Senin, 07 November 2016

Dare to be a Spiritual Servant

Titus 2:7-8
"dan jadikanlah dirimu sendiri teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita."

Judul tulisan di atas merupakan tema yang digunakan kampus saya selama satu semester ini. Tema yang menantang para mahasiswa dan juga setiap dosen serta setiap orang-orang Kristen yang ada di Kampus untuk berani menjadi pelayan Tuhan yang rohani. Apa maksudnya rohani ? tentu banyak aspek yang menyebabkan kita memiliki kehidupan rohani sebagai pelayan Tuhan. Namun pagi hari ini, melalui renungan yang saya baca dari Titus 2:1-10 saya belajar untuk menjadi teladan dalam kehidupan saya yang Tuhan persiapakan sebagai Hamba Tuhan di tempat ini.

Paulus menulis pasal ke 2 dari surat ini bertujuan untuk memberikan nasihat bagaimana seharusnya kehidupan jemaat yang harus diatur oleh Titus. Paulus secara detail menulis bagaimana seharusnya kehidupan laki-laki tua, perempuan-perempuan tua, muda, orang-orang muda dan hamba-hamba. Kehidupan setiap jemaat harus sesuai dengan apa yang sudah mereka terima yaitu Firman Tuhan. Pada bagian orang-orang muda, Paulus tidak lupa menasihati Titus yang dalam hal ini termasuk di dalamnya. Titus sebagai orang muda dan Hamba Tuhan yang mengajarkan kebenaran-Nya harus hidup sesuai dengan apa yang disampaikannya. Supaya orang-orang lain tidak mencela dirinya dan Firman Tuhan yang disampaikannya tidak didengar oleh mereka.

Melalui Bagian Firman Tuhan ini saya diingatkan kembali untuk sungguh-sungguh menjaga kehidupan saya. Supaya ketika nanti masuk ke dalam pelayanan di Gereja saya dapat menjadi teladan meskipun saya masih berusia muda. Mengajarkan kebenaran Firman Tuhan kepada setiap jemaat yang juga tampak dalam kehidupan saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget