Jumat, 30 Oktober 2009

Jangan Suka Berbohong
Kalimat yang simpel tetapi seringkali saya langgar. Contohnya ya kejadian di minggu ini. Sudah hampir 2 minggu belakangan ini saya sering bolak-balik ke gereja. Tentunya dengan berbagai urusan. Senin dan Rabu latian angklung untuk Natal. Hari Kamis les piano, hari Jum'at latihan persiapan ibadah pemuda, dan hari Sabtunya ibadah Pemuda! Belum lagi hari Minggu yang ada rapat pengurus.
Jadi rencananya saya ingin absen 1 kali saja latihan angklung supaya saya bisa istirahat di rumah. Apalagi kalu melihat jadwal, Selasa ini saya kebagian jatah besuk. Dengan alasan tidak enak badan, saya bilang kekordinator latihan.
Nah, bukannya tambah sehat karena istirahat cukup, malah kena radang tenggorokan. Ditambah jadwal besuk hari selasa dicancel dan latihan hari Rabu ditiadakan. Duh,kalau tahu gitu kan, gak usah pake bohong segala.
0

Sabtu, 24 Oktober 2009

Saya sendiri merasa tidak percaya dengan apa yang sering saya lakukan sekitar satu tahun belakangan ini. Bermain alat musik, tepatnya piano. Gak kebayang saya bisa main alat musik ini dan langsung dapat kesempatan mengiring kebaktian pemuda di gereja.
Semenjak kecil orangtua saya lebih mengasah kemampuan sayadi bidang seni lukis, dan karena itulah saya merasa saya tidak ''berbakat'' di bidang seni musik. Tapi memang sich, entah kenapa sudah sejak lama saya gemar mendengarkan music dengan iringan piano.
Kesempatan pun datang, ketika pianis di komisi pemuda yang juga guru piano menawari saya untuk ''diajari'' piano. Perasaan ketika itu bercampur aduk antara senang karena bisa belajar alat musik, takut karena saya ini awam di musik, dan tidak percaya. Saya waktu itu diproyeksikan untuk menjadi pianis di komisi pemuda, dan saya sedikit sanksi dengan hal itu. Butuh berapa lama baru bisa pelayanan. Tapi satu kalimat yang saya ingat diucapkan olehnya adalah ''Bersama Tuhan tidak ada yang mustahil.''
0

Sabtu, 17 Oktober 2009

Satu Pertanyaan yang terlintas dipikiranku saat aku bangun pagi ini, "Kenapa aku berada di sini, ditempat ini, dikota ini?". Padahal Kalau aku bisa berharap, aku lebih ingin tinggal di kota di mana aku menghabiskan tiga tahun masa SMA-ku, yaitu kota Malang.
Setelah tamat SMA, aku memang bingung untuk melanjutkan kuliah karena kondisi ekonomi yang tidak menunjang. Tapi dengan pendidikan SMA pekerjaan apa yang bisa kudapat? Disinilah harpanku harus beradu dengan realita yang ada. Untuk bisa kuliah dan mendapatkan pekerjaan, tanteku yang ada di Lampung memberikan kesempatan kepadaku. Mau tidak mau ya harus mau. Itulah yang aku pikir saat itu.
Sudah tiga tahun aku berada di Lampung, Sejak tamat SMA sampai sekarang, dan saat aku melihat kebelakang apa yang sudah aku dapat selama ini, aku bersyukur kepada Tuhan. Aku bersyukur atas kesempatan kuliah yang aku dapatkan, pekerjaan yang aku lakukan sampai sekarang. Terlebih kesempatan pelayanan di Gereja, dimana aku bisa belajar bermain musik, mengembangkan kemampuanku di bidang komputer. Memang terasa berat ketika harus melakukannya, terasa capek ketika banyak kerjaan menumpuk, terasa sedih ketika apa yang kita lakukan tidak sesuai yang kita harapkan. Tapi Untuk semua itu aku menggangap ini bagian dari proses yang harus aku jalani.
Kadang kita sering menyalahkan Nya Atas keadaan yang kita alami, tapi itu menunjukkan bahwa kita tidak mengerti dengan benar apa yang Tuhan inginkan dari hidup kita. Oleh karena itu aku berusaha s'lalu bersyukur untuk apa yang terjadi di dalam hidupku. Karena aku tahu Tuhan selalu besertaku.
0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget