga kelak, pastinya masing-masing dari kami "harus" memiliki kariernya masing-masing. Namun proses yang dijalaninya tidak mudah. Toko yang yang sudah dirintis adik saya selama hampir 3 tahun ini diserahkan kepada saya untuk meneruskannya. Bukan hal mudah, tapi bukan hal yang mustahil. Saya harus bisa melanjutkan dan mengembangkannya dengan berbagai inovasi-inovasi yang akan memajukan toko ini. Berada dalam bayang-bayang seseorang memang tidak mudah, orang-orang yang datang ketoko lebih mengenal adik saya (karena dia yang merintisnya) dan orang sering membanding-bandingkan kemampuan saya dalam mengelola toko ini. Bagi saya itu merupakan tantangan yang harus saya hadapi. Saya hadapi bukan dengan "menjiplak" apa yang sudah dilakukan adik saya (memang ada sebagian...) tapi saya melakukan dengan cara saya sendiri. Dengan tentunya selalu menyerahkan semuanya kepada Tuhan Yesus. Karena apa yang kami capai hingga sampai sekarang ini semua itu karena anugrah Nya saja. Segala berkat dan penyertaan Nya yang selalu menyertai usaha kami. Segala apa yang saya lakukan, saya serahkan kedalam tangan Nya. Karena saya percaya sepenuhnya dengan apa yang Tuhan telah perbuat bagi kehidupan saya, bagi kami sekeluarga. Just only by His grace.

0

Sabtu, 02 Juli 2011


























Kegiatan Refreshing keluarga yang berlangsung tanggal 28-29 Juni kemarin meninggalkan banyak cerita bagi saya. Ini kali pertama saya mengikuti acara semacam ini sejak saya tiba di Kota Lawang ini. Di kali pertama ini pula saya ditunjuk menjadi panitia bagian acara untuk yang pertama kalinya juga. Banyak persiapan yang saya lakukan untuk membuat acara ini sukses. Sampai-sampai saya stress sendiri mempersiapkannya. Tapi saya lupa kalau dalam acara ini bukan cuma saya sendiri yang terlibat. Banyak panitia lain, dan juga aktivis-aktivis lain yang siap membantu.

Ketika hari "H" tiba, saya baru tau kalau semua jemaat yang ikut serta terlibat untuk mensukseskan acara ini. Bukan hanya saya sebagi acara, tetapi ada bagian-bagian lain yang juga turut berperan dan sama pentingnya. Bahkan peserta pun turut ambil bagian untuk membuat acara ini berjalan lancar. Coba apa jadinya kalau acara yang saya susun tidak diikuti oleh peserta dengan baik ? Bukankah acara tersebut menjadi sia-sia.

Sesuai dengan tema yang ada We Are Family, kegiatan refreshing keluarga ini benar-benar memberi kesan yang mendalam bagi saya. Saya merasa bahwa kita semua yang bersama-sama bergereja di GKT Bethlehem ini adalah satu keluarga. Satu keluarga di dalam Tuhan Yesus Kristus.
0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget