Jumat, 25 Februari 2011




















"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu"
1 Tesalonika 5:18

Aku bersyukur untuk meja makan yang kotor sesudah menjamu teman-teman, karena itu berarti Aku dikelilingi banyak orang yang mengasihiku. Aku bersyukur untuk pajak yang harus kubayar, karena itu berarti aku memiliki penghasilan. Aku bersyukur untuk pakaian yang sempit, karena itu berarti aku mempunyai makanan yang cukup. Aku bersyukur untuk rumput halaman yang harus dipangkas, jendela yang harus dibersihkan, dan selokan yang tersumbat. Karena itu berarti aku memiliki rumah. Aku bersyukur untuk keringat yang bercucuran setelah berjalan cukup jauh, karena itu berarti aku masih mampu berjalan. AKu bersyukur untu suara fals seserang yang terdengar jelas ketika sedang bernyanyi di gereja, karena itu berarti aku memiliki pendengaran yang baik. Aku bersyukur untuk alarm yang membangunkanku di pagi hari, karena itu berarti Tuhan masih memberiku kehidupan.
0

Jumat, 11 Februari 2011





















Bagi saya yang sejak kecil sudah menderita asthma, olahraga renang merupakan hal wajib. Maka dari itu sejak usia taman kanak-kanak pun saya sudah mengenal olahraga air ini. Bukannya saya diproyeksikan menjadi atlit renang kelak, tetapi lebih untuk digunakan sebagai terapi penyembuhan penyakit asthma saya ini. Karena menurut beberapa dokter yang saya temui renang merupakan olahraga paling baik bagi penderita asthma.

Makanya sejak kecil saya sudah bisa berenang, dan sering berenang tentunya. Saya masih ingat ketika saya baru mulai belajar renang. Ketika itu usia saya kalau tidak salah baru 4 atau 5 tahun. Saya belajar didampingi guru dan orangtua saya. Bagaimana rasanya belajar meluncur, belajar cara bernafas, dan berbagai macam gerakan-gerakan dalam renang tentunya.

Hingga kinipun saya masih aktif berenang. Meskipun tidak sesering dulu. Ada beberapa sebab saya mulai meninggalkan olahraga ini. Salah satunya, saya sudah menemukan olahraga lain yang lebih saya cintai (meskipun oleh dokter pribadi saya tidak dianjurkan) yaitu basket. Selain itu, asthma saya tidak sering kambuh seperti waktu saya kecil, dan yang terakhir tentunya masalah ekonomi. Dimana saya sedikit keberatan untuk rutin mengeluarkan biaya untuk membayar tempat berenang. Lebih baik saya memilih olahraga basket yang gratis yang sama-sama menyenangkan bukan?

Tapi belakangan ini saya mulai lagi ingin kembali menekuni olahraga renang ini. Ada beberapa faktor yang membuat saya ingin sering berenang. Pertama, saya tinggal dekat dengan kompleks kolam renang yang cukup bagus dan murah. Cukup, terjangkau untuk saya yang sekarang sudah berpenghasilan. Kedua, olahraga basket yang saya cintai itu kini sekarang memerlukan biaya yang lebih besar daripada berenang (lagi-lagi masalah biaya...). Karena basket tidak bisa dilakukan sendirian, maka saya harus bergabung dengan komunitas tertentu untuk berlatih. Dimana tempat dan waktunya yang seringkali tidak mengguntungkan. Terakhir adalah karena saya sekarang memiliki kacamata renang yang saya dapat lewat situs belanja online bernama swedish goggle. Apa itu swedish goggle ? Menurut informasi yang saya baca di wikipedia, swedish goggle itu adalah salah satu jenis kacamata renang (pastinya....) yang populer dan banyak dipakai oleh para perenang pro. Swedish goggle yang asli dibuat oleh sebuah perusahaan di Swedia bernama Malmsten AB dan pertama dibuat pada tahun 1970. Saya memang jarang mengikuti perkembangan dunia renang, tapi kacamata renang jenis ini dipakai oleh perenang terkenal macam Michael Phelps dan yang membuat kacamata renang ini beda dengan yang lain adalah desainnya yang tidak menggukan karet di bagian penutup matanya. Selain itu kita harus merakitnya terlebih dahulu sebelum menggunakannya, karena kacamata ini di packing dalam keadaan terpisah. Keasyikan seperti inilah yang membangkitkan rasa rindu saya untuk kembali berenang lagi.
0

Rabu, 09 Februari 2011

Wah.... sudah 23 tahun. Tidak terasa, sudah bertambah lagi setahun. Kalau dilihat umur ke 23 itu bagi atlit olahraga professional ada umur dimana karir mereka sedang menuju puncaknya bahkan ada yang lagi dipuncak-puncaknya. Lihat saja Cristiano Ronaldo, Cesc Fabregas, atau LeBron James yang pada usia segitu sedang berada di puncak karirnya sampai beberapa tahun kedepan. Harapan saya sama, syukur-syukur bisa melampaui mereka. Bukan hanya di bidang olahraga, tapi di bidang yang saya geluti sekarang ini. Baik pekerjaan, pelayanan di gereja, maupun studi. Saya berharap di usia yang semakin bertambah ini, saya juga semakin dewasa untuk bersikap dan berpikir.
0

Kamis, 03 Februari 2011

Tiap tahun tradisi makan bersama keluarga di malam imlek (Chinnese New Year) tidak pernah terlewatkan. Tradisi yang sudah turun temurun dilakukan setiap keluarga. Tidak terkecuali keluarga saya. Tahun ini pun kami mengadakan, tapi dengan perbedaan yang cukup signifikan. Bedanya, kalau tahun-tahun lalu saya masih berada di Lampung, berkumpul bersama keluarga dari tante saya. Kali saya bisa berkumpul bersama keluarga saya yang sungguhan. Memang acaranya tidak semewah ketika saya di Lampung. Namun saya bersyukur karena tahun ini bisa berkumpul bersama keluarga. Karena menurut ingatan saya, sudah lama sekali kami semua tidak berkumpul untuk makan bersama di acara yang spesial seperti ini.

Esok harinya saya juga menghabiskan hari libur dengan berenang bersama adik-adik saya. Tadinya kami berencana untuk berlibur ke tempat wisata bersama teman saya, tapi rencana gagal karena teman saya ada pekerjaan yang harus dilakukan pada libur imlek. Berikut ini saya juga sertakan beberapa foto-foto kegiatan kami kemarin.

0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget