Senin, 28 November 2016
Refleksi Satu Semester
Jumat, 25 November 2016
Haruskah atau Relakah ?
Tanpa terasa saat ini sudah memasuki akhir semester. Hal ini ditandai dengan persiapan menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS). Beberapa tugas yang menjadi syarat mata perkuliahan telah saya selesaikan. Saya juga mulai mempersiapkan diri dengan mereview kembali apa yang sudah dipelajari untuk menghadapi soal-soal ujian nanti. Tetapi yang menjadi pertanyaan bagi saya, (pertanyaan ini saya dapatkan setelah mendengar khotbah dosen pada ibadah chapel pagi) apakah saya selama ini melakukan segala sesuatu di kampus ini dengan kerelaan hati atau karena suatu keharusan ? Apakah tuntutan akademik membuat saya untuk membaca Alkitab, baca buku Teologi, saat teduh setiap pagi dll ? Pertanyaan inilah yang menjadi refleksi saya menjelang akhir semester ini, apakah saya mendasari diri saya dengan kerelaan untuk melakukan semuanya itu atau suatu keharusan. Kiranya setiap Firman Tuhan yang saya baca, pengetahuan yang saya pelajari, dan perenungan setiap hari dalam saat teduh saya boleh membawa saya semakin dekat dengan Tuhan dengan didasari kerelaan hati untuk setiap hari mau dibentuk oleh Tuhan. Yesaya 50:4 menuliskan bahwa dirinya (Yesaya) setiap hari datang kepada Tuhan agar diberikan lidah seorang murid, dan dipertajam pendengarannya supaya dapat mendengar seperti seorang murid. Padahal status yang disandang Yesaya adalah seorang Rabi, tetapi ia merendahkan dirinya dihadapan Tuhan mau dibentuh oleh-Nya setiap hari.
"Tuhan Allah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid." Yesaya 50:4
Senin, 21 November 2016
Rekreasi Bersama
Hari senin kemarin kampus melaksanakan kegiatan rekreasi dalam rangka penutupan kegiatan pembelajaran selama semester gasal. Tujuan rekreasi kami adalah Pantai Bajul Mati yang terletak di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa
Timur. Menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam dengan rute yang
bekelok kelok. Pemandangan pantai dengan ombak yang besar langsung
menyambut ketika kami tiba di pantai ini. Saya kecewa karena pantai ini
bukan tempat untuk bermain air, selain ombak besar ada juga tulisan
peringatan akan bahaya arus bawah laut. Sesuai tujuan awal kampus
mengadakan acara ini, maka kami memulai dengan persekutuan bersama
dengan seluruh mahasiswa, dosen, staf, dan pekerja.
Kegiatan dilanjutkan dengan acara masing-masing kelompok Family Group dengan agenda pembagian hadiah bagi Domba dan Gembala. Domba dan Gembala adalah kegiatan yang dilakukan masing-masing anggota Family Group yang bertujuan untuk memperhatikan satu sama lain. Gembal harus memperhatikan Domba tanpa diketahui olehnya. Dalam kegiatan ini saya banyak belajar untuk memperhatikan orang lain, karena saya tergolong orang yang cuek dan tidak peduli. Saya juga belajar untuk memberi yang terbaik dengan kerelaan, karena selama ini saya terlalu meperhitungkan untung rugi ataupun pertimbangan lain dalam memberi.
Acara terkahir setelah semua kegiatan utama selesai adalah makan siang bersama, dan rekreasi. Tetapi saya sudah terlanjur kecewa dengan kondisi pantai yang berombak besar. Panas terik dan minimnya pohon atau tempat berteduh menambah suasana semakin tidak nyaman. Saya tetap bersyukur bisa melihat keindahan alam dan pemandangan selama perjalanan (karena saya menyetir mobil ) untuk mengembalikan energi dan mempersiapan diri sebelum menghadapi minggu UAS yang dimulai pada tanggal 28 nanti.
Jumat, 11 November 2016
Kesatuan yang Saling Menolong
"Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik, itulah yang baik dan berguna bagi manusia." Titus 3:8
Bagian terakhir surat Paulus kepada Titus sekali lagi berisi nasihat yang harus dilakukan kepada jemaat di Kreta. Sebagai orang-orang percaya, Paulus mengingatkan Titus untuk menolong mereka dalam kehidupan mereka. Paulus mengingatkan supaya mereka taat dengan pemerintah, dan melakukan perkerjaan yang baik (3:1), bersikap dengan baik kepada semua orang (3:2). Mereka harus menyadari bahwa dahulu mereka adalah orang berdosa dan karena Anugerah Allah melalui Yesus Kristus.yang menyelamatkan mereka. Bukan karena hasil usaha dan perbuatan baik mereka (3:3-7). Karena itu mereka harus hidup sebagai satu kesatuan di dalam Kristus dan saling menguatkan dan meneguhkan satu dengan yang lain (3:8-11).
Sebagai orang yang telah menerima Anugerah Keselamatan melalui Yesus Kristus saya diingatkan kembali untuk saling menguatkan dengan sesama orang percaya. Saya tidak hidup untuk diri saya sendiri, tetapi harus hidup dalam satu kesatuan yang saling menguatkan dan meneguhkan. Kiranya Firman Tuhan ini senantiasa mengingatkan saya untuk selalu menolong sesama orang-orang percaya supaya hidup kita semua mencerminkan Kristus yang telah menyelamatkan kita.
Sportivitas dan Solidaritas dalam Kristus
Usai sudah kegiatan Aletheia Cup yang berlangsung mulai 3 minggu yang lalu. Kegiatan yang diadakan oleh SENAT Mahasiswa untuk mempertandingkan beberapa cabang olahraga antar tingkat. Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan adalah Bola Voli, Soccer Table, Bulutangkis, Tenis Meja, dan Bola Basket. Acara ini mengambil tema Sportivitas dan Solidaritas dalam Kristus. Melalui acara yang setiap tahun diadakan ini diharapkan dapat meningkatkan kebersamaan antar mahasiswa.
Setiap pertandingan dilalui dengan baik dan menegangkan, karena masing-masing tingkat ingin menunjukkan kemampuan mereka dalam berolahraga. Tetapi sekali lagi yang terutama adalah sikap masing-masing mahasiswa untuk menjaga sportivitas dan solidaritas yang baik di dalam Kristus.
Menyadari Kasih Allah
Titus 2:11-15
11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. 12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah
di dalam dunia sekarang ini 13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, 14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.15 Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan
segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.
Bagian dari surat Titus ini ditujulis Paulus dengan tujuan mengingatkan kewajiban orang-orang percaya agar hidupnya memuliakan Tuhan. Melalui kesadaran bahwa diri mereka telah diselamatkan oleh karena kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus. Kesadaran akan keselamatan oleh karena Anugrerah Allah menuntut kehidupan orang-orang percaya untuk hidupnya meninggalkan kefasikan dan kehidupan duniawi (2:12).
Melalui ayat Firman Tuhan ini saya belajar bagaimana seharusnya hidup sebagai orang yang telah menerima Anugerah Keselamatan. Saya harus meninggalkan segala perbuatan-perbuatan saya yang lama dan menggantinya dengan hidup yang memuliakan Tuhan. Kiranya Firman Tuhan ini selalu mengingatkan saya untuk hidup memuliakan Tuhan.
Senin, 07 November 2016
Dare to be a Spiritual Servant
Titus 2:7-8
"dan jadikanlah dirimu sendiri teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita."
Judul tulisan di atas merupakan tema yang digunakan kampus saya selama satu semester ini. Tema yang menantang para mahasiswa dan juga setiap dosen serta setiap orang-orang Kristen yang ada di Kampus untuk berani menjadi pelayan Tuhan yang rohani. Apa maksudnya rohani ? tentu banyak aspek yang menyebabkan kita memiliki kehidupan rohani sebagai pelayan Tuhan. Namun pagi hari ini, melalui renungan yang saya baca dari Titus 2:1-10 saya belajar untuk menjadi teladan dalam kehidupan saya yang Tuhan persiapakan sebagai Hamba Tuhan di tempat ini.
Paulus menulis pasal ke 2 dari surat ini bertujuan untuk memberikan nasihat bagaimana seharusnya kehidupan jemaat yang harus diatur oleh Titus. Paulus secara detail menulis bagaimana seharusnya kehidupan laki-laki tua, perempuan-perempuan tua, muda, orang-orang muda dan hamba-hamba. Kehidupan setiap jemaat harus sesuai dengan apa yang sudah mereka terima yaitu Firman Tuhan. Pada bagian orang-orang muda, Paulus tidak lupa menasihati Titus yang dalam hal ini termasuk di dalamnya. Titus sebagai orang muda dan Hamba Tuhan yang mengajarkan kebenaran-Nya harus hidup sesuai dengan apa yang disampaikannya. Supaya orang-orang lain tidak mencela dirinya dan Firman Tuhan yang disampaikannya tidak didengar oleh mereka.
Melalui Bagian Firman Tuhan ini saya diingatkan kembali untuk sungguh-sungguh menjaga kehidupan saya. Supaya ketika nanti masuk ke dalam pelayanan di Gereja saya dapat menjadi teladan meskipun saya masih berusia muda. Mengajarkan kebenaran Firman Tuhan kepada setiap jemaat yang juga tampak dalam kehidupan saya.
"dan jadikanlah dirimu sendiri teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita."
Judul tulisan di atas merupakan tema yang digunakan kampus saya selama satu semester ini. Tema yang menantang para mahasiswa dan juga setiap dosen serta setiap orang-orang Kristen yang ada di Kampus untuk berani menjadi pelayan Tuhan yang rohani. Apa maksudnya rohani ? tentu banyak aspek yang menyebabkan kita memiliki kehidupan rohani sebagai pelayan Tuhan. Namun pagi hari ini, melalui renungan yang saya baca dari Titus 2:1-10 saya belajar untuk menjadi teladan dalam kehidupan saya yang Tuhan persiapakan sebagai Hamba Tuhan di tempat ini.
Paulus menulis pasal ke 2 dari surat ini bertujuan untuk memberikan nasihat bagaimana seharusnya kehidupan jemaat yang harus diatur oleh Titus. Paulus secara detail menulis bagaimana seharusnya kehidupan laki-laki tua, perempuan-perempuan tua, muda, orang-orang muda dan hamba-hamba. Kehidupan setiap jemaat harus sesuai dengan apa yang sudah mereka terima yaitu Firman Tuhan. Pada bagian orang-orang muda, Paulus tidak lupa menasihati Titus yang dalam hal ini termasuk di dalamnya. Titus sebagai orang muda dan Hamba Tuhan yang mengajarkan kebenaran-Nya harus hidup sesuai dengan apa yang disampaikannya. Supaya orang-orang lain tidak mencela dirinya dan Firman Tuhan yang disampaikannya tidak didengar oleh mereka.
Melalui Bagian Firman Tuhan ini saya diingatkan kembali untuk sungguh-sungguh menjaga kehidupan saya. Supaya ketika nanti masuk ke dalam pelayanan di Gereja saya dapat menjadi teladan meskipun saya masih berusia muda. Mengajarkan kebenaran Firman Tuhan kepada setiap jemaat yang juga tampak dalam kehidupan saya.
Hidup Yang Bersaksi
Titus 1:5-16
Paulus menulis surat ini ditujukan kepada anak rohaninya yaitu Titus (1:4). Tujuan Paulus menulis surat ini adalah memberitahukan Titus akan tugas-tugas yang harus dilakukannya dalam melayani jemaat di Kreta. Paulus meninggalkan Titus di Kreta supaya ia dapat mengatur apa yang belum selesai dan menetapkan penatua serta penilik jemaat (1:5). Paulus memberikatan kriteria-kriteria yang harus digunakan Titus dalam memilih penatua dan penilik jemaat. Kriteria yang dituliskan berkaitan dengan kehidupan orang yang akan dipilih seperti hanya mempunyai satu isteri, tidak angkuh, bukan peminum (1:6-9). Kriteria tersebut dituliskan Paulus karena kehidupan jemaat di Kreta sangat kacau, bahkan disebutkan sebagai pembohong, binatang buas, pelahap yang malas (1:12). Paulus menginginkan orang-orang sudah percaya kepada pemberitaan injil Yesus Kristus memiliki hidup yang berkenan kepada Dia (1:16).
Bagian Firman Tuhan ini mengajarkan saya bagaimana seharusnya hidup sebagai orang percaya. Kehidupan yang sudah mengenal Allah harus sesuai dengan apa yang saya percayai, sehingga kehidupan saya boleh menjadi saksi bagi orang-orang yang belum percaya. Bagaimana supaya kehidupan saya bisa menjadi saksi Kristus ? dengan memulai dari diri sendiri, menjaga perkataan, emosi, perbuatan. Tentunya senantiasa membaca Firman Tuhan yang menjadi pedoman kehidupan orang-orang percaya. Kiranya melalui renungan ini boleh mengingatkan saya terus untuk hidup sebagai saksi Kristus.
Tugas Titus di Kreta -- Syarat-syarat bagi penatua, penilik jemaat
1:5 Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu,
1:6 yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri ,
yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup
tidak senonoh atau hidup tidak tertib.
1:7 Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat , tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah,
1:8 melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri
1:9 dan berpegang kepada perkataan yang benar , yang sesuai dengan ajaran
yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu
dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.
1:10 Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan
yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran.
1:11 Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga
dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang
memalukan.
1:12 Seorang dari kalangan mereka, nabi mereka sendiri, pernah berkata: "Dasar orang Kreta
pembohong, binatang buas, pelahap yang malas.
1:13 Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman,
1:14 dan tidak lagi mengindahkan dongeng-dongeng Yahudi dan hukum-hukum i manusia yang berpaling dari kebenaran.
1:15 Bagi orang suci semuanya suci ; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.
1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik. Paulus menulis surat ini ditujukan kepada anak rohaninya yaitu Titus (1:4). Tujuan Paulus menulis surat ini adalah memberitahukan Titus akan tugas-tugas yang harus dilakukannya dalam melayani jemaat di Kreta. Paulus meninggalkan Titus di Kreta supaya ia dapat mengatur apa yang belum selesai dan menetapkan penatua serta penilik jemaat (1:5). Paulus memberikatan kriteria-kriteria yang harus digunakan Titus dalam memilih penatua dan penilik jemaat. Kriteria yang dituliskan berkaitan dengan kehidupan orang yang akan dipilih seperti hanya mempunyai satu isteri, tidak angkuh, bukan peminum (1:6-9). Kriteria tersebut dituliskan Paulus karena kehidupan jemaat di Kreta sangat kacau, bahkan disebutkan sebagai pembohong, binatang buas, pelahap yang malas (1:12). Paulus menginginkan orang-orang sudah percaya kepada pemberitaan injil Yesus Kristus memiliki hidup yang berkenan kepada Dia (1:16).
Bagian Firman Tuhan ini mengajarkan saya bagaimana seharusnya hidup sebagai orang percaya. Kehidupan yang sudah mengenal Allah harus sesuai dengan apa yang saya percayai, sehingga kehidupan saya boleh menjadi saksi bagi orang-orang yang belum percaya. Bagaimana supaya kehidupan saya bisa menjadi saksi Kristus ? dengan memulai dari diri sendiri, menjaga perkataan, emosi, perbuatan. Tentunya senantiasa membaca Firman Tuhan yang menjadi pedoman kehidupan orang-orang percaya. Kiranya melalui renungan ini boleh mengingatkan saya terus untuk hidup sebagai saksi Kristus.
Sabtu, 05 November 2016
Saling Membantu Dalam Pelayanan
Hari Sabtu kemarin saya dan teman-teman tingkat satu mewakili kampus untuk berpartisipasi dalam kerja bakti yang diadakan oleh Persekutuan Gereja Lawang. Kegiatan kerja bakti ini dilakukan untuk membersihkan Taman Makam Pahlawan yang ada di Kota Lawang. Peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini berasal dari berbagai gereja dan seminari yang ada di Kota Lawang. Kami bersama-sama berkumpul membersihkan rumput-rumput liar, mengecat pagar, tembok dan beberapa bagian dari makam. Meskipun kami berasal dari berbagai denominasi, suku, dan ras kami bersama-sama bertujuan untuk merawat salah satu tempat bersejarah yang ada di Kota Lawang ini. Kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan kami kepada masyarakat sekitar, dan menyatakan kasih Kristus kepada mereka.
Paulus sebagai Pelayan Tuhan juga memerlukan orang-orang lain untuk membantunya dalam pekabaran injil. Surat 2 Timotius 4:9-18 menuliskan pesan Paulus kepada Timotius tentang keadaannya, dan ia membutuhkan bantuan dalam pelayanan yang dilakukannya. Paulus mengharapkan Timotius datang kepadanya dan membawa serta Markus (4:9-11). Karena dalam pelayanannya Paulus mendapat berbagai halangan. Sehingga Paulus mengharapkan bantuan untuk memperlancar pelayanannya.
Sebagai orang yang telah diselamatkan oleh kasih Kristus, saya juga memiliki kewajiban untuk saling membantu saudara seiman. Dalam setiap pelayanan yang saya lakukan kiranya saya tidak memikirkan untuk diri saya sendiri atau untuk kelompok, gereja sendiri tetapi pelayanan yang dilakukan semuannya untuk kemuliaan nama Tuhan. apapun denominasi, suku, ras yang saya miliki tidak menghalangi saya untuk membantu dalam pelayanan kepada Tuhan. Sebagi hanya Dia yang patut dimuliakan dan ditunggikan selama-lamanya.
Jumat, 04 November 2016
Panggilan Untuk Memberitakan Firman
2 Timothy 4:3
Preach the message,be ready whether it is convenient or not, reprove, rebuke, exhort with complete patience and instruction.
2 Timotius 4:3
Beritakanlah Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah, dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Surat Paulus kepada Timotius yang kedua ditulis menjelang masa akhir hidupnya. Paulus menuliskan ini ketika ia ada di dalam penjara. Dalam pasal ke empat ayat pertama sampai delapan khusus berbicara tentang nasihat Paulus kepada Timotius untuk terus memberitakan firman Tuhan. Di dalam keadaan yang baik ataupun tidak, firman Tuhan harus selalu diberitakan. Paulus sudah memberikan teladan bagaimana ia tetap setia memberitakan firman meskipun dalam keadaan yang sulit sekalipun.
Melalui ayat Firman Tuhan ini saya belajar bahwa panggilan setiap orang percaya adalah memberikan Injil keselamatan tentang Yesus Kristus. Apa pun keadaan saya sekarang, atau pekerjaan yang saya lakukan sekarang firman Tuhan tetap harus diberitakan. Melalui sikap hidup, tingkah laku, perkataan, tindakan kepada sesama saya harus senantiasa menjadi saksi yang memuliakan nama-Nya.
Selasa, 01 November 2016
Teladan Hidup Orang Percaya
2 Timotius 3:1-9
3:2 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar .
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua
dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3:3 tidak tahu mengasihi ,
tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri,
garang, tidak suka yang baik,
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu,
lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka , tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
3:6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat
dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu,
3:7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.3:8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.
3:9 Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang.
Judul yang diberikan Lembaga Alkitab Indonesia untuk perikop ini adalah "Keadaan Manusia pada Akhir Zaman" dimana isinya adalah peringatan Paulus tentang kehidupan orang-orang yang semakin buruk menjelang hari-hari terakhir. Kehidupan orang yang mencintai diri sendiri, hamba uang, pemfitnah, penghianat, menjadi gambaran Paulus tentang sikap yang dimiliki orang-orang. Namun satu pesan Paulus terdapat di dalam ayat yang ke lima adalah "Jauhilah mereka itu!". Paulus ingin memberikan pesan kepada Timotius yang melayani jemaat di Efesus untuk membawa jemaatnya tidak ikut-ikutan dengan kehidupan orang-orang yang semakin buruk itu.
Kehidupan orang-orang percaya tidak lepas daripada kesulitan dan tantangan hidup. Setiap hari kita diperhadapakan dengan berbagai kesulitan, permasalahan baik dalam pekerjaan, studi, pelayanan maupun kehidupan bergereja. Hidup yang telah diselamatkan oleh Kristus bukan berarti bebas dari segala kesulitan yang ada. Tetapi melalui 2 Timotius 3 :1-9 ini kita belajar bagaimana kehidupan orang-orang percaya harus berbeda. Supaya kehidupan kita bisa menjadi saksi bagi mereka yang belum percaya dan nama Tuhan boleh semakin dipermuliakan. Kiranya renungan ini boleh membawa kita untuk senantiasa menjaga kehidupan kita berkenan kepada Allah.

