Entah kenapa tiba-tiba saya ingin sekali menulis blog ini. Padahal, ketika bangun pagi ini. Pikiran saya sudah dipenuhi olehberbagai macam hal yang belum saya lakukan untuk kegiatan rekreasi keluarga besok. Ya, gereja saya mengadakan rekreasi keluarga dan saya ambil bagian didalamnya sebagai panitia. Tetapi, renungan yang saya baca tadi membuat saya sejenak melupakannya dan dibawa kedalam kenangan tentang masa lalu saya. Pikiran saya dibawa ke memori hampir sebelas tahun silam, ketika keluarga kami harus menerima kenyataan bahwa kami ditinggal oleh ayah tercinta. Ya, kematiaanya yang tiba-tiba membuat kami sekeluarga
mendapat guncangan hebat. Saya yang saat itu kelas 6 SD, dan sedang sibuk mencari sekolah menengah pertama yang cocok buat saya harus pasrah saat semua impian saya untuk melanjutkan sekolah di Kota Bandar Lampung sirna. Saat itu pasca kematiaan ayah saya
kami sekeluarga memutuskan pindah. Keputusan yang lumrah bagi seorang ibu yang kehilangan suaminya secara mendadak dan tiba-tiba harus sendirian menghidupi ketiga anaknya. Keputusan untuk melupakan semua itu dan memulai semuanya dari awal lagi.
Mulai saat itu kami mulai menjalani kehidupan yang lain daripada biasanya. Kami berpindah-pindah kota, benpencar satu dengan lainnya. Sampai akhirnya kami menetap disini di Kota Lawang ini, memulai membangun usaha kami lagi, dan berkumpul kembali. Namun bukan itu
intinya. Justru didalam perjalanan hingga kami sampai sekarang inilah, kami benar-benar merasakan karya Tuhan yang begitu luar biasa dalam kehidupan kami. Kami sekeluarga dibentuk satu-persatu melalui cara Tuhan yang dahsyat. Memang kadang saya mengeluh melihat teman saya yang sejak kecil hingga sampai seumur saya tinggal di rumah yang sama, memiliki beribu-ribu kenangan waktu kecil di rumah itu, atau memiliki banyak teman yang sejak kecil menemani mereka. Tapi itu bukan hal yang besar lagi bagi saya. Karena
saya yakin dan semakin yakin bahwa Tuhan selalu memberi yang terbaik. Ya, mungkin jika perjalanan kami sekeluarga dijadikan sebuah film dan kami tonton bersama. Maka kami akan terkagum-kagum dan terheran-heran dengan cara Tuhan memelihara kami. Ia selalu senantiasa
menyertai dan tidak pernah meninggalkan kami.
Hal inilah yang akan terus menjadi pelajaran saya untuk menjalani hari-hari kedepan. Meskipun orang bilang kehidupan makin lama makin susah, tantangan semakin berat. Namun saya percaya Tuhan Yesus selalu menyertai setiap langkah saya, dan yang terpenting selalu mempercayakan kehidupan ini pada Nya.

