Jumat, 24 Desember 2010

Tidak terasa sekarang sudah natal lagi. Rasanya baru kemarin saya sibuk-sibuk mempersiapkan dekorasi natal bersama teman-teman pemuda saya di Lampung, dan sekarang sudah natal kembali. Natal kali ini terasa berbeda dengan beberapa tahun belakangan ini. Natal kali ini saya bisa "kembali" berkumpul bersama keluarga. Suasana yang sangat saya rindukan, namun seringkali saya sedikit "risih" dengan kebiasaan-kebiasaan yang selama ini menjadi ciri khas keluarga saya. Maklum hampir empat tahun dan kalau ditambah masa SMA dulu kira-kira tujuh tahun saya tidak mengalami hal seperti ini.

Well, inilah keluargaku dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Namun suasana akrab dan hangat seperti ini sudah lama saya rindukan. Mungkin inilah hadiah natal yang Tuhan berikan kepada saya pada natal kali ini, selain tentunya kelahiran Yesus didunia ini yang merupakan hadiah paling berharga bagi saya dan semua orang di dunia ini. Selamat Natal .....
0

Kamis, 23 Desember 2010















Kata orang lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Happy Mother's Day and thanks God to give "us" (me and my two brother) a greatfull mom.
0

Senin, 20 Desember 2010

1 Korintus 3:16-17
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu
0

Kamis, 16 Desember 2010


1 Korintus 9:24-25
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah ? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi

Pelari itu termasuk atlit. Untuk menjadi atlit (Benar-benar) atlit, harus memiliki ketekunan dan konsisten melatih dirinya. Karena tanpa latihan yang tekun maka tidak akan menjadi atlit yang baik dan menjadi pemenang.

Sama seperti kita menjalani kehidupan kekristenan kita, perlu hidup dengan tekun untuk selalu taat dan setia pada Tuhan. Bukan hal mudah melakukannya, karena tekun dan rajin itu bersifat berkelanjutan atau sesuatu yang konsisten. Bagi saya itu sangat sulit dilakukan. Karena saya menyadari diri saya orang yang "mood-mood an" atau dalam arti yang lebih mudah sering tidak tentu suasana hatinya. Kalau lagi rajin tiap pagi bisa bangun pagi berdoa baca alkitab dan renungan. Tapi kalau sudah malas, bangun saja siang bagaimana mau baca alkitab dan berdoa?

Meskipun bagitu saya sangant menyadari kekurangan saya dan selalu mencoba kembali pada jalur yang benar. Agar jangan berbagai macam gangguan itu menghambat saya apalagi membelokkan tujuan saya. Sehingga saya bisa menjadi seorang pemenang tentunya.
0

Senin, 13 Desember 2010

2 Samuel 22: 21-25
Tuhan memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas keadaku sesuai dengan kesucian tanganku,sebab aku tetap mengikuti jalan Tuhan dan tidak menjauhkan diri dari Allahku sebagai orang fasik. Sebab segala hukum Nya kuperhatikan, dan dari ketetapan Nya aku tidak menyimang; aku berlaku tidak bercela kepada Nya dan menjaga diri terhadap kesalahan. Karena itu Tuhan membalas kepadaku sesuai dengna kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di depan mata Nya

Firman Tuhan ini ditulis oleh Daud yang menceritakan dan mengajarkan kita bawha kita harus selalu hidup benar dihadapan Nya. Hidup benar yang sesuai stadart Tuhan, dan yakinlah bahwa Tuhan yang akan membalasnya bila kita hidup benar dihadapan Nya.
0

Jumat, 10 Desember 2010

Matius 16:24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid Nya: "Setiap orang yang mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut aku"
0
Saat natal engkau ingin apa? Itulah kalimat pembuka dari kotbah Pdt. DR. Stephen Tong yang saya ikuti tadi sore. Ibadah natal yang berlangsung di Aula Andrew Gih SAAT Malang itu bertema tentang Bayi Kudus di Bethlehem. Petanyaan tersebut sungguh membuat saya berpikir kembali tentang apa yang tiap tahun saya inginkan setiap kali merayakan natal. Menyembah Tuhankah, atau minta belas kasihan Tuhan?

Dalam kotbahnya, "Pak Tong" tentang bagaimana Allah memilih kota Betlehem yang kecil untuk menjadi tempat kelahiran Sang Juruselamat Yesus Kristus. Allah juga memilih para gembala untuk menjadi pendengar pertama kabar gembira tentang kelahiran Yesus. Mengapa Tuhan melakukannya? Mengapa Allah memilih kota yang kecil dan para gembala yang status sosialnya rendah. Karena Tuhan ingin menunjukan bahwa manusia tidak ada apa-apanya bagi Dia. Harta, Kekayaan, Jabatan, Ketampanan, Kecantikan semuanya tidak dianggap oleh Tuhan. Allah sudah melakukannya juga saat Daud dipilih Tuhan mengantikan Saul. Daud adalah seorang anak paling bungsu, yang masih kecil dan tugasnya hanya menggembalakan domba. Tapi Ia dipilih Tuhan untuk menjadi Raja atas Israel.

Untuk itulah kita sebagai manusia janganlah terlalu bangga dengan apa yang kita miliki saat ini. Kekayaan, Jabatan, wajah yang tampan dan cantik, atau bahkan pelayanan kita. Karena itu semua kita peroleh hanya oleh karena anugrah Tuhan. Karena Tuhan layakkan kita sehingga kita ada seperti saat ini.

Sekali lagi saya diingatkan oleh Tuhan, bahwa apa yang kita lakukan saat ini baik pelayanan maupun kegiatan saya sehari-hari haruslah sesuai dengna kehendak Tuhan. Karena Tuhan mengingini kita untuk taat dan setia kepada Nya. Ada yang disampaikan Pdt. DR. Stephen Tong di akhir kotbahnya saat Ia mendoakan jemaat yang ingin menerima Tuhan sebagai juruselamat dalam hatinya dan maju kedepan mimbar. Ia menyampaikan lima hal yang harus kita lakukan, yaitu :
- Setiap Minggu ke Gereja
- Baca ALkitab setiap hari
- Senantiasa Berdoa
- Hidup Kudus sesuai kehendak Tuhan, dan
- Membawa jiwa baru.
Semoga kita semua dapat menjalankannya, Tuhan Memberkati.
0

Selasa, 07 Desember 2010

1Korintus 1:10
"tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir."

Renungan hari ini mengajarkan saya untuk menjadi orang Kristen yang bersatu satu dengan yang lain, sehingga tersipta kerukuran dan kesatuan hati. Karena banyak hal yang kita dapat dari persatuan ini antara lain kita lebih kuat, karena satu dan yang lainnya akan saling menguatkan.
0

Senin, 06 Desember 2010

Kisah Para Rasul 1:8
"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di Seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi"
Inilah yang menjadi amanat agung Tuhan Yesus sebelum Ia meninggalkan kita. Mengabarkan injil ke seluruh dunia. Itulah merupakan tugas kita.
0


Kalau kebanyakan orang-orang atau majalah-majalah bahkan koran-koran lebih banyak memuat kilas balik tentang apa yang terjadi selama tahun 2010 ini, maka saya memilih cara yang berbeda untuk "mewarnai" akhir tahun ini. Saya lebih ingin menggunakan akhir tahun ini dengan memperbarui komitmen saya, yang biasa saya lakukan pada awal tahun. Kalau bisa sekarang, kenapa mesti menunggu sampai awal tahun. Begitu menurut pemikiran saya.

Saya seperti mendapat tantangan ketika mendenganr kotbah hari minggu kemarin, dimana bertepatan juga dengan perjamuan kudus. Membahas tentang menjadi serupa dengan Kristus, yang memang menjadi tema besar dalam gereja kami selama tahun 2010 ini. Ketika saya mendengan pengkotbah berkata untuk memulai menjadi serupa dengan Nya dengan cara lebih dekat pada Tuhan. Dengan cara apa? Ternyata dengan merenungkan firman Tuhan setiap hari, dan pengkotbah itu menambahkan agar kita mencatatnya setiap hari. Sehingga kelak kita akan melihatnya kembali.

Aha...!! Itu yang saya lakukan. Mulai sekarang, tidak perlu tunggu-tunggu lagi. Setiap hari saya akan berusaha membaca dan merenungkan firman Tuhan, dan saya akan mensharekan ayat-ayat yang saya baca di sini SETIAP HARI! Memang saya punya masalah sengan konsistensi, tapi inilah yang saya berusaha perbaiki. Menjelang akhir tahun dan memasuki tahun baru, saya ingin memulainya dengan modal yang bagus. Semoga Tuhan Memberkati.
0

Jumat, 19 November 2010


Foto disamping ini saya ambil secara sembunyi-sembunyi bukan dengan maksud jahat. Cuma saya merasa salut dengan nenek satu ini. Cerita, tadi siang saya sedang ada urusan di suatu bank terkemuka di negeri ini. Ketika saya sedang mengantri di custumer service datanglah nenek itu untuk mengantri juga. Mungkin karena beda generasi, maka yang dilakukannya oleh saya dan nenek itu pun berbeda. Saya asyik berinternetan ria dengan handphone saya dan juga bermain game, sementara nenek itu (yang membuat saya terkejut) membuka buku setebal novel Harry Potter seri ke IV dan membacanya dengan antusias. Melihat hal tersebut membuat saya langsung tertegur. Dengan usia setua itu, nenek itu masih semangat untuk memperkaya wawasannya dengan membaca buku. Saya memang tidak tahu buku apa yang dibacanya, tetapi satu hal yang patut saya contoh adalah kemauannya untuk terus maju.

Mumpung masih muda, dan mata kita belum rabun. Ada baiknya kita mencontoh nenek ini dengan memberdayakan kegemaran kita membaca, dan tentunya dengan bacaan yang berkualitas. Sehingga membuat kita memiliki wawasan yang luas.
0

Jumat, 05 November 2010


Meskipun sudah hampir dua bulan lebih tinggal di sini, namun tetap saja saya sering terbangun dengan pikiran dan perasaan saya masih berada di Lampung. Seperti ketika beberapa hari lalu saya merasa kalau setelah bangun tidur yang harus saya lakukan setelah itu adalah bersiap-siap pergi ke toko. Tempat dimana saya bekerja dulu. Tapi, STOP !!!! Sekarang saya ada di Lawang, Malang. Ratusan kilometer jauhnya dari tempat saya dahulu.

Kalau dipikir-pikir betapa cepatnya waktu ini berlalu. Dahulu saya sangat menginginkan tinggal disini dan tidak sabar untuk meninggalkan Sumatra dan kembali ke sini. Dalam sekejap semuanya sudah terwujud. Bahkan saking cepatnya, saya sering tidak menyadarinya bahwa apa yang saya idam-idamkan kini sudah di tangan, sudah ada di depan mata saya. Kalau bisa saya ingin rasanya bilang STOP dulu kepada waktu yang berjalan. Biarkan saya menjernihkan pikiran saya. Memisahkan mana yang merupakan kenangan, dan mana yang meruoakkan kenyataan. Tapi, semuanya harus tetap berjalan. Justru sayalah yang harus mempercepat otak saya ini agak dapat menerima segala macam perubahan yang begitu cepat berlalu. Kalau tidak saya akan terjebak di dalam kenangan-kenangan lama yang membuat saya tidak bisa maju. Wake up man !
0

Senin, 01 November 2010

Memang sakit itu tidak enak dan banyak orang benci sakit termasuk juga saya. Tetapi banyak orang lupa bersyukur atas kesehatannya dan malah minta sakit. Saya mungkin salah satu diantaranya. Meskipun termasuk orang yang gemar olahraga namun daya tahan tubuh saya bisa dikatakan ada di golongan B atau C (kurang bagus), apalagi saya punya penyakit astma bawaan sejak lahir. Bila terlalu lelah ataupun terlalu stress (entah apa yang dipikirkan) penyakit saya itu kambuh.

Sudah cukup lama juga saya tidak sakit apalagi yang menyebabkan seluruh aktifitas saya terhenti. Mungkin karena itu saya lupa akan giman rasanya jatuh sakit sehingga meremehkan kesehatan yang ada pada saya. Menganggap daya tahan tubuh saya sudah pada level A. Sering tidur larut malam, makan tidak teratur, dan akhirnya datanglah "si sakit" itu. Awalnya flu namun karena memang tubuh ini rentan maka penyakit yang lain pun berbondong-bondong datang. Ada sakit kepala, badan panas, dan sakit tenggorokan. Lengkap rasanya yang membuat saya terkapar selama 3 hari.

Saat sakit satu hal yang saya rindukan adalah kesahatan. Ya, itulah satu hal yang paling sederhana namun paling essensial yang Tuhan berikan kepada saya. Namun sering kali kita tidak mensyukurinya. Padahal dengan kesehatan itu kita dapat melakukan banayak hal yang kita ingikan. Untuk itu selama masih diberi kesehatan, syukurilah itu. Hari ini, saya sudah sedikit mengecap kesehatan saya kembali. Saya bersyukur sekali dan berjanji untuk menjaganya dan terpenting menggunakanya untuk kemuliaan nama Tuhan.
0

Selasa, 26 Oktober 2010

Setelah vakum kira-kira dua bulan. Saya akhirnya bisa mendapat kesempatan lagi untuk pelayanan menjadi pianis lagi. Tidak mudah memang, karena saya memerlukan proses adaptasi dengan rutinitas yang berbeda.

Ya bila dulu ketika di Lampung saya minimal satu bulan sekali mendapat jadwal menjadi pianis di pemuda, kini tidak lagi. Saya harus mulai menata kegiatan saya setiap hari termasuk jadwal latihan piano saya yang saya akui menurun drastis ketika saya pindah ke sini. Tapi untunglah saya berhasil mengumpulkan kembali semangat saya yang tercerai berai ini untuk mulai lagi memotivasi diri saya untuk meningkatkan lagi kemampuan saya. Karena saya tidak boleh menyianyiakan anugrah yang sudah diberikan Tuhan kepada saya. Oleh karena itu saya menyanggupi ketika saya diberi kesempatan mengiringi paduan suara komisi remaja di kebaktian.

Saya berharap ini menjadi awal yang baik untuk saya boleh lebih lagi giat dalam pelayanan di tempat yang baru ini. Untuk lebih lagi dipakai Tuhan dalam pekerjaan Nya. Seperti pesan teman-teman komisi pemuda ketika kami perpisahan dulu.
0

Kamis, 30 September 2010



Mungkin sudah sejak enam bulan atau lebih saya memiliki tas labtop tanpa tahu labtopnya benar-benar ada. Ya, saya memang mengidam-idamkan sebuah labtop untuk saya miliki sacara pribadi. Meskipun beberapa kali tergoda untuk membeli, tetapi saya tetap bersabar untuk memilikinya. Maklum selama ini saya "hanya" menggunakan komputer rumah dan kalaupun ingin menggunkan labtop, ya harus meminjam kepada teman saya.

Tapi kalau ditanya tentang pengalaman menangani labtop, itu bukan masalah bagi saya. Karena selam ini saya lumayan mendapat job untuk me-maintenance labtop. Baik yang masih gress (baru beli) ataupun yang sudah hang. Jadi ketika labtop saya yang benar-benar punya saya tiba saya tidak terlalu kaget ataupun awam.

Tetapi perasaan seperti orang baru pegang labtop itupun sedikit banyak muncul ketika saya benar-benar memilikinya. Ya tanggal 27 September kemarin saya akhirnya memutuskan untuk membelinya. Selain karena sudah mengidamkannya sejak lama, juga karena kebutuhan kerjaan saya sekarang sangan membutuhkan. Cukup lama juga saya memilih labtop yang sesuai budjet saya dan juga mengadopsi teknologi yang sedang in saat ini. Akhirnya saya memilih labtop keluaran pabrikan amerika DELL dengan seri N4030 warna hitam dengan spesifikasi Core13 m350 (3,27 Ghz),RAM 2GB, Harddisk 320 GB, dan DVD-RW. Karena budjet terbatas saya tidak membeli labtop yang terintegerasi dengan OS. Bukannya ingin pakai yang bajakan, melainkan saya sudah memiliki stok windows xp yang asli. Itupun dikasih oleh tante saya dimana barang tersebut bekas minimarketnya yang tidak terpakai lagi.

Meskipun sudah sering menangani labtop, tapi ketika labtop saya sendiri datang, saya jadi sedikit grogi. Apalagi waktu install OS windows xp nya labtop saya kekurangan driver pendukung, alhasil saya harus search di mbah gugel dulu. Setelah saya cari-cari dan tanya sana sini. Akhirnya saya tahu kalau labtop saya ini tidak mendukung windows xp (yah....). Untungnya saya dulu sempat belajar menggunakan OS open source UBUNTU yang lumayan powerful. Akhirnya labtop saya sekarang terinstal UBUNTU.

Diluar perkiraan namun sedikit bangga karena saya menggunakan aplikasi open source yang banyak orang-orang umum tidak paham. Sampai-sampai saya sendiri pun tidak (ha..ha..ha) tapi seperti kata pepatah "Experience is a best teacher". Makanya meskipun susah saya tetap sedikit-demi sedikit belajar menggunakan aplikasi ini. Sambil menunggu saya sanggup membeli windows 7 yang asli. Ok selamat berjuang...
0

Minggu, 19 September 2010


Lama sekali saya tidak posting ke blog ini. Mungkin bisa dimaklumi mengingat apa yang terjadi dua bulan belakangan ini. Sebuah keputusan yang mengakibatkan perubahan besar dihidup saya. Ya, akhirnya saya kembali ke Malang. Tepatnya Lawang, tempat yang saya idam-idamkan sejak dulu. Segala konsekuensi harus ssaya terima ketika saya mengambil keputusan ini. Pastinya tidak ada lagi keramik, tidak ada lagi namanya pempek, tidak ada lagi yang namanya main basket di perumahan villa citra, dan tidak ada lagi namanya pemuda Tritunggal. Semuanya itu saya tinggalkan, meskipun berat rasanya. Karena empat tahun bukan waktu yang sebentar. Tapi itulah konsekuensinya. Sekarang kehidupan baru di tempat yang baru. Saya akan bertemu dengan yang namanya udara dingin, apel malang, handphone, voucher, dan pulsa karena saya sekarang bergerak dibidang itu, dan saya kembali bertemu teman sma saya.

Harapan saya, biar apa yang sudah saya alami selama ini. Tiap tahapan demi tahapan yang saya lalui dari kota ke kota semakin memuat saya bertumbuh. Baik dalam karakter, kepribadian, pengenalan akan Tuhan tentunya, dan juga pengalaman yang luas. Berpindah pindah kota bukan merupakan perkara mudah, ketika kita sudah merasa nyaman dengan apa yang ada pada kita saat ini. Kita harus menerima kenyataan bahwa kita harus meninggalkannya. Tapi itulah kehidupan, yang pastinya saya mengambil apa yang baik dari semua itu. Pasinya saya bersyukur karena saya merasakan sungguh penyertaan Tuhan dalam hidup saya.
0

Rabu, 18 Agustus 2010

Meskipun lahir di kota Bandar Lampung saya belum sekalipun mengunjungi tempat yang disebut pemancar. Pemancar itu adalah tempat beradanya menara pemancar yang saya juga belum tahu kegunaannya untuk apa dan terletak di daerah yang tinggi. Lokasi itu sering dijadikan tempat tujuan untuk jalan sehat.
Akhirnya setelah menunggu selama 22 tahun 169 hari akhirnya saya mendapat kesempatan ketika Komisi Pemuda Tritunggal mengadakan jalan sehat ke pemancar dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan RI ke-65. Sempat takut acaranya batal karena belakangan kota Bandar Lampung sering hujan. Namun kenyataannya malah sebaliknya. Berangkat dari gereja pk. 5.00 pagi kami memulai perjalanan menuju puncak pemancar. Keadaan yang masih gelap dan dingin tidak menyurutkan semangat untuk terus berjalan. Meskipun jarak yang ditempuh cukup jauh dan terjal namun terasa ringan karena kami melakukannya dengan senang hati. Sempat ada beberapa teman yang beristirahat karena tidak kuat berjalan, tapi akhirnya kami semua tiba di puncak dan menikmati terbitnya matahari yang sangat indah. Momen ini benar-benar membuat saya menyadari satu hal, meskipun setiap hari terjadi tetapi saya sering lupa untuk bersyukur atas setiap "terbitnya matahari" yang bisa saya rasakan kepada Tuhan. Seringkali saya lupa dan malah sibuk dengan kegiatan rutinitas dan lupa bersyukur pada Nya.
Bersyukur saya bisa ketempat ini (pemancar) tempat yang selama ini hanya bisa saya dengar ceritanya, dan menyaksikan terbitnya matahari yang ternyata sangat indah. Pengalaman yang sungguh tak terlupakan.
0

Sabtu, 17 Juli 2010


Mendengar kotbah yang dibawakan di Kebaktian Komisi Pemuda semalam, saya merasa ditegur untuk yang kesekian kalinya oleh Tuhan. Tema yang dikotbahkan adalah tentang arti pelayanan dimana temanya berjudul Pelayan/Pelayanan = Hamba.

Setelah mendengar kotbah semalam saya jadi berpikir lagi, benarkah pelayanan yang saya lakukan selama ini? Apakah saya melakukan dengan motivasi yang benar, yaitu sebagai wujud syukur saya kepada Tuhan, dan sudahkan saya melayani Tuhan dengan memberikan yang terbaik bagi Nya. Pada malam itu pun saya bertindak sebagai pelayan, saya bertugas membuat warta dan slide LCD. Tapi hasil yang saya lakukan masih jauh dari kata terbaik. Bahkan pengkotbah pun memprotes karena di layar LCD banyak kesalahan, sehingga menyulitkan jemaat untuk bernyanyi.

Sungguh benar-benar saya merasa bersalah sekali sekaligus sebagai teguran bagi saya. Karena menjadi pelayan Tuhan itu kita harus memiliki hal-hal penting yang harus kita perhatikan. Pertama yaitu lidah seorang murid. Maksudnya lidah seorang murid adalah lidah yang mengeluarkan kata-kata seperti yang guru kita ajarkan, ya guru kita Tuhan Yesus. Kedua adalah telingan yang selalu mendengar, agar kita selalu mau mendengar apa yang Tuhan Yesus katakan kepada kita, yang ketiga adalah selalu siap sedia dalam keadaan baik ataupun tidak baik. Memang dalam pelayanan seringkali saya pun menolak ketika pelayanan tesebut saya anggap sulit, atau tidak cocok bagi saya. Tapi dari sini saya kembali diajarkan bahwa untuk menjadi pelayan Tuhan yang baik kita harus siap sedia ketika kita diberi kesempatan. Keempat adalah siap untuk dibentuk, dan inilah yang sulit dan menyakitkan. Pengkotbah memberi contoh tentang perumpaan bejana yang dibentuk dengan cara dinjak-injak dibanting-bantik dan dipukul, lalu dibentuk sesuai keinginan pembuatnya. Namun bila tidak sesuai akan dihancurkan lagi dan dibentuk ulang, setelah jadi pun itu harus dibakar dalam panas api agar benar-benar siap menjadi bejana yang baik. Tapi dari semua itu yang perlu kita ingat adalah Tuhan akan selalu memberi kita kekuatan, memperlengkapi kita dan menuntun kita asal kita berharap pada Nya.

Melakukan pelayanan bukan hanya untuk mengisi waktu kosong kita atau hanya untuk sekedar untuk mencari koneksi. Tapi pelayanan yang kita lakukan adalah sebagai bentuk syukur kita atas anugrah Tuhan kepada kita, karena itupun orientasi kita dalam pelayanan adalah Tuhan. Untuk itulah dalam setiap pelayanan, kita harus mengingat itu, sehingga kita bisa memberikan yang terbaik bagi Tuhan
0

Minggu, 11 Juli 2010

Sudah lama tidak memposting sesuatu di blog ini. Mugkin karena kesibukan atau lagi malas tapi yang jelas sudah lam sekali rasanya tidak ada postingan ke blog ini.

Entah apa yang merasuki saya akhir-akhir ini, saya sepertinya pingin sekali punya handphone (hp) lagi. Jeelas ini bukan kebutuhan yang urgent. Tapi lebih dari sekedar keinginan karena sering melihat orang-orang memakai lebih dari satu hp. Kalo dipikir-pikir buat apa sich punya hp lagi? toh kemampuan hop baru saya ini sudah mumpuni unutk menunjang semua kegiatan mobile saya seperti sms dan telepon lalu online setiap waktu dengan koneksi yang bagus sampai menulis postingan inipun saya lakukan di hp saya.

Tapi kenapa pingin lagi? Jenis hp yang saya ingin miliki lagi memang bukan kelas high end seperti yang sedang populer sekarang tapi lebih cenderung ke ponsel multimedia. Saya kepingin sekali punya hp itu karena fitur multimedia nya terutama musik yang yahut. Barang yang saya inginkan pun bukan barang baru tapi intinya saya ingin punya hp lagi.

Memang manusia itu tidak ada pernah puasnya. Dulu ketika belum punya hp kepingin punya. Sudah punya tapi layarnya masih monokrom dan kepingin punya yang layar warna. Sudah punya layar warna pingin lagi yang bisa setel mp3 dan internetan. Sudah dapat yang begitu masih pingin lagi yang touchscreen. Touchscreen sudah punya malah pengen hapi yang intenetannya kebut dan seperti yang ngetrend sekarang yaitu keyboard qwerty. Sudah dapat semua masih pingin lagi !

Kapan sich puasnya? Inilah yang mungkin harus saya punya dan yang terpenting tentunya. Rasa puas terhadap apa yang saya miliki sekarang. Puas bersarti sama dengan bersyukur. Bersyukur untuk apa yang kita miliki sekarang. Tapi alangkah susahnya apalagi di jaman seperti sekarang, dimana semua lebi memntingkan penampilan daripada isinya. Kiranya ini juga menjadi pertinmbangan bagi saya yang lagi kepingin punya hp baru.
0

Kamis, 24 Juni 2010

Satu hal yang paling saya suka dalam hidup saya adalah ketika bisa bangun pagi dan menghirup udara segar. Selalu begitu setiap hari. Bagi saya waktu terbaik dalam hidup ini adalah pagi hari, saat segala yang terjadi pada hari ini berawal. Seakan-akan ada kekuatan baru yang diberikan kepada saya setiap kali menhirup udara segar pagi hari. Entah hari itu cerah, mendung atau hujan sekalipun. Tetap pagi ari adalah waktu yang terbaik.

Tetapi seringkali saya melewatinya, kenapa? Ya karena saya tidur terlalu malam dan bangun kesiangan, sehingga kehilangan "the best moment " itu. Kiranya ini menjadi pelajaran bagi saya juga agar saya bisa meanage waktu saya agar tidak kehilangan waktu-waktu terbaik itu. Karena bisa menikmati pagi hari membuat saya bersyukur kepada Tuhan karena telah memberikan satu kesempatan lagi dalam hidup ini.
0

Jumat, 11 Juni 2010


Pesta sepakbola antar negara-negara di seluruh dunia telah dimulai. Tidak terasa sudah 4 tahun berlalu sejak Italy menjuarai piala dunia 2006 yang berlangsung di Jerman. Ketika itu saya baru lulus dari SMA, dan sedang bingung apakah akan melanjutkan kuliah atau bekerja.

Memang piala dunia itu selalu membawa suasana penuh semangat salam setiappenyelengaraannya. Semangat untuk terus berjuang sampai habis demi mendapatkan gelar terbaik di jagat ini. Kiranya semangat piala dunia kali ini juga menular kepada saya dan kita semua agar mau terus berusaha untuk menjadi yang terbaik dan tentunya selalu menjunjung sportivitas. Waka-Waka.....
0

Apa yang istimewa pada tanggal 10 Juni kemarin? Sebenarnya bukan hari ulang tahun ataupun hari peringatan hari besar apapun. Melainkan hari mengenang almarhum ayah saya yang meninggal 10 tahun lalu.

Tidak terasa sepuluh tahun telah berlalu. Waktu itu saya masih kelas 6 sekolah dasar, yang masih berencana untuk memilih-milih smp mana yang akan saya daftar, dan sama seperti tahun ini ketika itupun sedang panas-panasnya kompetisi sepakbola Euro 2000 di Belanda dan Belgia. Hari meninggalnya ayah saya pun tepat ketika dimulainya kompetisi sepakbola antar negara-nagara Eropa tersebut.

Apa yang bisa saya ambil dari perjalanan saya selama 10 tahun ini.? Jawabannya banyak sekali dan saya bersyukur sekali kepada Tuhan atas penyertaan Nya selama ini. Mungkin ketika menghadapi situasi tersebut pada saat itu saya sedikit "protes" kepada Tuhan. Mengapa ini terjadi pada saya? Tapi setelah sampai pada saat ini saya bersyukur kepada Tuhan atas semua berkat-berkat Nya. Memang berkat Tuhan itu seperti yang dikatakan Pdt. Dr. Samuel Goh dalam seminar teologinya baru-baru ini memiliki ciri utama yaitu kejutan. Tidak menyangka betul-betul tidak menyangka. Terlalu banyak yang bisa diceritakan, atas apa yang terjadi pada saya, dan pastinya saya bersyukur atas semua yang terjadi.
0

Selasa, 08 Juni 2010

Sepertinya sudah lama sekali saya tidak "menyambangi" blog saya ini. Entah ada virus apa yang menjangkiti saya sehingga enggan sekali saya menceritakan sesuatu dalam blog ini. Padahal banyak hal yang terjadi di bulan mei kemarin, seperti pengalaman saya jadi liturgis di komisi pemuda dan bahkan di HUT Komisi pemuda ke 55.

Apa yang menyebabkan saya kembali lagi ke blog ini? Kemarin ketika saya mengikuti ibadah umum di gereja saya seperti mendapat pengertian baru tentang firman Tuhan. Pembicara di ibadah itu adalah seorang dosen di Singapore Bible College yang juga menjadi pembicara di seminar teologi 3 hari sebelumnya. Tema yang dibicarakan adalah tentang takut akan Tuhan. Pembicara itu menjelaskan bahwa ada 2 macam sikap takut akan Tuhan. Yang pertama pembicara itu mengambil contoh takut akan Tuhan yang seperti Hawa dalam kitab kejadian. Hawa takut akan Tuhan, Hawa mematuhi perintah Tuhan untuk tidak memakan buah pengetahuan baik dan buruk karena Hawa takut mati. Jadi Hawa mematuhi perintah Tuhan karena Ia takut mati.

Contoh kedua adalah saat Tuhan Yesus berdoa di taman getsemani. Ia pada saat itu sangat takut menghadapi saat-saat penderitaannya. Yesus berharap semua ini dapat berlalu namun Ia juga tidak ingin kehendak Nya yang terjadi namun kehendak Bapa. Yesus sangat takut mengecewakan Allah Bapa. Contoh laiinya adalah Abraham yang diperintahkan Tuhan untuk mempersembahkan anaknya Ishak. Padahal seperti kita ketahui bahwa untuk mendapatkan Ishak, Abraham harus menunggu 25 tahun lamanya. Namun, Abrahama melakukannya karena Ia takut, takut mengecewakan Tuhan sekali lagi. Dalam menunggu penggenapan janji Tuhan yang akan memberikan keturunan, Abraham telah banyak mengecewakan Tuhan, dan ketika kesempatan itu datang lagi. Abraha. tidak ingin mengecewakan Tuhan lagi.

Rasa takut seperti inilah yang perlu kita tananmkan dalam diri kita. Saya pun merasa perlu mengoreksi diri setelah mendengar firman Tuhan ini. Saya sendiri seringkali atau malah kebanyak menati Tuhan karena takut apa yang saya lakukan gagal dan tidak berhasil. Namun ketika sudah berlalu, rasa takut itu pun berlalu dan saya seakan-akan tidak memerlukan Tuhan. Kiranya ini menjadi perenungan bagi kita semua.
0

0

Sabtu, 08 Mei 2010

Bukan dengan kekuatanku
kudapat jalani hidupku
tanpa Tuhan yang disampingku
ku tak mampu sendiri

Engkaulah kuatku yang menopangku

Itulah sepenggal lagu kesukaan saya yang judulnya Kaulah Harapan. Sangat menguatkan sekali lirik dari lagu tersebut
seperti yang pengalaman yang saya alami kemarin. Karena untuk pertama kalinya saya "akhirnya" bersedia ditunjuk sebagai liturgis. Setelah beberapa kali menolak dengan berbagai alasan, akhirnya sayapun bersedia.

Sungguh pengalaman yang sangat tidak terlupakan, bagaimana saya mempersiapkan setiap lagu yang akan dibawakan, dan mempersiapkan apa yang harus saya sampaikan ketika menjadi liturgis. Semuanya itu dapat saya lakukan hanya karena Tuhan yang beserta saya.

Semoga pengalaman ini semakin membuat saya semakin dekat dengan Tuhan, bukan hanya ketika saya mengalami pergumulan atau permasalahan yang saya rasa tidak mampu saya atasi sendiri. Tapi juga ketika keadaan "baik-baik saja"
1

Senin, 19 April 2010

Sebagai seorang yang memiliki penyakit astma, berenang merupakan olahraga yang wajib bagi saya. Maka dari itu sedari kecil saya sudah harus bisa berenang, karena olahraga yang baik bagi penderita astma adalah renang. Tapi entah mengapa seiiring dengsn berjalannya waktu, olahraga tersebut menjadi hal yang jarang saya lakukan. Apalagi setelah saya mengenal olahraga basket.

Tapi hari minggu kemarin saya sepertinnya rindu untuk melakukannya lagi. Sudah lama sekali celana renang saya tersusun rapi di lemari paakaian. Ketika kesempatan itu datang saya pun tidak menyia-nyiakannya. Awalnnya sich ingin berenang serius, tapi karena tempat yang dituju penuh sesak. Saya pun mengalihkan ketempat lain yang ternyata hanya tempat bermain air. Tidak ada rotan akarpun jadi, akhirnya ya dan teman saya menikmati main air.
0

Rabu, 24 Maret 2010

Dari Sekian banyak kesempatan pelayanan sebagai pianis. Mungkin ini adalah saat yang paling saya tidak dapat lupakan. Hari Kamis 18 Maret kemarin, saya mendapat kesempatan untuk pelayanan di persekutuan dia gereja. Karena kebetulan memang yang bertugas itu dari komisi pemuda. Karena namanya persekutuan doa maka yang hadir pun dari semua kalangan alias umum. Hal itu sempat membuat saya down dan ingin mengundurkan diri dari pelayanan ini. Tapi dengan sedikit "paksaan" dari teman-teman sepelayanan saya akhirnya memberanikan diri.

Saya benar-benar mempersiapkan diri dengna baik, karena memang reputasi saya sebagai pemusik di gereja tidak begitu baik. Hampir setiap hari saya selalu berlatih di depan piano, baik di rumah maupun di gereja. Tapi tetap masih ada keraguan di hati saya apakah saya bisa melakukannya dengan baik.

Tapi, ditengah itu semua. Pada hari H saat saya bermain, saya benar-benar merasakan penyertaan luar biasa dari Tuhan. Saya merasa bisa melewati itu semua dengan baik, itu semua karena Tuhan yang mampukan. Semoga hal ini membuat saya selalu mempercayakan Tuhan dalam setiap pergumulan dan kesulitan saya. Bukan hanya itu, disaat saya merasa baik-baik saja pun saya harus tetap taat dan setia kepada Nya. Karena anugrah Nya sungguh besar bagi hidup saya.
0

Minggu, 14 Maret 2010

Judul di atas merupakan tema kotbah sabtu kemarin di komisi pemuda. awalanya saya sebagai pembuat warta pemuda sedikit bingung dengan judul tema tersebut. Tapi setelah mendengar kotbah yang dibawakan. Saya menjadi berpikir lagi tentang pelayanan yang saya lakukan selama ini. Kotbah tersebut secara spesifik menjelaskan tentang persembahan yang Tuhan inginkan dari kita. Kita dituntut bukan hanya mempersembahkan harta kekayaan kita tapi terlebih lagi kita harus mempersembahkan hidup kita. Bukan hal yang mudah untuk memberi kepada Tuhan persembahan yang hidup yaitu diri kita. Karena Tuhan mengingikan yang terbaik, bahkan mempersembahkan harta kita yang jelas-jelas asalnya dari Tuhan saja kita sering berkompromi.

