Selasa, 11 Januari 2011

Mungkin ini bukan yang pertama kali saya menuliskan tentang kegemaran saya untuk bangun pagi. Beberapa waktu lalu saya pernah menuliskan hal yang sama. Tapi, meskipun sudah menjadi kegemaran dan hal yang saya senangi. Toh tetap saja saya sulit melakukannya secara konsisten. Ada saja hal yang membuat saya "kesiangan" bangun. Entah itu keasyikan nonton film hingga larut malam, atau nungguin download file yang baru selesai tengah malam.

Bisa bangun pagi menurut saya adalah suatu awal yang baik untuk memulai hari. Saat saya bangun pagi saya bisa memulai sasuatu dengna lebih terencana, tidak terburu-buru. Saya memiliki waktu untuk bersaat teduh, mempersiapkan untuk menghadapi hari ini dengan lebih siap. Karena dengan bersaat teduh saya merasa hari yang saya lewati bagaimanapun senangnya atau beratnya saya dapat penyertaan dari Tuhan. Setelah bersaat teduh, saya bisa berolahraga agar hari saya lebih fresh. Sedikit mengeluarkan keringat sepertinya membuat saya lebih segar. Setelah itu saya bisa meschedule kegiatan saya hari ini hingga malam menjelang.

Well, kelihatannya mudah. Tapi butuh konsistensi. Ya, masalah yang selalu mengganggu saya adalah konsistensi dalam melakukan sesuatu. Susahnya minta ampun. Tapi saya berharap dengan tulisan saya kali ini bisa membuat saya selalu ingat untuk bangun pagi hari dan mengawali hari yang akan saya lewati dengan lebih siap.
0

Sabtu, 08 Januari 2011

Kemarin saya mengikuti ibadah Komisi Pemuda pertama kali di tahun 2011 ini. Tema yang dibahas pada waktu kotbah kemarinpun tidak jauh dari persiapan menghadapi tahun yang baru ini. Tapi bedanya, kali ini pengkotbah ingin kami semua yang hadir menceritakan apa yang kami semua rencanakan di tahun yang baru ini. Pengkotbah membagikan kertas yang berisi kolom-kolom berbagai bidang yang harus kami isi dengan rencana kami di tahun yang baru ini. Terutama yang ingin dicapai tahun 2011 ini tentunya. Kolom-kolom tersebut terdiri dari bidang ekonomi, sosial, budaya, pekerjaan, rohani, pendidikan, bahkan pasangan hidup.

Ketika saya menerima kertas tersebut dan hendak mengisinya, saya tersadar kalau tahun yang baru ini saya belum memiliki suatu hal yang spesifik yang ingin saya capai. Saya memang pernah menulis di blog ini tentang komitmen saya di tahun yang baru ini adalah "Tidak menyianyiakan waktu yang Tuhan berikan". Tapi setelah saya pikir kembali, apa yang harus saya lakukan agar saya tidak menyianyiakan waktu tersebut. Saya membutukan waktu yang cukup lama untuk selesai mengisi kertas tersebut dengan rencana yang akan saya capai tahun ini.

Setelah selesai semua, pengkotbah mengacak kertas-kertas kami dan menmanggilnya untuk dibacakan didepan. "Gawat !!" saya tidak yakin apakah rencana yang saya tulis merupakan rencana yang besar, yang pantas dibacakan didepan. Menurut saya itu cuma rencana kecil yang mungkin saya laksanakan tahun ini. Tapi setelah mendengar rencana yang akan dicapai teman-teman saya sadar kalau mereka juga sama seperti saya. Banyak khayalan-khalayan atau impian yang ingin mereka capai tahun ini. Seperti meningkatkan penghasilan, dapat pacar, gaji yang bertambah, bahkan ingin memiliki tubuh yang atletis.

Setelah selesai membacakan pengkotbah menyuruh kami untuk membuat prioritas dari apa yang sudah kami tulis. Ini lebih mudah dari sebelumnya karena saya sudah punya gambaran apa yang akan saya capai. Setelah itu pengkotbah mengingatkan agar semua rencana yang kita lakukan harus didasari oleh keyakinan kita pada Tuhan. Karena pada dasarnya kita adalah ciptaan Tuhan yang bertujuan untuk memuliakan Nya. Jadi jangan karena kita sudah menyusun rencana kita, lalu kita lupa akan prioritas kita yang terutama yaitu memuliakan Dia dalam setiap kegiatan kita apapun juga. Berikut ini rencana saya yang saya tulis kemarin, dan saya susun berdasarkan prioritasnya :
Rohani
Tidak pernah absen saat teduh.
Ket: Simpel tapi sulit, saya jadikan yang terutama karena Tuhan yang terutama, juga karena saat teduh saya lakukan pagi hari yang merupakan awal dari segalanya.

Kesehatan
Olahraga teratur.
Ket: Basket...basket..basket...dan basket. Itu yang saya ingin di tahun ini, selain olahraga penunjang lainnya tentunya.

Ekonomi
Menabung "minimal" 100k sebulan
Ket: Ketika akhir tahun nanti, saya ingin berkata "Ok, inilah hasil tabungan saya!"

Pendidikan
Baca buku "minimal" 1 buku sebulan
Ket: Well, saya paling suka membaca bografi orang-orang sukses, dan semuanya selalu suka baca buku. Itulah yang ingin saya tiru, menjadi sukses dengan baca buku. Buku bermutu tentunya.

Sosial
Punya teman baru kira-kira 50 orang
Ket: Banyak teman banyak rejeki......

Itulah rencana saya tahun ini, saya harap dengna ini saya bisa lebih fokus lagi untuk menjalankannya.
0

Sabtu, 01 Januari 2011

Tahun 2010 ditutup dengan sangat manis bagi saya ketika saya mendapat kesempatan untuk menjadi pemusik di kebaktian tutup tahun. Kebetulan kebaktian tutup tahunnya berlangsung dari pukul sembilan malam sampai tahun baru menjelang. Ini sekaligus sebuah "prelude" yang sangat berkesan bagi saya untuk mengawali tahun 2011 ini.

Tahun 2010 yang telah berlalu ini memang banyak memberikan kesan yang mendalam bagi saya. Karena saya meengalami beberapa perubahan besar dalam kehidupan saya. Jika selama hampir empat tahun belakangan ini saya tinggal di Lampung untuk bekerja, maka pada tahun 2010 ini saya "akhirnya" kembali ke Malang untuk berkumpul bersama keluarga saya dan memulai menjalani karir saya sendiri. Memang banyak yang harus saya lepaskan baik itu kehidupan saya di sana yang selalu berkecukupan, makanan yang "nikmat" dan berlebih, penghasilan saya, dan termasuk pelayanan saya di gereja. Di tempat yang baru ini saya belajar dari awal lagi, menyesuaikan lagi dengan kebiasaan masyarakat di sini, mencari komunitas baru, dan juga memulai pelayanan di gereja yang baru. Karena itu saya bersyukur mendapat kesempatan untuk pelayanan sebagai pemusik di kebaktian tutup tahun ini. Bukan karena kehebatan saya bermain musik, tapi saya percaya itu karena kebaikan Tuhan kepada saya.

Saya juga bersyukur untuk renungan di ibadah tutup tahun yang dimana pembicara mengajarkan untuk memaknai setiap hari-hari kita dengan lebih bijaksana. Saya jadi ingat dengan komitmen saya yang saya tulis di blog ini juga. Waktu itu saya berkomitmen untuk menjadikan hari-hari yang saya laluinya dengan lebih Meaningful, Useful dan Hopeful. Memang tidak semuanya saya bisa lakukan dengan konsisten sampai akhir tahun menjelang. Namun saya bersyukur Tuhan selalu mengingatkan saya ketika saya mulai menjauh darinya, ketika saya mulai malas membaca firman Tuhan, atau ketika saya cuma berdoa kalau mau makan saja.

Melalui tahun yang baru ini saya tidak terlalu mengkomitmenkan banyak hal. Hanya satu hal yang ingin saya jalankan di tahun yang baru ini, yaitu seperti yang ada di dalam Mazmur 90 : 12
"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikan, hingga kami beroleh hati yang bijaksana"
Agar setiap hari-hari yang saya lewati benar-benar saya tahu dan gunakan dengan sebaik-baiknya untuk memuliakan Tuhan, untuk mengembankan kemampuan yang diberikan Nya, dan menyenangkan Nya. Seperti pujian yang menjadi penutup renungan pada kebaktian tutup tahun yang sangat berkesan bagi saya. Sangat sederhana namun bermakna, agar saya tidak menyia-nyiakan waktu yang masih Tuhan berikan kepada saya.

Ajar Kami Tuhan Menghitung Hari-Hari
Agar Kami Beroleh Hati Bijaksana
Ajar Kami Bapa Hidup Dalam Jalan-Mu
Agar Semua Rencana-Mu Digenapi

Reff:
Mulialah Nama-Mu Tuhan Dan Ajaib Jalan-Mu
Bimbing Kami Di Setiap Waktu
Besar Setia-Mu Tuhan Agunglah Karya-Mu
Yesus Kami Bersyukur Pada-Mu
0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget