
Meskipun sepakbola bukan menjadi hobi utama saya lagi, terlebih semenjak saya mengenal olahraga bola basket. Bukan berarti saya alergi dengan tontonan sepak bola. Apalagi yang menyangkut sepak terjang klub kesayangan saya Manchester United. "The Red Devils" sudah menjadi bagian hidup saya sejak saya pertama kali mengenal sepak bola. Waktu itu saya masih duduk di kelas 4 SD. Jadi nama-nama lawas seperti David Beckham, Paul Scholes, Peter Schmeichel, Andy Cole, Dwight Yorke dan Ryan Giggs sudah akrab ditelinga saya. Saya selalu tidak ketinggalan menjadi saksi kehebatan mereka baik di level domestik, eropa maupun dunia. Salah satu buktinya adalah saat MU - julukan
Manchester United - merengkuh
treble winner pada tahun 1999. Saat itu Final Liga Champions yang mempertemukan MU dengan tim asal Jerman Bayern Muenchen. Sempat tertinggal 1-0 pada menit ke "6 oleh gol Mario Bassler. United akhirnya secara dramatis mampu membalikkan keadaan lewat dua gol Ole Gunnar Solskjaer dan Teddy Sheringhamm di
injury Time. Saat itu saya sampai melompat kegirangan dan hampir membangunkan kedua orang tua saya yang sedang tertidur.
Kebetulan pagi dini hari tadi Manchester United bertanding di semifinal pertama liga champions, dan saya kebetulan terbangun di pagi itu. Sudah lama sekali saya tidak bangun sepagi ini "hanya" untuk nonton sepakbola. Tidak percuma, karena tim kesayangan saya bermain bagus dan menang 2-0 atas tim jerman Schalke 04. Gol yang dicetak oleh Ryan Giggs dan Wayne Rooney memudahkan langkah mereka untuk maju ke final untuk keetiga kalinya dalam empat tahun berturut-turut. Saya berharap Wayne Rooney dkk mampun menjuari liga champions musim ini. Apalagi final kali ini diselenggarakan di Wembley, Inggris, dan pastinya saya tidak akan melewatkannya.
KEEP FIRE RED DEVILS !!!