Sabtu, 31 Desember 2011















Tahun 2011 sebentar lagi akan berakhir. Dalam hitungan menit, beberapa saat lagi. Saya bersyukur tahun ini dapat saya lalui dengan baik. Banyak kejadian-kejadian yang terjadi baik suka maupun duka Saya bersyukur kepada Tuhan akan semua yang terjadi. Semua yang terjadi di dalam kehidupan saya selama setahun ini memiliki maksudnya sendiri-sendiri.

Tahun ini saya mendapat tanggung jawab untuk mengurus toko yang awalnya dirintis oleh adik saya. Tidak mudah untuk merintis, tapi tidak mudah juga untuk melanjutkan dan mengembangkan apa yang sudah dia mulai. Tahun ini saya juga mendapat kesempatan untuk melayani di bidang musik. Saya mendapat kesempatan melayani sebagai pianis di kebaktian pemuda, sekolah minggu, umum. Tahun ini juga saya juga menjalani hubungan dengan seseorang. Belum bisa saya sebutkan siapa dia, tetapi selama hampir setengah tahun ini semuanya berjalan lancar. Saya berharap bisa melanjutkannya.

Untuk tahun 2012, saya pasti punya harapan. Tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan berbagai impian-impian yang akan saya wujudkan. Namun saya mengambil satu hal yang paling mendasar dari semuanya itu. Memasuki tahun 2012 ini saya berkomitmen untuk mempercayakan hidup saya sepenuhnya di tangan Tuhan. Bukan hal mudah ketika melaksanakannya. Setiap keadaan mengharuskan saya untuk selalu melihat apa yang Tuhan inginkan dalam hidup saya. Saat keadaan senang dapatkan saya tetap setia? atau dalam keadaan susah dapatkan saya bersabar dan percaya pada Nya? Well semoga saya bisa melakukannya agar saya dapat melangkah lebih lagi di tahun ini. Selamat Tahun Baru 2012.
0

Selasa, 27 Desember 2011

Hari raya natal telah usai. Segala kemeriahan yang dipersiapkan selama beberapa bulan ini telah terbayar dengan hasil yang baik. Lilin natal telah dipadamkan, gemerlap lampu-lampu natal memang masih menyala tetapi tidak segemerlap ketika menyambut natal, dekorasi natal pun sudah mulai berganti di beberapa tempat, untuk menyambut tahun baru. Meskipun begitu, kehangatan dan kedamaian natal harus tetap ada sepanjang tahun. Makna natal yang kita rasakan kemarin harus menjadi awal dan tetap bersinar sepanjang tahun dpean yang akan kita lalui.

Lilin boleh padam, tetapi cahaya Tuhan dalam hati kita tidak boleh padam. Ia harus selalu menyinari hati kita sepanjang hari demi hari yang kita lalui. Dekorasi natal boleh berganti, namun hati kita akan selalu ingat akan kelahiran Tuhan Yesus Kristus yang datang ke dunia untuk menebus umat manusia. Kelak jika pohon natal pun sudah dirapikan kembali kedalam kotak penyimpanannya, hati kita tidak boleh ikut tersimpan juga. Oleh karena itu, kiranya damai natal selalu menyertai kita.
0

Sabtu, 24 Desember 2011


Ibadah natal semalam benar-benar luar biasa. Persiapan yang begitu panjang terbayar dengar hasil yang bagus. Puji Tuhan semuanya berjalan dengan baik. Sempat ada kekuatiran akan apa yang terjadi, namun semuanya berjalan dengan sempurna. Mungkin kekuatiran-kekuatiran yang ada membuat kita harus lebih banyak belajar bagaimana mempercayakan hidup kita pada Tuhan. Karena sesuai kotbah dalam ibadah natal semalam, Imanuel-Allah Beserta Kita. Kotbah natal yang disampaikan oleh Ev. Gumulya benar - benar mengajarkan saya tentang bagaimana orang kristen seharusnya hidup. Hidup yang harus memiliki hubungan pribadi yang erat dengan Tuhan. Karena dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia ini, kita harus memiliki kedekatan yang erat dengan Nya. Kita tidak tau tantangan apa yang kita hadapi, tetapi kita harus percaya bahwa Allah selalu beserta kita.

