Senin, 24 Oktober 2011


Kita boleh berencana tetapi Tuhan yang menentukan. Itulah yang saya alami beberap bulan terakhir ini. Cerita begini, menjelang berakhirnya kontrakan rumah saya. Kami sekeluarga berencana mencari rumah lain untuk temat tinggal, dikarenakan pemilik rumah yang saya tempati ini tidak ingin memperpanjang masa kontrakannya lagi. Rumah yang kami tempati hampir enam tahun lamanya itupun harus kami tinggalkan. Berbagai macam cara sudah kami lakukan agar "sang pemilik" memperpanjang masa kontrakannya minimal tiga tahun lagi. namun apa mau dikata, pemilik bersikukuh untuk tidak memperpanjang.

Maka dimulailah perburuan kami mencari rumah baru. Menurut perhitungan kondisi keuangan kami, kami berencana membeli sebuah rumah kecil. Sehingga kami tidak perlu repot-repot pindah-pindah rumah lagi. Kami mencari-cari dari beberapa perumahan-perumahan yang ada yang tentunya sesuai budjet kami. Kami sudah berandai-andai memiliki rumah sendiri. Tapi, proses perjalanan menuju ke sana ternyata tidak mudah. Kami harus gagal dua kali ketika sampai pada tahap realisasi. Padahal batas waktu kontrakan kami hampir habis.

Namun, Tuhan menunjukkan cara Nya untuk menolong keluarga kami. Tepat sebulan sebelum masa kontrakan kami habis, kami mendapat rumah kontrakan baru tidak jauh dari rumah yang lama. Kami tampaknya harus bersabar lagi untuk kami memiliki rumah sendiri. Tapi kami tetap percaya Tuhan selalu memolong kami. Proses kami untuk mengotrak rumah baru berjalan mulus, dan sekarang saya sedang duduk di rumah baru menulis blog ini dengan semangat baru, harapan baru dimana saya percaya Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kami, pertolongannya selalu tepat pada waktunya. Meskipun jawaban yang Dia beri tidak sesuai dengan yang kita ingin, tetapi percayalah bahwa semuanya itu baik adanya. Kita hanya perlu percaya kepada Nya.
0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget