Saya memutuskan untuk menulis beberapa momen dan tulisan yang saya buat kali ini adalah momen yang yang terjadi dalam liburan semester kemarin. Mengapa saya melakukannya, karena bebarapa momen yang saya lalui sangat berkesan, dan menjaga agar saya tetap mengingatnya. Salah satu alasan lain adalah keinginan saya untuk membiasakan diri melakukan summarize atas momen-momen yang terjadi dalam kehidupan saya. Sebuah kemampuan yang saya anggap penting dipunyai dan harus dilatih mulai dari sekarang.
Melalui kegiatan yang kami lakukan ini, saya jadi memiliki gambaran tentang persiapan pernikahan tidak sesederhana yang dibayangkan namun tidak juga ribet, asalkan kita mau merundingkan bersama-sama dan melakukannya sesuai budjet yang kita punyai. Saya senang bisa menghabiskan waktu untuk bersama tunangan saya, suatu momen yang langka. Apalagi selama ini kami terpisah jarak dan waktu. Saya ada di Lawang dan harus tinggal di asrama untuk berstudi Teologi, dengan berbagai jadwal rutin yang padat, sedangkan dia ada di Surabaya menyelesaikan kuliahnya di jurusan DKV yang sudah sampai di semester akhir. Momen bersama ini semakin menambahkan "tabungan" kami untuk semakin dekat dan akrab. Sehingga ketika kami harus berjauhan kembali, kami cukup memiliki simpanan kenangan yang bisa
Momen kedua yang juga tidak kalah penting adalah kebersamaan keluarga kami. Dulu sebelum masuk ke seminari, mama saya selalu berkata "Nikmatilah momen-momen kebersamaan kita sekeluarga, jangan terlalu dipusingkan dengan masalah-masalah lain. Belum tentu kesempatan bersama ini bisa terulang lagi." Saya sungguh merasakan betul bahwa kesempatan untuk kumpul bersama sulit untuk terwujud. Saya mulai libur dan tinggal di rumah sejak 24 Desember, sedangkan adik saya yang kedua hanya bisa pulang ketika libur pelayanan yaitu setiap hari senin, dan adik saya yang terakhir baru mulai libur tanggal 2 Januari 2017. Keinginan untuk kumpul bersama saat natal dulu telah sirna, karena kesibukan pelayanan masing-masing. Satu-satunya momen yang mengumpulkan kami semua yaitu tanggal 2 Januari, padahal tanggal 3 Januari saya sudah harus kembali ke kampus untuk mengikuti kuliah intensif.
Kami melakukan acara Barbeque di rumah kami, dengan persiapan seadanya. Saya beruhasa mengabaikan segala hal yang mengganggu termasuk kondisi keuangan yang mepet untuk mengadakan acara ini. Tetapi puji syukur kegiatan ini berlangsung dengan lancar, tidak hujan, dan yang penting menjadi satu momen bagi kami sekeluarga untuk berkumpul kembali. Kami mungkin tidak tinggal berjauhan seperti saya dengan tunangan saya, namun jadwal yang berbeda membuat kami sulit untuk kumpul bersama. Kesempatan kumpul bersama ini patut saya syukuri dan menjadi suatu kenangan yang berharga bagi kami semua.
Momen kedua yang juga tidak kalah penting adalah kebersamaan keluarga kami. Dulu sebelum masuk ke seminari, mama saya selalu berkata "Nikmatilah momen-momen kebersamaan kita sekeluarga, jangan terlalu dipusingkan dengan masalah-masalah lain. Belum tentu kesempatan bersama ini bisa terulang lagi." Saya sungguh merasakan betul bahwa kesempatan untuk kumpul bersama sulit untuk terwujud. Saya mulai libur dan tinggal di rumah sejak 24 Desember, sedangkan adik saya yang kedua hanya bisa pulang ketika libur pelayanan yaitu setiap hari senin, dan adik saya yang terakhir baru mulai libur tanggal 2 Januari 2017. Keinginan untuk kumpul bersama saat natal dulu telah sirna, karena kesibukan pelayanan masing-masing. Satu-satunya momen yang mengumpulkan kami semua yaitu tanggal 2 Januari, padahal tanggal 3 Januari saya sudah harus kembali ke kampus untuk mengikuti kuliah intensif.