Seperti kekuatiran-kekuatiran yang muncul sebelum ibadah natal dilaksanakan, yang membuat kita harus percaya dan bersabar. Tuhan Yesus Kristus hadir ke dalam dunia ini juga memiliki makna yang sama. Ia datang dalam rupa bayi, dan dalam kesederhanaan. Hal itu dimaksudkan agar kita bersabar dan menunggu. Kesulitan-kesulitan di dunia ini memang seringkali membuat kita kuatir dan cemas dengan apa yang akan terjadi, dan satu-satunya cara adalah mempercayakan hidup kita ini kepada Nya karena Allah beserta kita.

Well melalui natal kali ini marilah kita bersama-sama melihat hidup kita. Apakah kesibukan-kesibukan kita seringkali mengusik kedekatan kita dengan Allah? Ambilah waktu dengan "mencabut" hubungan kita dengan segala keruwetan dunia ini, dan dekatkan diri dengan Tuhan. Agar kita dikuatkan Nya, diberi kessabaran untuk kita boleh kembali "menancapkan" diri kita di dunia ini dan memacarkan terang Kristus. Ingatlah Allah beserta kita. Selamat Natal 2011

0

Minggu, 11 Desember 2011

Minggu kemarin benar-benar menjadi minggu yang penuh peristiwa. Minggu yang padat juga karena saya kebagian jatah bermusik di hari minggunya. Sampai-sampai, setelah semuanya selasai saya baru menyadari kalau kepala saya sakit, sakit karena banyaknya hal yang terjadi begitu banyak.

Minggu kemarin saya mengalami kecelakaan sepeda motor, yang membuat saya tidak habis pikir adalah kejadian yang menimpa saya itu terjadi dua kali. Kurun waktunya begitu singkat hanya berselang dua hari. Kejadian pertama terjadi ketika adik saya yang mengendarai seeda motornya. Kami bersenggolan dengan bak mobil pickup yang menyebabkan hilang kendali dan jatuh. Hanya luka-luka di kaki pada adik saya dan terkilir di lengan kiri pada saya. Sedangkan pada motornya hanya goresan kecil dan bengkok di handel rem depan. Kecelakaan ini saja sudah membuat saya lebih berhati-hati dalkam mengendarai sepeda motor, sedangkan buat adik saya kecelakaan ini membuatnya berpikir ulang untuk meminta sepeda motor pribadi.

Setelah saya memperbaiki handel sepeda motor saya agar kembali normal, saya mulai kembali dalam aktivitas saya seperti biasa. Rasanya belum hilang ingatan saya jatuh dari motor, saya harus mengalaminya lagi. Kali ini saya sendiri dan saya sampai terguling-guling di tengah jalan dua kali sembelum kembali berdiri dan meminggirkan kendaraan saya. Pertama kali yang terlintas di pikiran saya adalah, kenapa terjadi lagi, dan Kenapa begitu cepat kejadiannya terjadi. Saya menghela napas dalam-dalam setelah kejadian ini terjadi. saya melihat kondisi motor saya, saya mulai merasakan sakit-sakit di tangan kiri saya, dan saya melihat jam tangan saya pecah!

Dari dua kejadian ini, saya mendapat pelajaran berharga tentang bagaimana bersyukur. Bersyukur dalam segala hal yang terjadi. Meskipun mengalami kecelakaan, saya bersyukur ketika saya terjatuh (dua kali) tidak ada mobil atau motor yang melintas. Saya bersyukur hanya mengalami luka-luka kecil, saya juga bersyukur motor saya hanya "luka" ringan. Saya juga diingatkan kalau hidup saya sudah Tuhan selamatkan. Seperti jam tangan saya, meskipun kaca luarnya rusak dan talinya putus, namun putaran jamnya masih berjalan dan tetap tepat waktu. Seperti Tuhan yang datang ke dunia ini untuk menyelamatkan hidup kita semua.
0

Sabtu, 10 Desember 2011

Minggu pagi ini ada sebuah momen yang benar-benar tak terlupakan bagi saya. Sudah lama kami tidak berkumpul bersama seperti ini. Pagi ini kami bersiap untuk ke gereja seperti biasa, tetapi ada yang spesial kali ini. Adik saya yang selama ini berkuliah dan tinggal di asrama ada bersama kami. Memang dia telah selesai UAS dan tidak ada lagi kegiatan di kampusnya. Jadi Dia pulang untuk berkumpul bersama keluarga. Sambil mendengarkan musik natal, ditemani pohon natal dengan lampu natal yang berkelap-kelip dan obrolan seputar natal, ini merupakan momen yang sangat berharga. Momen natal yang sungguh-sungguh berharga. Terima Kasih Tuhan.
0

Minggu pagi ini ada sebuah momen yang benar-benar tak terlupakan bagi saya. Sudah lama kami tidak berkumpul bersama seperti ini. Pagi ini kami bersiap untuk ke gereja seperti biasa, tetapi ada yang spesial kali ini. Adik saya yang selama ini berkuliah dan tinggal di asrama ada bersama kami. Memang dia telah selesai UAS dan tidak ada lagi kegiatan di kampusnya. Jadi Dia pulang untuk berkumpul bersama keluarga. Sambil mendengarkan musik natal, ditemani pohon natal dengan lampu natal yang berkelap-kelip dan obrolan seputar natal, ini merupakan momen yang sangat berharga. Momen natal yang sungguh-sungguh berharga. Terima Kasih Tuhan.
0

Kamis, 24 November 2011

Apa yang kamu rasakan jika pemberianmu kepada seseorang tidak digunakan dengan baik atau malah disia-siakan? Pastinya kamu akan sangat kecewa sekali atau bahkan marah. Begitu juga dengan Allah Bapa kita yang mengaruniakan kita berbagai macam talenta kepada kita, namun kita tidak menggunakannya itu dengan sebaik-baiknya untuk kemuliaan nama-Nya. Saya sepertinya harus lebih menyadari hal tersebut. Saya diberi "bonus" oleh Tuhan beberapa tahun terakhir ini sebuah talenta bermain musik yaitu piano. Awalnya hanya karena kondisi komisi pemuda di tempat saya waktu itu minim pemain piano, saya akhirnya memutuskan untuk belajar. Puji Tuhan saya boleh sampai di tahap seperti sekarang ini. Meskipun saya sudah tidak berada di komisi pemuda saya yang dulu lagi, dan berada di komisi pemuda yang baru dimana pemain musiknya bisa dikatakan cukup. Saya toh, tidak dapat pensiun dari belajar piano. Saya merasa di tempat saya yang baru ini kemampuan saya bermain piano tidak begitu dibutuhkan, hanya untuk pelengkap saja. Jadinya saya tidak punya hasrat lagi untuk memperdalam ilmu yang saya miliki. Namun, sepertinya saya sedang ditegur oleh sang pemilik talenta, Ia merasa saya telah menyia-nyiakan apa yang telah diberikan-Nya. Sepertinya saya sengaja diberikan keadaan-keadaan yang memaksa saya untuk mau-tidak mau tekun lagi dengan piano, seperti yang dulu saya lakukan. Saya seperti diberikan tantangan-tantangan baru yang mengharuskan saya meng-upgrade kemampuan bermain musik saya.Well, meskipun terasa berat harus berlatih lagi seperti dulu. Tampaknya Tuhan ingin saya tidak menyia-nyiakan apa yang telah diberikan-Nya.

Satu hal yang membuat saya bersemangat adalah penyertaan Tuhan yang selalu setiap saat. Saat saya melihat kebelakang apa yang telah saya lakukan, saya tidak pecaya kalau saya telah bisa melewatinya. Bagaimana mungkin anak yang sejak kecil nilai seni menyanyinya selalu jelek sekarang bisa main piano mengiringi orang menyanyi? Well, itulah Tuhan kita, tidak ada yang mustahil bagi Dia dan semua yang saya lakukan itu adalah hanya agar nama Tuhan Yesus yang dipermuliakan, hanya nama-Nya.
0

Sabtu, 12 November 2011

Panitia sudah terbentuk, waktu dan tanggal sudah ditetapkan, acara sudah disiapkan, dan latihan sudah dimulai. Well, kira-kira itulah beberapa diantara kesibukan-kesibukan menjelang natal. Dalam natal kali ini saya cukup berperan aktif, selain sebagai panitia. Saya juga diikutsertakan dalam pemain drama dan choir. Memang dari tahun ke tahun hari natal selalu menghadirkan cerita sendiri buat saya. Apalagi tahun ini natal kedua saya menjalaninya di kota Lawang ini. Seru ! so pasti dan tentunya sangat berkesan. Begitu juga dengan natal-natal tahun-tahun kemarin.

Satu hal yang tidak pernah berubah (dan tentunya) adalah pohon natal. Tadi ketika selesai kebaktian, saya melihat pohon natal sudah terpasang di aula gereja kami. Itu Tandanya Hari Natal sudah semakin dekat saja. Semoga segala kesibukan kita menjelang natal ini tidak membuat kita melupakan esensi sesungguhnya dari natal. Dimana melalui natal Tuhan menunjukkan kasih-Nya yang besar dengna mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal Tuhan Yesus Kristus untuk lahir di dunia ini menyelamatkan kita. Welcome Christmas Everyone !!!!
0

Rabu, 02 November 2011





















Ketika saya sedang menulis sebuah surat, saya terkejut saat hendak menulis tanggal surat tersebut. Saya baru sadar ini sudah bulan sebelas!!! Saya terbengong beberapa saat dan merasa tidak percaya bahwa sekarang kita sudah berada di penghujung tahun. Rasanya baru kemarin saya merasakan gegap gempitanya suara terompet orang-orang menyambut tahun baru, dan sekarang ternyata sudah mau merayakannya lagi. Waktu satu tahun terasa begitu cepat berlalu. Ini juga menjadi peringatan bagi saya agar saya mengevaluasi lagi apa yang sudah saya kerjakan sepanjang tahun ini.

Banyak target yang saya rencanakan awal tahun tapi belum tercapai, tetapi banyak juga target yang tidak terpikirkan sebelumnya malahan justru tercapai. Banyak kejadian yang kami alami juga tahun ini, dan saya bersyukur untuk semuanya itu. Saya bersyukur adik saya bisa diterima di Sekolah Tinggi jurusan musik tahun ini, dan saya bersyukur suksesi kepemipinan usaha yang awalnya dipegang adik saya berjalan lancar setelah saya mengambil kendali. Meskipun banyak yang masih harus diperbaiki. Saya beersyukur juga untuk tempat tinggal baru yang kami tempati sekarang. Saya bersyukur meskipun masih ngontrak, tetapi kami percaya tidak lama lagi kami akan memiliki rumah sendiri. Saya juga bersyukur untuk pelayanan yang Tuhan percayakan di gereja, baik di umum, pemuda, atau sekolah minggu. Saya bersyukur untuk semuanya itu, dan saya percaya Tuhan akan selalu menyertai langkah kami kedepan ke tahun baru yang sebentar lagi akan kita songsong bersama. Karena hanya kepada -Nya lah kami semua berharap.
0

Senin, 24 Oktober 2011


Kita boleh berencana tetapi Tuhan yang menentukan. Itulah yang saya alami beberap bulan terakhir ini. Cerita begini, menjelang berakhirnya kontrakan rumah saya. Kami sekeluarga berencana mencari rumah lain untuk temat tinggal, dikarenakan pemilik rumah yang saya tempati ini tidak ingin memperpanjang masa kontrakannya lagi. Rumah yang kami tempati hampir enam tahun lamanya itupun harus kami tinggalkan. Berbagai macam cara sudah kami lakukan agar "sang pemilik" memperpanjang masa kontrakannya minimal tiga tahun lagi. namun apa mau dikata, pemilik bersikukuh untuk tidak memperpanjang.

Maka dimulailah perburuan kami mencari rumah baru. Menurut perhitungan kondisi keuangan kami, kami berencana membeli sebuah rumah kecil. Sehingga kami tidak perlu repot-repot pindah-pindah rumah lagi. Kami mencari-cari dari beberapa perumahan-perumahan yang ada yang tentunya sesuai budjet kami. Kami sudah berandai-andai memiliki rumah sendiri. Tapi, proses perjalanan menuju ke sana ternyata tidak mudah. Kami harus gagal dua kali ketika sampai pada tahap realisasi. Padahal batas waktu kontrakan kami hampir habis.

Namun, Tuhan menunjukkan cara Nya untuk menolong keluarga kami. Tepat sebulan sebelum masa kontrakan kami habis, kami mendapat rumah kontrakan baru tidak jauh dari rumah yang lama. Kami tampaknya harus bersabar lagi untuk kami memiliki rumah sendiri. Tapi kami tetap percaya Tuhan selalu memolong kami. Proses kami untuk mengotrak rumah baru berjalan mulus, dan sekarang saya sedang duduk di rumah baru menulis blog ini dengan semangat baru, harapan baru dimana saya percaya Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kami, pertolongannya selalu tepat pada waktunya. Meskipun jawaban yang Dia beri tidak sesuai dengan yang kita ingin, tetapi percayalah bahwa semuanya itu baik adanya. Kita hanya perlu percaya kepada Nya.
0

Kamis, 22 September 2011

Sudah sejak libur idul fitri kemarin keluarga kami ditinggal pembantu rumah tangga. Ternyata keadaan tersebut berlanjut sampai sekarang, karena pembantu rumah tangga kami memutuskan untuk bekerja di luar kota. Well, mau gimana lagi itu keputusannya yang kami juga tidak bisa cegah. Keadaan tersebut membuat kami sedikit kerepotan untuk menyelesaikan tuggas rumah tangga. Selain harus sibuk di toko, saya dan mama harus berjibaku di rumha untuk menyelesaikan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci baju, menyapu, dan mengepel lantai. Awalnya berat, tetapi setelah hampir satu bulan berjalan kami mulai bisa membiasakan diri. Saya sendiri bahkan merasakan ada manfaat yang di dapat dari keadaan ini. Saya jadi lebih disiplin terhadap waktu, mengingat pekerjaan yang banyak menanti setiap harinya. Setiap hari saya jadi punya kebiasaan bangun lebih pagi dari biasanya, dan tidur lebih awal. Selain itu kami juga dapat menghemat pengeluaran untuk membayar pembantu rumah tangga. So, suatu keadaan yang awalanya tidak enak dan berat bagi saya menjadi bermanfaat saat saya bisa mengambil keuntungan dari keadaan tersebut.
0

Senin, 19 September 2011



Lagu ini awalnya atidak menarik perhatian saya karena pada awal-awal lagu ini, mirip dengan lagu sebuah band di Indonesia. Tapi Mendengar beberapa kali mama saya memainkannya di piano, sayapun jadi penasara untuk belajar lagu ini. Ternyata lagu ini memiliki makna yang mendalam. Baik lirik maupun alunan nadanya sangat menyentuk. Lagu ini mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita tidak luput dari sepengetahuan Tuhan Yesus Kristus. Memang terkadang ada saat-saat dimana kita berada di bawah dan ada saat kita berada di atas. Tapi dari semuanya itu, kita harus tahu bahwa yang terjadi adalah rancangan-Nya, dan rancangan Tuhan selalu Indah.
0

Minggu, 11 September 2011

Liburan Idul Fitri 1432 H yang jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011 kemarin, menyisahkan banyak cerita tentunya bagi banyak orang. Tidak terkecuali saya yang menghabiskan liburan dengan "berjibaku" di toko selama libur lebaran. Memang jumlah pembeli di toko meningkat tajam ketika musim liburan seperti itu, apalagi banyak toko-toko lain yang tutup. Saya sampai kehabisan stok barang ketika libur lebarang tersebut, dan harus mencarinya ke berbagai dealer terdekat. Maklum dealer-dealer resmi banyak yang tutup beberapa hari menjelang hari H sampai beberapa hari sesudah hari H.

Hari itu hari selasa, kita saya memutuskan untuk membeli beerbagai asesoris yang di toko yang sudah kosong. Saya pergi ke Malang di tempat saya biasa berbelanja barang tersebut. Untungnya sudah buka, karena pada hari Sabtu kemarin, saya datang kesana dengan kondisi tokonya masih tutup. Ketika sampai di parkiran, saya terkejut dengan seorang tukang parkir yang ada di depat saya. Tidak saya lagi dia adalah teman saya ketika sama-sama di Komisi Pemuda waktu saya SMA. Saya menyapa dia, dan untungnya langsung mengenali saya. Agak kaget dengan penampilannya sekarang. Dengan celana jeans pendek dan sedikit kumal plus kaus hitam dan rompi kuning khas tukang parkir. Sudah lama sekali saya tidak bertemu dengan dia. Bahkan selama ini saya sering ke toko itu, saya tidak pernah menjumpainya. Benar-benar kebetulan sekali saya bisa berjumpa dengan dia sekarang. Saya langsung menanyai kabarnya, dan dia bilang kalau dia kerja di sini bergantian dengan kakaknya. Karena kendaraan sedikit rame pada saat itu jadinya dia tidak sempat berbicara banyak saat itu. Akhirnya saya pamit ke dalam untuk menyelesaikan urusan saya dulu.

Setelah selesai membeli beberapa asesoris untuk kebutuhan di toko saya. Saya menuju keluar untuk menemuinya lagi. Saya membelikannya segelas minuman dingin dan kami sama-sama duduk di tempat dia biasa istirahat untuk mengobrol. Dari percakapan yang kami lakukan (meskipun tidak lama karena kesibukannya juga) saya jadi sedikit tahu tentang pekerjaannya. Baik itu jam kerjanya, penghasilannya, aktivitasnya setelah bekerja. Saya juga sempat menanyainya apakah dia masih ke Komisi Pemuda seperti dulu. Dia bilang kalau pekerjaannya membuatnya sulit untuk aktif seperti dulu lagi di Komisi Pemuda, sambil tentunya berbagai alasan lain. Tapi dari percakapa itu juga saya sadar kalau selama ini saya banyak menyianyiakan waktu yang diberikan Tuhan. Seringkali saya melas-malasan padahal banyak wkatu yang dapat saya gunakan baik untuk belajar piano, membaca buku, pergi doa pagi. Dengan alasan lelah setelah seharian di toko saya jadi enggan mengerjakan kkegiatan lainnya. Bagaimana jika saya ada di posisi teman saya itu, yang harus setiap hari panas, dingin, terik, hujan harus bekerja. Apakah saya masih sempat untuk melakukan sesuatu lagi? Ini merupakan perenungan bagi saya untuk hari-hari ke depan agar waktu yang Tuhan Yesus berikan tidak saya sia-siakan.
0

Sabtu, 30 Juli 2011

Tidak seperti hari-hari biasanya, dalam seminggu ini suasana perdagangan di tempat saya (dan mungkin beberapa tempat di sekitarnya) mengalami penurunan. Entah mungkin karena tanggal tua atau orang-orang pada sibuk untuk menyiapkan bulan puasa yang sudah di depan mata. Saya hampir putus asa melihat kondisi perdagangan ini, mau bagaimana kedepannya. Apalagi kebutuhan semakin meningkat. Tetapi, pagi ini saya mendapat satu motivasi yang membuat saya kuat lagi untuk menjalani hari-hari kedepan.

Berawal dari salah seorang langganan saya yang pagi ini datang. Ia adalah seorang terapis di Rumah Sakit Jiwa Dr.. Yang katanya merupakan rumah sakit jiwa terbesar di Asia Tenggara. Ia memang sering datang ke toko saya untuk mengconvert data yang ada di dalam handphonenya ke dalam bentuk vcd. Sambil menunggu proses burning, Ia bercerita-cerita mengenai kesehariannya di RSJ. Mulai dari mengurusi pasien, kegiatan rutinitas mereka, sampai membina para mahasiswa praktek di RSJ tersebut. Pada kesempatan tersebut, Ia juga menceritakan tentang moto hidupnya yang membuatnya bisa mengabdi di Rumah Sakit tersebut selama belasan tahun. Ia mengatakan bahwa proses untuk menjadi sukses itu berjalan selangkah demi selangkah. Terpenting adalah bagaimana kita menjalaninya, apakah kita mau dan kuat untuk menjalaninya. Karena itu dalam prosesnya yang terpenting adalah kita harus menjalaninya dengan penuh senyuman apapun yang kita alami.

Saya merasa termotivasi dengan ucapannya. Karena tidak mudah mengabdi selama belasan tahun di Rumah Sakit Jiwa yang setiap harinya harus bertemu pasien-pasien yang "tidak waras" dan tidak mempedulikan kita. Tapi moto hidupnya membuat saya lebih bersemangat lagi menjalani "proses" untuk selangkah demi selangkah maju.
0

Rabu, 27 Juli 2011








Setiap bangun pagi, kegiatan yang pertama saya pertama kali saya lakukan adalah saat teduh. Kegiatan ini sudah saya jalani selama beberapa tahun belakangan ini. Tapi bukannya tanpa absen saya bersaat teduh, termasuk pagi hari ini. Sebenarnya saya tidak bangun kesiangan, namun karena keasyikan download via Blackberry, saya jadi kesiangan. Apalagi saya harus mengantar adik saya bertanding pagi itu.

Siang hari ketika saya mampir ke rumah. Saya menyempatkan diri untuk membaca renungan yang tadi pagi saya lewatkan. Dari bacaan tersebut saya benar-benar mendapat pelajaran berharga tentang kehidupan kekristenan. Bacaaan tersebut bercerita tentang kehidupan kita seperti berjalan di tengah hutan yang sangat luas dan rindang. Kita tidak tahu harus kemana, karena jalan begitu gelap dan bisa membuat kita tersesat. Satu hal yang bisa kita lakukan adalah berjalan dengan orang yang telah mengenal hutan tersebut. Agar kita bisa keluar selamat dari hutan itu. Sama seperti kehidupan kita dimana Tuhan yang meprakarsai kehidupan kita, kita harus melalui hidup ini bersama-Nya dan mengakhirinya hidup kita dalam nama-Nya juga. Dialah yang mengenal dunia ini. Untuk itu, kita harus berjalan bersama Dia agar kita dapat selamat. Tapi yang harus diingat, Tuhan memimpin kita selangkah demi selangkah. Ia tidak akan langsung memberi petunjuk berapa belokan, berapa tanjakan, berapa lembah ataupun jurang yang kita lalui. Kita harus percaya pada tuntunannya, karena Ia Yang Maha Tahu, dan Ia punya rancangan yang indah bagi masing-masing pribadi. Syaratnnya untuk dapat berjalan dengan tuntunan-Nya adalah kita harus dekat dengan Tuhan. Bagaimana kita bisa merasakan petunjuk dari Tuhan untuk melalui kehidupan ini kalau kita tidak dekat dengan-Nya?

0

Minggu, 24 Juli 2011

Tepat mulai kemarin, adik saya sudah melanjutkn apa yang dicita-citakannya sejak lama. Masuk ke sekolah musik. Dia akhirnya berhasil lulus tes dan menjadi bagian untuk dididik dan diperlengkapi kemampuan musiknya, khususnya musik gereja. Tapi bukan hal itu yang akan saya tulis pada postingan kali ini. Melainkan "pekerjaan-pekerjaan" yang harus saya gantikan.

Selain tugas-tugasnya di toko yang memang saya tau dan sudah saya persiapkan untuk saya gantikan, ada lagi tugas-tugasnya di gereja yang beberapa harus saya ganti. Salah satunya pemusik. Memang kemampuan bermusik saya dibanding dirinya berbeda cukup jauh (hal itu yang mendasari saya untuk tidak masuk sekolah musik juga....). Tapi mau tidak mau saya harus menggantikannya. Tetapi selama di Lampung Tuhan telah mempersiapkan saya untuk saat - saat ini. Saya telah belajar bermusik, khususnya bermain piano. Suatu hal yang dulunya tidak pernah saya bayangkan.

Bukan berarti menggantikan tugas-tugas adik saya membuat saya merasa hebat. Namun membuat saya harus lebih bekerja keras lagi berlatih berbagai macam lagu. Maklum, mungkin ketika dulu saya di Lampung saya masih dimaklumi karena tergolong anak baru dalam bermain piano. Tetapi sekarang tidak lagi. Tiga tahun sedah berlalu dan saya seharusnya sudah memiliki kemampuan yang lebih baik andai....... Saya berlatih. Itulah yang harus saya lakukan, berlatih setiap hari memperlengkapi kemampuan saya.

0

Jumat, 15 Juli 2011

Sebentar lagi, segala rutinitas dan kegiatan saya akan mengalami perubahan yang cukup besar. Hal ini disebabkan karena adik saya, yang selama ini memegan peranan besar di toko akan melanjutkan studinya. Ia akan melanjutkan studi di bidang musik gerajawi. Well, it's His choice. Saya tidak bisa mencegahnya, Ia telah memilih jalannya sendiri. Toh, kami juga tidak bisa selamanya berusaha bersama-sama seperti sekarang. Ketika saatnya berkeluarga kelak, pastinya masing-masing dari kami "harus" memiliki kariernya masing-masing. Namun proses yang dijalaninya tidak mudah. Toko yang yang sudah dirintis adik saya selama hampir 3 tahun ini diserahkan kepada saya untuk meneruskannya. Bukan hal mudah, tapi bukan hal yang mustahil. Saya harus bisa melanjutkan dan mengembangkannya dengan berbagai inovasi-inovasi yang akan memajukan toko ini. Berada dalam bayang-bayang seseorang memang tidak mudah, orang-orang yang datang ketoko lebih mengenal adik saya (karena dia yang merintisnya) dan orang sering membanding-bandingkan kemampuan saya dalam mengelola toko ini. Bagi saya itu merupakan tantangan yang harus saya hadapi. Saya hadapi bukan dengan "menjiplak" apa yang sudah dilakukan adik saya (memang ada sebagian...) tapi saya melakukan dengan cara saya sendiri. Dengan tentunya selalu menyerahkan semuanya kepada Tuhan Yesus. Karena apa yang kami capai hingga sampai sekarang ini semua itu karena anugrah Nya saja. Segala berkat dan penyertaan Nya yang selalu menyertai usaha kami. Segala apa yang saya lakukan, saya serahkan kedalam tangan Nya. Karena saya percaya sepenuhnya dengan apa yang Tuhan telah perbuat bagi kehidupan saya, bagi kami sekeluarga. Just only by His grace.

0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget