
Sore hari di hari senin, jadwalnya untuk merapikan nih rambut yang udh mengganggu. Pergi ke tempat biasa gw memotong rambut, dengan hairstyler yang biasa pula. Meskipun potongnya sedikit kurang seperti apa yang gw inginkan it's ok lah. Toh, nantinya rambut ini bisa panjang lagi. Memang gw seperti itu orangnnya, jarang complaint (atau gak berani?).
Seperti biasa pula, setelah selesai melakukan pembayaran gw selalu pergi ke toilet untuk merapikan kembali tatanan rambut sesuai dengan yang keinginan gw. Setelah itu berkeliling sebentar melihat-lihat pakaian, seperti yang biasa dilakukan gw ketika pergi memotong rambut. Semacam urutan kegitan yang sulit diubah.
Tapi yang berbeda kali ini, ketika turun dari eskalator untuk pulang, gw berpapasan dengan guru piano yang mengajar gw dulu (sekarang sudah digantikan). Dia orang yang pertama kali mengajak, memotivasi, dan mendorong gw untuk belajar dan pelayanan di bidang musik, khususnya piano. Pertemuan singkat yang membuat gw flashback lagi dengan apa yang gw komitmenkan ketika pertama kali ditawari untuk belajar piano. Sekarang, ya mungkin masih belum kelihatan betul sich hasilnya. Tapi satu hal yang patut gw syukuri kepada Tuhan adalah kesepatan untuk belajar,dan mengembangkan kemampuan gw di bidang musik, semua itu gw lakukan hanya untuk pelayanan kepada Tuhan. Karena gw tahu tanpa Dia yang telah memberi jalan, gw gak mungkin bisa bermain piano seperti sekarang. Bermimpi pu tidak. Thank's God to all you give to me.
