Rabu, 18 Agustus 2010

Meskipun lahir di kota Bandar Lampung saya belum sekalipun mengunjungi tempat yang disebut pemancar. Pemancar itu adalah tempat beradanya menara pemancar yang saya juga belum tahu kegunaannya untuk apa dan terletak di daerah yang tinggi. Lokasi itu sering dijadikan tempat tujuan untuk jalan sehat.
Akhirnya setelah menunggu selama 22 tahun 169 hari akhirnya saya mendapat kesempatan ketika Komisi Pemuda Tritunggal mengadakan jalan sehat ke pemancar dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan RI ke-65. Sempat takut acaranya batal karena belakangan kota Bandar Lampung sering hujan. Namun kenyataannya malah sebaliknya. Berangkat dari gereja pk. 5.00 pagi kami memulai perjalanan menuju puncak pemancar. Keadaan yang masih gelap dan dingin tidak menyurutkan semangat untuk terus berjalan. Meskipun jarak yang ditempuh cukup jauh dan terjal namun terasa ringan karena kami melakukannya dengan senang hati. Sempat ada beberapa teman yang beristirahat karena tidak kuat berjalan, tapi akhirnya kami semua tiba di puncak dan menikmati terbitnya matahari yang sangat indah. Momen ini benar-benar membuat saya menyadari satu hal, meskipun setiap hari terjadi tetapi saya sering lupa untuk bersyukur atas setiap "terbitnya matahari" yang bisa saya rasakan kepada Tuhan. Seringkali saya lupa dan malah sibuk dengan kegiatan rutinitas dan lupa bersyukur pada Nya.
Bersyukur saya bisa ketempat ini (pemancar) tempat yang selama ini hanya bisa saya dengar ceritanya, dan menyaksikan terbitnya matahari yang ternyata sangat indah. Pengalaman yang sungguh tak terlupakan.
0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget