View Larger MapKetika orang sudah terbiasa dengan sesuatu, pastinya dia ingin sesuatu yang berbeda. Lain dari biasanya. Hal itulah yang mendasari saya dan teman-teman untuk melakukan "Touring Maut" (begitu kata mereka....) mengunjungi teman kami yang sudah lama tidak ada kabarnya. Berawal dari rencana dadakan antara saya, adik saya, dan temannya. Akhirnya menjadi sebuah perjalanan lima orang (ditambah teman kami satu lagi dan gembala sidang gereja kami) yang penuh dengan petualangan, silaturahmi, dan tantangan.
Seperti yang saya katakan di atas, bahwa tujuan kami adalah mengunjungi teman kami yang sedang sekolah Theologi di daerah Pacet (Mojokerto). Sudah lama kami tidak mendengar kabar baik melalui sms atau surat. Untuk itulah kami semua berencana memastikan keberadaannya di sana dan mengetahui kabarnya. Well, sepertinya ini merupakan tujuan yang mulia. Apalagi kegiatan ini pastinya dibumbui dengan perjalanan yang seru dan maut. Hal tersebut saya tahu setelah mendengar cerita dari adik dan temannya yang sudah pernah ke daerah itu.
Bila dijabarkan berdasarkan peta yang ada diatas, maka perjalanan kami seperti sebuah perjalanan berbentuk segitiga. Dimulai dari tempat kami yaitu Lawang lalu menuju ke Utara ke arah Pandaan lalu berbelok ke Barat ke arah Pacet. Perjalanan awal ini cukup menyenangkan karena sealin kami berangkat pagi hari, kami juga diberikan Tuhan cuaca yang cerah. Perjalanan sudah sedkit
extream ketika sudah mendekati tujuan. Maklum, daerah Pacet merupakan daerah perbukitan yang tinggi. Entah berapa belokan tajam dan tanjakan yang kami lalui, tapi pastinya kami selalu bersyukur karena Tuhan melindungi kami dalam perjalanan.
Setiba di Pacet di tempat tujuan kami yaitu STTIAA (Sekolah Tinggi Theologi Injil Abdi Allah) kami akhirnya bertemu teman kami yang sudah lama tidak ada kabarnya itu. Ia merasa kaget dan senang dengan kunjungan dadakan kami. Senang rasanya melihat dia baik-baik saja. Kami semua bercerita banyak hal tentang pengalaman dia di sekolah selama hampir dua semester ini. Meskipun cuma sebertar pertemuan kami, (karena teman kami ada jam kuliah lagi) tapi itu sudah cukup bagi kami untuk mengobati kerinduan kami dengan teman kami yang lama "hilang" ini.
Setelah pamit, perjalan kami lanjutkan ke arah yang berbeda. Kami tidak memilih jalan yang sama untuk kembali, karena tujuan kami selain bertemu teman kami adalah untuk berpetualang melawati perjalanan yang "gila". Jadinya tujuan kami selanjutnya adalah Batu melawati Cangar, daerah yang terkenal dengan permandian air panasnya dan Selekta. Ternyata, perjalan pulang memang benar-benar
extream, karena belokan dan tanjakan yang kami rasakan ketika datang dua kali lebih patah dan dua kali lebih terjal. Belum lagi melawati kawasan Hutan Raya, dan daerah perkebunan. Tapi bagi saya pribadi perjalanan ini merupakan yang terbaik yang pernah saya lakukan. Banyak pemandangan indah yang tersaji sepanjang perjalanan kami, mulai dari hamparan pegunungan hijau, hutan-hutan, jurang yang terjal, hingga perkebunan sayur-sayuran. WOW... benar-benar luar biasa rasanya dan saya rasanya benar-benar memulai awal bulan Maret ini dengan luar biasa. Saya seperti mendapat energi luar biasa untuk memulai bulan ini. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk hal yang luar biasa lainnya yang akan terjadi.