Persembahan yang hidup yang bisa saya lakukan dan sudah saya lakukan selama ini adalah pelayanan saya kepada Tuhan. Pelayanan baik di komisi pemuda maupun di umum. Saya sebisa mungkin memberikan seluruh kemampuan yang saya miliki terutama dibidang komputer untuk membantu pelayanan di gereja tempat di mana saya beribadah. Terlebih lagi di komisi pemuda saya bahkan berani untuk menerima tantangan untuk menjadi pemusik, dunia yang dahulu asing bagi saya. Mengapa saya bisa menjadi pemusik? Karena saya merasa terbeban dengan kondisi pemusik yang ada di pemuda yang sangat kekurangan “sumber daya pemusik” ditengah-tengah banyaknya fasilitas yang tersedia. Sudah hampir satu tahun belakangan ini saya bergelut dengan yang namanya not angka, chord, lagu rohani, dan partitur. Hasilnya belum bisa dibilang bagus, tapi menurut saya sudah cukup sedikit membantu. Bukan hal mudah sekali lagi saya tuliskan ketika saya menerima tantangan untuk menjadi pemusik, banyak rintangan yang harus saya lewati yang kadang saya sendiri merasa terlalu sukar untuk dilalui. Banyak tekanan ketika saya mulai menghabiskan waktu lebih banyak di depan keyboard untuk berlatih karena saya tahu saya tidak memiliki bakat dibidang musik, hanya dengan kegigihan berlatihlah saya bisa. Mulai dari kelelahan fisik, pekerjaan di toko yang tercecer karena harus membagi fokus, pemainan musik yang sering ada kesalahan, bahkan sampai disuruh berhenti dari kegiatan bermusik karena dianggap tidak mampu. Lebih menyedihkan lagi terkadang tekanan ini datang dari orang yang dekat dengan kita bahkan keluarga tempat saya tinggal. Ketika mendapat tekanan seperti itu saya menjadi berpikir lagi, apa jangan-jangan saya ini terlalu memaksakan diri untuk terjun kedalam bidang bermusik? Apa saya tidak berpikir panjang lagi ketika guru piano saya yang terdahulu yang memang seorang pemusik di gereja menawarkan untuk mengajari saya bermusik ? Melihat kenyataan tersebut memang sempat membuat saya ingin berhenti dari kegiatan bermusik dan mengambil bidang yang saya anggap mampu saja, sehingga saya terbebas dari terpaan-terpaan yang membuat saya goyah. Tapi sekali lagi Tuhan yang memberi jawaban dan kekuatan kepada saya. Tuhan mengingatkan lagi akan kata-kata guru saya ketika saya memulai berlatih piano. Waktu itu saya katakan dia bahwa saya ini orang awan di bidang musik, tapi Ia menjawab dengan penuh keyakinan bahwa “Di dalam Tuhan tidak ada yang mustahil !”. Kata –kata ini yang pertama kali membuat saya yakin untuk menerima tantangan ini dan selalu membuat saya kuat kembali.

Namun ketika kekuatan didapat, saya juga memerlukan konsintensi dalam musik, terlebih dalam semua pelayanan. Konsistensi dalam hal tujuan pelayanan, dan kekudusan hidup kita agar selalu layak dihadapan Tuhan untuk melayani Nya. Memang kadang saya tidak merasa karena hal seperti ini mengalir begitu saja, tetpai kotbah kemarin memang benar-benar menegur hati saya. Apakah pelayanan yang saya lakukan itu merupakan persembahan terbaik yang saya lakukan, tidak jarang ketika pelayan yang saya anggap mudah seperti LCD, atau singer. Saya hanya membutuhkan mwaktu satu hari bahkan beberapa jam saja untuk mempersiapkannya. Berbeda dengan menjadi pemusik ang harus bersiap satu minggu penuh menjaga hati dan pikiran untuk tetap bersih dan layak untuk melayani Nya, terlebih lagi ditolong oleh Nya agar saya mampu karena tahu saya tidak mampu.

Jadi pelayanan itu sebenarnya buat siapa ? Pertanyaan besar yang diajukan pengkotbah yang menjadi bahan koreksi hidup saya juga. Apakan saya hanya ingin mengambil bagian pelayanan yang saya anggap mampu agar saya tidak mendapat terpaan dan cercaan sehingga saya selalu berada di zona aman, atau mengambil bagian dalam pelayanan Tuhan dengan konsekuensi kehidupan yang haru “SELALU” kudus dihapan Nya ? Kiranya ini menjadi renungan bagi saya juga, apa yang saya kerjakan selama ini sudah menjadi persembahan yan hidup dan yang layak bagi Tuhan atau belum. Atau hanya untuk mencari kesibukan atau teman belaka. Karena Tuhan mengingikan dari kita agar kita mempersembahkan hidup kita untuk kemuliaan nama Nya.
0

Selasa, 23 Februari 2010

Ada penyakit baru yang saya derita akhir-akhir ini, yaitu penyakit suka menunda sesuatu. Banyak hal yang semestinya saya kerjakan saat itu atau pada hari itu tidak saya kerjakan. Malahan saya mengerjakan atau melakukan hal yang tidak perlu. Entah berapa banyak hal yang saya tunda dan menjadi terbengkalai. menjadi terbengkalai. Seperti latihan piano, membackup data di komputer, tugas gereja, bahkan saat teduh pun saya tunda. Ketika saya melihat kebelakang, betapa banyaknnya waktu yang saya buang.

God help me, berikan hikmat agar saya bisa menggunakan waktu yang Engkau berikan dengan baik. Itulah kerinduan saya dalam setiap doa yang saya panjatkan. Tetaplah yakin Tuhan pasti mampukan, dan pastinya selalu berharap kepadaNya selalu.
0

Senin, 15 Februari 2010

Ulang tahun saya yang ke-22 ini menjadi ulang tahun yang berbeda dari yang sebelumnya. Benar-benar memiliki ''22 rasa'' karena ulang tahun kali ini dirayakan berdua. Ya, saya dan teman saya satu kepengurusan di komisi pemuda kebetulan memiliki tanggal hari jadi yang sama yaitu 10 februari. Rencana untuk double birthday party memang sudah beberapa kali direncanakan tapi baru kali ini terlaksana.

Benar-benar spesial, karena selain dirayakan ''berdua'' dan mengundang ''dua belas'' rekan-rekan pemuda plus pembina komisi pemuda. Saya juga tidak menyangka akan diberikan hadiah ulang tahun. Memang suatu hal yang wajar pada umumnya, namun bagi saya sudah ingat kalau tanggal 10 februari itu hari ulang tahun saya saja, saya sudah sangat senang. Apalagi selain rekan dan pembina pemuda yang memberikan hadiah, paman saya yang ada di jakarta pun menyempatkan diri memberikan hadiah pada saat kunjungannya ke Bandar Lampung. Masih ada rekan-rekan pemuda yang ada di malang ditambah adik saya yang memberikan hadiah. Benar-benar membuat saya senang luar biasa, bukan hanya karena hadiah yang mereka berikan, tetapi atas apresiasi (kira-kira maksudnnya perhatian) yang mereka berikan. Terima kasih untuk semua, saya ucapkan atas apa yang saya terima di ulang tahun kali ini.
0

Selasa, 09 Februari 2010


gak nyangka kalau ulang tahun yang ke-22 harus lembur bikin kue buat ngerayaiin Tahun Baru Imlek..... untung ada teman-teman yang membantu... jadi gak sendirian deh..
happy birthday!!!!!!!!!!!!!!!
0


Tinggal beberapa jam lagi saya akan sampai di usia saya yang ke-22. Tapi, pernahkah saya renungkan, apa yang sudah Tuhan Yesus lakukan dalam hidup saya ini selama hampir 22 tahun ini. Banyak kejadian yang saya alami dalam hidup saya ini yang membuat saya tidak pernah percaya saya mampu melewatinya. Hanya karena campur tangan dan pertolongannya Nya saya bisa melaluinnya.

Sebagai contoh adalah ketika saya mengalami kecelakaan dan kaki saya patah. Kalau mau diingat lagi, rasanya saya tidak percaya bisa berjalan normal, bisa main basket bahkan dengan normal. Padahal, waktu itu kaki kiri saya patah pada kedua tulangnnya bahkan sampai menembus keluar sampai menyisakan bekas yang tidak akan pernah hilang. Namun, sekali lagi ini semua karena pertolongan Nya selama masa pengobatan sampai masa penyembuhan saya bisa mendapatkan yang terbaik dengan biaya yang minim pula karena adannya bantuan dari teman majelis gereja tempat saya beribadah.

Contoh lainnya yang tidak kalah luar biasanya adalah pengalaman saya belajar bermain musik. Kalau dipikir orang yang sejak kecil hanya hobinya menggambar dan olahraga seperti saya seperti saya koq bisa jadi pemusik di gereja. Tapi itulah ajaibnya Tuhan Yesus yang saya sembah. Memang kalau mengandalkan kemampuan saya tidak mungkin hanya dalam setahun saya bisa menjadi pemusik rutin di gereja khususnya Komisi Pemuda minimal satu bulan sekali. Tapi Tuhanlah yang memampukan saya melakukan melampaui semuannya.

Tetapi tetap didalam semua itu. Saya harus menjaga hidup saya untuk bisa selalu berkenan dihati Nya. Karena dari semua yang saya alami ini bukan membuat saya menjadi pribadi yang bisa hidup seenaknnya, tapi membuat saya ''harus'' hidup seturut kehendak Nya.
0

Sabtu, 06 Februari 2010

Pelayan sebagai pianis sabtu malam kemarin bakal menjadi saat yang terlupakan. Bukan hal yang patut dibanggakan melainkan memalukan. Apa sebabnnya? Karena, sudah hampir 1 tahun melayani Tuhan di komisi pemuda sebagai pianis, baru kali ini saya lupa sama sekali dengan chord lsgunya. Lagu yang dinyanyikan pun lagubyang ''wajib'' standby yaitu Dalam Yesus Kita Bersaudara. Sampai-sampsi liturgisnya menyanyikan lagu tanpa musik.

Hal ini membuat saya berpikir apakah saya sudah mempersiapkan pelayanan saya dengan benar? Karena bagi saya, menjadi pianis ditengah kemampuan saya yang ''pas-pasan'' begini butuh persiapan 100x bahkan 1000x daripada yang lain. Bukan cuma hal teknis non teknis pun juga. Terpenting lagi, persiapan hati agak memiliki motivasi yang benar untuk melayani Tuhan.

Tapi satu hal yang saya yakini dari semua pelayanan yang telah saya lalui adalah semuannya itu karena pertolonganNya. Tanpa Tuhan yang memampukan saya tidak bisa saya sampai seperti saat ini, melayani Tuhan sebagai pianis.
0

Rabu, 03 Februari 2010

Tahun 2010 sudah berjalan sebulan. Hasilnya? Menurut saya
masih banyak yang harus dibenahi karena masih banyak target
yang melenceng dari tujuan di awal tahun yang saya buat.

Banyak contoh yang bisa diambil. Karena tujuan awalnya adalah
menjadikan setiap hari itu menjadi hari yang meaninguful, useful
dan hopeful. Tapi nyatanya banyak hari yang saya lewatkan dengan
begitu saja. Hanya bermalas-malasan bermain playstation, atau
tidur-tiduran saja. Satu lagi permasalahannya adalah seringnya
saya tidur larut malam. Entah apa yang saya kerjakan, tapi kebanyakan
hanya hal-hal yang tidak penting. Jadinnya saya bangun di pagi hari
dengan kondisi tidak 100%, dan berakitbat pada kinerja saya di tempat
kerja juga tidak maksimal.

Memang berat merubah kebiasaan seperti itu. Tapi belum terlambat juga
untuk merubahnnya. Harapannya dibulan Februari ini, saya bisa lebih baik
lagi. Apalagi, dibulan ini saya juga akan berulang tahun ke-22. Sungguh
banyak hal yang harus saya ubah dalam hidup ini ketika umur saya sudah
"sebanyak" itu. Banyak yang harus saya usahakan dengan sepenuh hati agar
bisa menjadi lebih baik, dan tujuan yang saya buat diawal tahun bukan hanya
menjadi slogan saja.
0


Percaya 'gak percaya harus percaya. Kalau foto disamping adalah
foto "cookies" buatan saya. Kalau dibuat saya 100% sich tidak,
tapi saya ikut andil sekitar 50% kira-kira.

Kenapa bisa ikut bikin kue kering seperti ini, ya karena
dirumah tempat saya tinggal sekarang ini, tempat tante saya ini
sedang tidak ada pembantu dan tidak ada yang membantu. Jadi dikerahkanlah
tenaga relawan seperti saya ini. Awalnya bete dan capek karena
setelah seharian kerja, lalu harus membersihkan rumah, dan kemudian
harus membantu buat kue kering lagi.

Tapi ketika selesai dan saya melihat hasilnnya, saya tahu kalau
saya sudah mendapat pengalaman berharga dari apa yang saya lakukan
ini. Meskipun dengan sedikit paksaan, dan rasa sungkan. saya akan tahu
ketika saya mencicipi kue ini nanti saya bisa merasakannya lebih
dalam lagi, karena saya tahu tidak mudah membuatnnya. Tapi saya mensyukuri
untuk pengalaman yang saya peroleh ini.
0

Jumat, 29 Januari 2010

Pengalaman pertama jadi koordinator kelompok. Ternyata susah dan bikin pusing kepala. Entah karena baru pertama kali atau memang lagi ''beruntung'' dapat banyak masalah aja.

Ceritannya, Komisi Pemuda pada hari ini mengadakan acara bertajuk Friendship Show. Kelompok kelompok sudah dibagikan sejak awal bulan, dan kita diwajibkan menanpilkan ''SHOW'' kami. Awalnnya saya bukan yang ditunjuk sebagai koordinator, tapi karena yang bersangkutan tidak datang maka saya yang menggantikan.

Pertama-tama yang bikin pusing adalah menyiapkan acara yang ingin ditampilkan. Saya memang cenderung atau memang sifat saya yang merasa harus saya yang menyelesaikkan. Untungnya dengan masukan dari berbagai pihak akhirnnya bisa rangkum. Masalah kedua yaitu jadwal latihan, dan pemain. Untungnya bisa selesai berkat kerjasama yang baik,tetapi ketika kami akan latihan akhir, salah satu pemain kami tidak bisa ikut karena orang tuannya meninggal. Duh, belum lagi latiannya yang batal karena hujan. Tapi, berharap semua bisa berjalan lancar
0

Senin, 18 Januari 2010

Saat ini saya merasa berada di titik terbawah semangat pelayanan saya. Belum pernah saya merasa tertekan begitu hebatnnya seperti saat ini, dan yang membuat saya semakin terpuruk adalah tekanan terbut yang asalnnya dari orang terdekat saya, bahkan boleh dibilang ''keluarga kedua'' saya.
Kalau diibaratkan bola basket, saya ini sepert bola basket yang kempes dan berada pada genangan air. Sehingga tidak bisa memantul keatas lagi. Jika biasannya bila tekanan datang saya mampu kembali lagi ke atas bahkan lebih tinggi lagi. Kali ini tidak. Habis daya saya, saya membutuhkan sesorang mengajat saya dari genangan air ini, memindakan ke tempat yang kering, lalu mengisikan angin agar saya bisa memantul lagi.
0

Sabtu, 09 Januari 2010



Mungkin ketika kita memasuki tahun yang baru. Pasti ada planning yang kita buat tentang apa yang kita lakukan di tahun ini. Saya pun begitu, setiap tahunnya pun begitu. Kalau ketika memasuki tahun 2009 yang lalu saya bertekad untuk lebih giat lagi berlatih piano, dan pelayanan di bidang itu, serta tidak lupa menghilangkan kebiasaan buruk saya yaitu suka terlambat, atau lebih tepatnnya berlambat-lambat dalam mengerjakan sesuatu. Untuk tahun ini saya rangkumkan tujuan saya kedalam satu kalimat yang terinspirasi dari renungan yang saya baca yaitu ''Meaningful, Useful,& Hopefull Day''.

Memang untuk tahun kemarin tidak sepenuhnnya berhasil tapi bukan juga sepenuhnnya gagal. Saya berhasil men-level up kemampuan saya dalam bermain piano, dan saya juga sudah pelayanan di komisi pemuda minimal sebulan sekali. Tapi, permainan piano saya dibilang masih ''std'' alias standar. Padahal untuk mencapai tahap yang ''std'' saja susahnnya minta ampun. Untuk masalah keterlambatan, pada awal tahun saya bisa dibilang jarang terlambat. Entah menjelang akhir tahun saya sepertinnya lupa akan rencana saya di awal tahun. Saya jadi orang yang ''selalu'' datang terlambat. Bahkan ibadah saja bisa terlambat.

Kalau tahun lalu tujuannya spesifik maka tahun ini lebih luas. Sehingga mencakup bannyak hal, dan mudah-mudahan terlaksana dengan baik. Maksud dari tujuan saya di tahun ini adalah memaknai every day, every minutes, and every second that God give to me. Saya tidak mau menyianyiakan waktu yang Tuhan berikan. Saya berkeinginan menjalankan semuan yang Tuhan percayakan kepada saya dapat saya lakukan dengan motivasi, semangat yang benar benar tertuju pada Tuhan, seperti kata firman Tuhan yang dalam Kolose 3:23 “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Contoh yang paling simpel adalah pelayanan saya yang tiap minggu yang saya lakukan yaitu membuat warta Komisi Pemuda. Kalau dulu saya sering kali membuat kesalahan dalam pengetikan baik tema kotbah, ayat firman Tuhan, ataupun petugas. Mungkin ada beberapa sebab, tapi sebab yang paling utama adalah sikap hati saya yang terlalu menganggap remeh pelayanan ini. Dibandingkan dengan pelayanan menjadi pianis yang persiapannya berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Meskipun sepele tapi saya ingin di tahun ini saya benar-benar mempersiapkan warta tersebut dengan sungguh-sungguh. Banyak contoh lain, ada juga yang dari kegiatan saya sehari-hari. Banyak yang saya lakukan dengan setengah hati. Sehingga hasil yang saya dapatkan tidak maksimal. Saya terlalu banyak membuang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna, terlalu lambat mengerjakan sesatu, menggunakan waktu untuk istirahat untuk bermain-main dan waktu kerja untuk beristirahat.

Saya berharap di tahun ini saya bisa membuat setiap harinya lebih berarti (meaningful) terutama bagi Tuhan, setiap harinnya berguna (useful) bagi Tuhan, orang lain, dan saya sendiri, serta setiap harinya saya selalu berharap (hopeful) berharap kepada Tuhan, baik itu keadaan susah maupun senang. Karena saya punya Tuhan Allah yang takkan meninggalkan saya.
0

Minggu, 03 Januari 2010


Hampir saja saya mengacaukan semuannya. Kenapa? cerita begini, saya ditugaskan untuk menggantikan petugas LCD di Kebaktian Umum pertama. Biasannya saya tugas di kebaktian umum ketiga. Tugasnnya nya sama tapi yang membedakan, kalau tugas di KU 1 harus bangun pagi!

Padahal saya sudah menset alarm untuk membangunkan saya pada pukul 5.00 pagi, sehingga saya bisa siap-siap,dan berangkat pada pukul 6.00. Tapi apa yang terjadi? terjadilah. Ya, meskipun alarm sudah berbunyi saya tidak kunjung bangun, saya tersadar ketika jam menunjukkan pukul SETENGAH TUJUH !!!!! Dengan cepat saya lompat dari tempat tidur dan langsung mendi. Entah pakai sabun atau tidak yang penting rambut ini sudah basah, dan saya langsung bergegas memapaki pakaian dan lansung berangkat.

Dalam perjalanan di dalam hati saya selalu berharap kalau wkatu ini bisa berhenti sesaat. Sesampainnya di gereja saya langsung menyalakan komputer sambil berharap-harap cemas semoga ibadah belum dimulai. Tapi untungnya saya kemarin malam mengikuti apa kata majelis gereja untuk mengecek LCD dan komputer yang ada di gereja. Sehingga pagi ini LCD bisa langsung tampil tampa masalah. Tapi tetap saja saya salah, saya terlalu mengangap pelayanan ini sepele. Sehingga persiapan yang saya lakukan setengah-setengah.

Berutung Tuhan masih baik kepada saya, dan Ia selalu baik kepada saya, hanya saya saja yang kadang lupa membalas kebaikannya. Ibadah bisa berjalan dengan lancar meskipun tidak masih ada kesalah sedikit dalam penayangan dan ketikan. Tapi saya sudah bersyukur dan memohon ampun atas kelalaian saya. Saya merasa malu dengan apa yang saya lakukan. Ini juga pelajaran bagi saya, untuk kedepannya agak dalam SETIAP pelayan baik itu sesederhana apapun, saya harus melakukannya dengan sepenuh hati dan sengan motivasi yang bertujuan untuk memuliakan Tuhan. Thank's God .....
0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget