Minggu, 26 Juni 2011


Entah kenapa tiba-tiba saya ingin sekali menulis blog ini. Padahal, ketika bangun pagi ini. Pikiran saya sudah dipenuhi olehberbagai macam hal yang belum saya lakukan untuk kegiatan rekreasi keluarga besok. Ya, gereja saya mengadakan rekreasi keluarga dan saya ambil bagian didalamnya sebagai panitia. Tetapi, renungan yang saya baca tadi membuat saya sejenak melupakannya dan dibawa kedalam kenangan tentang masa lalu saya. Pikiran saya dibawa ke memori hampir sebelas tahun silam, ketika keluarga kami harus menerima kenyataan bahwa kami ditinggal oleh ayah tercinta. Ya, kematiaanya yang tiba-tiba membuat kami sekeluarga
mendapat guncangan hebat. Saya yang saat itu kelas 6 SD, dan sedang sibuk mencari sekolah menengah pertama yang cocok buat saya harus pasrah saat semua impian saya untuk melanjutkan sekolah di Kota Bandar Lampung sirna. Saat itu pasca kematiaan ayah saya
kami sekeluarga memutuskan pindah. Keputusan yang lumrah bagi seorang ibu yang kehilangan suaminya secara mendadak dan tiba-tiba harus sendirian menghidupi ketiga anaknya. Keputusan untuk melupakan semua itu dan memulai semuanya dari awal lagi.

Mulai saat itu kami mulai menjalani kehidupan yang lain daripada biasanya. Kami berpindah-pindah kota, benpencar satu dengan lainnya. Sampai akhirnya kami menetap disini di Kota Lawang ini, memulai membangun usaha kami lagi, dan berkumpul kembali. Namun bukan itu
intinya. Justru didalam perjalanan hingga kami sampai sekarang inilah, kami benar-benar merasakan karya Tuhan yang begitu luar biasa dalam kehidupan kami. Kami sekeluarga dibentuk satu-persatu melalui cara Tuhan yang dahsyat. Memang kadang saya mengeluh melihat teman saya yang sejak kecil hingga sampai seumur saya tinggal di rumah yang sama, memiliki beribu-ribu kenangan waktu kecil di rumah itu, atau memiliki banyak teman yang sejak kecil menemani mereka. Tapi itu bukan hal yang besar lagi bagi saya. Karena
saya yakin dan semakin yakin bahwa Tuhan selalu memberi yang terbaik. Ya, mungkin jika perjalanan kami sekeluarga dijadikan sebuah film dan kami tonton bersama. Maka kami akan terkagum-kagum dan terheran-heran dengan cara Tuhan memelihara kami. Ia selalu senantiasa
menyertai dan tidak pernah meninggalkan kami.

Hal inilah yang akan terus menjadi pelajaran saya untuk menjalani hari-hari kedepan. Meskipun orang bilang kehidupan makin lama makin susah, tantangan semakin berat. Namun saya percaya Tuhan Yesus selalu menyertai setiap langkah saya, dan yang terpenting selalu mempercayakan kehidupan ini pada Nya.
0

Selasa, 21 Juni 2011















Sebagai seorang pecinta, dan pemain basket. Sepatu adalah salah satu elemen penting yang menunjang peforma pemain. Sepatu basket lama saya sudah menemani saya bermain sejak hampir 4 tahun. Jadi adalah hal yang wajar jika kondisinya sedikit mengenaskan. Banyak tambalan disana-sini, bekas jahitan dan sobek-sobek di berbagai bagian.

Saat hendak membeli yang baru, saya dibuat bingung karena banyaknya pilihan yang saya inginkan. Tapi memang terkadang, model yang saya ingini terhadang oleh dana yang terbatas. Akhirnya setelah berburu hampir satu bulan, saya menemukan model yang pas. Baik secara budjet, warna, dan tipe. Awalnya saya tidak memperhitungkan sepatu dari merek ini. Beberapa merek lain yang justru menjadi incaran saya. Namun sepatu ini langsung menarik perhatian saya pada pandangan pertama ketika beberapa alternatif saya berguguran.

Saya tampaknya sudah tidak sabar lagi kembali beraksi dilapangan dengan sepatu baru yang membuat saya semakin pede di lapangan.
0

Senin, 13 Juni 2011


Di usianya yang ke 38 tahun, Jason Kidd akhirnya melengkapi karirnya dengan gelar juara NBA. Sejak memulai karirnya di NBA pada 1994 di Dallas Mavericks. Ia kemudian berpindah pindah klub dari Phoneix Suns, New Jersey Nets, dan kembali lagi ke Mavs. Ia adalah pemain terbanyak kedua dalam perolehan assist di NBA (No 1 dipegang oleh raja assist NBA John Stockton).

Kedua pemain ini (Kidd dan Stockton) adalah pemain favorit saya. Selain karena saya berposisi sama dengan mereka ketika bermain (point guard), kedua pemain inipun memiliki tipe permainan yang bisa saya contoh. Permainan yang mengandalkan passing akurat dan visi permainan yang jelas. Namun, ada satu hal yang membuat Kidd sekarang berada di atas Stockton, yaitu gelar juara NBA. Gelar juara yang diraih pada musin 2011 ini setelah mengalahkan Miami Heat dengan Big Three nya (Dwayne Wade, Lebron James, dan Chris Bost). Well, saya rasa di usianya saat ini, Kidd sudah bisa pensiun dengan tenang dengan cincin juara NBA ditangannya. Congratulation Mavs, congratulation Kidd.
0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget