Minggu, 04 Desember 2016

Jangan Panik!!


Sabtu kemarin saya pergi ke Malang mengantar teman saya untuk ke dokter. Memang akhir-akhir cuaca sangat tidak menguntungkan buat tubuh. Hujan terus menerus dan berlangsung selama hampir 3 hari belakangan membuat tubuh mudah sakit. Setelah selesai mengantar ke dokter dan mengambil obat di Apotek, kami memutuskan untuk pergi makan. Tempat pilihan kami adalah mie ayam yang biasa menjadi langganan. Tiba di sana, kami memesan 2 porsi untuk dimakan di tempat, dan 2 porsi untuk dibungkus pulang. Suasana tidak terlalu ramai karena bukan jam makan siang, dan kami bisa mendapat tempat duduk dengan mudah. Setelah hampir habis makanan kami, tiba-tiba hujan turun dengan lebat. Kami memutuskan untuk menunggu hingga hujan sedikit mereda dengan memesan satu porsi lagi untuk dimakan bersama. Setelah pesanan datang, tiba-tiba sesuatu hal tidak terduga terjadi. Tabung gas elpiji yang terletak di depan (karena tempat masak makanannya di depan) menyemburkan api. Api diduga berasal dari gas yang bocor dari regulator dan menyambar kompor yang ada di dekatnya. Sontak semua pengujung kaget dan berhamburan. Karena elpiji terletak di depan dekat pintu masuk maka semua pengunjung termasuk kami berdua lari ke belakang. Setiap orang sibuk untuk menyelamatkan diri termasuk saya. Satu hal yang saya pikirkan adalah saya mencari tempat aman jika tabung elpiji ini meledak dampaknya tidak mengenai diri saya. Teman saya sedikit lebih baik, meskipun ia bersembunyi tetapi masih memikirkan bagaimana memadamkan api dengan memberikan handuk. Tapi handuk yang diberikan kering, bukan basah. Akhirnya sang pemilik tempat makan yang juga berada paling dekat dengan tempat kejadian (karena ia yang memasak) menarik selang regulator dan api pun seketika padam.

Pelajaran penting yang saya dapat dalam kejadian heboh ini adalah jangan panik. Mudah dikatakan tetapi sulit dilakukan ketika kejadian berlangsung.  Saya juga mengoreksi diri bagaimana saya berusaha menyelamatkan diri saya tanpa mempedulikan orang lain sama sekali, bahkan teman saya ! Memang terkesan rasional, tetapi coba pikirkan lagi bila saya tidak panik dan sibuk menyelamatkan diri. Saya bisa berusaha memadamkan api yang ada, dan masalah bisa segera teratasi.

Sikap jangan panik ketika masalah datang bisa diterapkan dalam segala hal yang saya hadapi. Bagaimana ketika saya menghadapi masalah, saya akan fokus menyelesaikannya bukannya lari dan menyelamatkan diri sendiri. Setiap masalah yang datang pasti ada jalan keluarnya, apalagi saya percaya kalau dalam setiap masalah yang dihadapi ada Tuhan yang selalu beserta.

2 Korintus 10:13 dituliskan "pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget