Jumat, 29 Januari 2010

Pengalaman pertama jadi koordinator kelompok. Ternyata susah dan bikin pusing kepala. Entah karena baru pertama kali atau memang lagi ''beruntung'' dapat banyak masalah aja.

Ceritannya, Komisi Pemuda pada hari ini mengadakan acara bertajuk Friendship Show. Kelompok kelompok sudah dibagikan sejak awal bulan, dan kita diwajibkan menanpilkan ''SHOW'' kami. Awalnnya saya bukan yang ditunjuk sebagai koordinator, tapi karena yang bersangkutan tidak datang maka saya yang menggantikan.

Pertama-tama yang bikin pusing adalah menyiapkan acara yang ingin ditampilkan. Saya memang cenderung atau memang sifat saya yang merasa harus saya yang menyelesaikkan. Untungnya dengan masukan dari berbagai pihak akhirnnya bisa rangkum. Masalah kedua yaitu jadwal latihan, dan pemain. Untungnya bisa selesai berkat kerjasama yang baik,tetapi ketika kami akan latihan akhir, salah satu pemain kami tidak bisa ikut karena orang tuannya meninggal. Duh, belum lagi latiannya yang batal karena hujan. Tapi, berharap semua bisa berjalan lancar
0

Senin, 18 Januari 2010

Saat ini saya merasa berada di titik terbawah semangat pelayanan saya. Belum pernah saya merasa tertekan begitu hebatnnya seperti saat ini, dan yang membuat saya semakin terpuruk adalah tekanan terbut yang asalnnya dari orang terdekat saya, bahkan boleh dibilang ''keluarga kedua'' saya.
Kalau diibaratkan bola basket, saya ini sepert bola basket yang kempes dan berada pada genangan air. Sehingga tidak bisa memantul keatas lagi. Jika biasannya bila tekanan datang saya mampu kembali lagi ke atas bahkan lebih tinggi lagi. Kali ini tidak. Habis daya saya, saya membutuhkan sesorang mengajat saya dari genangan air ini, memindakan ke tempat yang kering, lalu mengisikan angin agar saya bisa memantul lagi.
0

Sabtu, 09 Januari 2010



Mungkin ketika kita memasuki tahun yang baru. Pasti ada planning yang kita buat tentang apa yang kita lakukan di tahun ini. Saya pun begitu, setiap tahunnya pun begitu. Kalau ketika memasuki tahun 2009 yang lalu saya bertekad untuk lebih giat lagi berlatih piano, dan pelayanan di bidang itu, serta tidak lupa menghilangkan kebiasaan buruk saya yaitu suka terlambat, atau lebih tepatnnya berlambat-lambat dalam mengerjakan sesuatu. Untuk tahun ini saya rangkumkan tujuan saya kedalam satu kalimat yang terinspirasi dari renungan yang saya baca yaitu ''Meaningful, Useful,& Hopefull Day''.

Memang untuk tahun kemarin tidak sepenuhnnya berhasil tapi bukan juga sepenuhnnya gagal. Saya berhasil men-level up kemampuan saya dalam bermain piano, dan saya juga sudah pelayanan di komisi pemuda minimal sebulan sekali. Tapi, permainan piano saya dibilang masih ''std'' alias standar. Padahal untuk mencapai tahap yang ''std'' saja susahnnya minta ampun. Untuk masalah keterlambatan, pada awal tahun saya bisa dibilang jarang terlambat. Entah menjelang akhir tahun saya sepertinnya lupa akan rencana saya di awal tahun. Saya jadi orang yang ''selalu'' datang terlambat. Bahkan ibadah saja bisa terlambat.

Kalau tahun lalu tujuannya spesifik maka tahun ini lebih luas. Sehingga mencakup bannyak hal, dan mudah-mudahan terlaksana dengan baik. Maksud dari tujuan saya di tahun ini adalah memaknai every day, every minutes, and every second that God give to me. Saya tidak mau menyianyiakan waktu yang Tuhan berikan. Saya berkeinginan menjalankan semuan yang Tuhan percayakan kepada saya dapat saya lakukan dengan motivasi, semangat yang benar benar tertuju pada Tuhan, seperti kata firman Tuhan yang dalam Kolose 3:23 “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Contoh yang paling simpel adalah pelayanan saya yang tiap minggu yang saya lakukan yaitu membuat warta Komisi Pemuda. Kalau dulu saya sering kali membuat kesalahan dalam pengetikan baik tema kotbah, ayat firman Tuhan, ataupun petugas. Mungkin ada beberapa sebab, tapi sebab yang paling utama adalah sikap hati saya yang terlalu menganggap remeh pelayanan ini. Dibandingkan dengan pelayanan menjadi pianis yang persiapannya berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Meskipun sepele tapi saya ingin di tahun ini saya benar-benar mempersiapkan warta tersebut dengan sungguh-sungguh. Banyak contoh lain, ada juga yang dari kegiatan saya sehari-hari. Banyak yang saya lakukan dengan setengah hati. Sehingga hasil yang saya dapatkan tidak maksimal. Saya terlalu banyak membuang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna, terlalu lambat mengerjakan sesatu, menggunakan waktu untuk istirahat untuk bermain-main dan waktu kerja untuk beristirahat.

Saya berharap di tahun ini saya bisa membuat setiap harinya lebih berarti (meaningful) terutama bagi Tuhan, setiap harinnya berguna (useful) bagi Tuhan, orang lain, dan saya sendiri, serta setiap harinya saya selalu berharap (hopeful) berharap kepada Tuhan, baik itu keadaan susah maupun senang. Karena saya punya Tuhan Allah yang takkan meninggalkan saya.
0

Minggu, 03 Januari 2010


Hampir saja saya mengacaukan semuannya. Kenapa? cerita begini, saya ditugaskan untuk menggantikan petugas LCD di Kebaktian Umum pertama. Biasannya saya tugas di kebaktian umum ketiga. Tugasnnya nya sama tapi yang membedakan, kalau tugas di KU 1 harus bangun pagi!

Padahal saya sudah menset alarm untuk membangunkan saya pada pukul 5.00 pagi, sehingga saya bisa siap-siap,dan berangkat pada pukul 6.00. Tapi apa yang terjadi? terjadilah. Ya, meskipun alarm sudah berbunyi saya tidak kunjung bangun, saya tersadar ketika jam menunjukkan pukul SETENGAH TUJUH !!!!! Dengan cepat saya lompat dari tempat tidur dan langsung mendi. Entah pakai sabun atau tidak yang penting rambut ini sudah basah, dan saya langsung bergegas memapaki pakaian dan lansung berangkat.

Dalam perjalanan di dalam hati saya selalu berharap kalau wkatu ini bisa berhenti sesaat. Sesampainnya di gereja saya langsung menyalakan komputer sambil berharap-harap cemas semoga ibadah belum dimulai. Tapi untungnya saya kemarin malam mengikuti apa kata majelis gereja untuk mengecek LCD dan komputer yang ada di gereja. Sehingga pagi ini LCD bisa langsung tampil tampa masalah. Tapi tetap saja saya salah, saya terlalu mengangap pelayanan ini sepele. Sehingga persiapan yang saya lakukan setengah-setengah.

Berutung Tuhan masih baik kepada saya, dan Ia selalu baik kepada saya, hanya saya saja yang kadang lupa membalas kebaikannya. Ibadah bisa berjalan dengan lancar meskipun tidak masih ada kesalah sedikit dalam penayangan dan ketikan. Tapi saya sudah bersyukur dan memohon ampun atas kelalaian saya. Saya merasa malu dengan apa yang saya lakukan. Ini juga pelajaran bagi saya, untuk kedepannya agak dalam SETIAP pelayan baik itu sesederhana apapun, saya harus melakukannya dengan sepenuh hati dan sengan motivasi yang bertujuan untuk memuliakan Tuhan. Thank's God .....
0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget