Jumat, 25 November 2016
Home
Unlabelled
Haruskah atau Relakah ?
Haruskah atau Relakah ?
Tanpa terasa saat ini sudah memasuki akhir semester. Hal ini ditandai dengan persiapan menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS). Beberapa tugas yang menjadi syarat mata perkuliahan telah saya selesaikan. Saya juga mulai mempersiapkan diri dengan mereview kembali apa yang sudah dipelajari untuk menghadapi soal-soal ujian nanti. Tetapi yang menjadi pertanyaan bagi saya, (pertanyaan ini saya dapatkan setelah mendengar khotbah dosen pada ibadah chapel pagi) apakah saya selama ini melakukan segala sesuatu di kampus ini dengan kerelaan hati atau karena suatu keharusan ? Apakah tuntutan akademik membuat saya untuk membaca Alkitab, baca buku Teologi, saat teduh setiap pagi dll ? Pertanyaan inilah yang menjadi refleksi saya menjelang akhir semester ini, apakah saya mendasari diri saya dengan kerelaan untuk melakukan semuanya itu atau suatu keharusan. Kiranya setiap Firman Tuhan yang saya baca, pengetahuan yang saya pelajari, dan perenungan setiap hari dalam saat teduh saya boleh membawa saya semakin dekat dengan Tuhan dengan didasari kerelaan hati untuk setiap hari mau dibentuk oleh Tuhan. Yesaya 50:4 menuliskan bahwa dirinya (Yesaya) setiap hari datang kepada Tuhan agar diberikan lidah seorang murid, dan dipertajam pendengarannya supaya dapat mendengar seperti seorang murid. Padahal status yang disandang Yesaya adalah seorang Rabi, tetapi ia merendahkan dirinya dihadapan Tuhan mau dibentuh oleh-Nya setiap hari.
"Tuhan Allah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid." Yesaya 50:4
Haruskah atau Relakah ?
Reviewed by WillSin
on
16.28
Rating: 5
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar