Kamis, 22 September 2011

Sudah sejak libur idul fitri kemarin keluarga kami ditinggal pembantu rumah tangga. Ternyata keadaan tersebut berlanjut sampai sekarang, karena pembantu rumah tangga kami memutuskan untuk bekerja di luar kota. Well, mau gimana lagi itu keputusannya yang kami juga tidak bisa cegah. Keadaan tersebut membuat kami sedikit kerepotan untuk menyelesaikan tuggas rumah tangga. Selain harus sibuk di toko, saya dan mama harus berjibaku di rumha untuk menyelesaikan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci baju, menyapu, dan mengepel lantai. Awalnya berat, tetapi setelah hampir satu bulan berjalan kami mulai bisa membiasakan diri. Saya sendiri bahkan merasakan ada manfaat yang di dapat dari keadaan ini. Saya jadi lebih disiplin terhadap waktu, mengingat pekerjaan yang banyak menanti setiap harinya. Setiap hari saya jadi punya kebiasaan bangun lebih pagi dari biasanya, dan tidur lebih awal. Selain itu kami juga dapat menghemat pengeluaran untuk membayar pembantu rumah tangga. So, suatu keadaan yang awalanya tidak enak dan berat bagi saya menjadi bermanfaat saat saya bisa mengambil keuntungan dari keadaan tersebut.
0

Senin, 19 September 2011



Lagu ini awalnya atidak menarik perhatian saya karena pada awal-awal lagu ini, mirip dengan lagu sebuah band di Indonesia. Tapi Mendengar beberapa kali mama saya memainkannya di piano, sayapun jadi penasara untuk belajar lagu ini. Ternyata lagu ini memiliki makna yang mendalam. Baik lirik maupun alunan nadanya sangat menyentuk. Lagu ini mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita tidak luput dari sepengetahuan Tuhan Yesus Kristus. Memang terkadang ada saat-saat dimana kita berada di bawah dan ada saat kita berada di atas. Tapi dari semuanya itu, kita harus tahu bahwa yang terjadi adalah rancangan-Nya, dan rancangan Tuhan selalu Indah.
0

Minggu, 11 September 2011

Liburan Idul Fitri 1432 H yang jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011 kemarin, menyisahkan banyak cerita tentunya bagi banyak orang. Tidak terkecuali saya yang menghabiskan liburan dengan "berjibaku" di toko selama libur lebaran. Memang jumlah pembeli di toko meningkat tajam ketika musim liburan seperti itu, apalagi banyak toko-toko lain yang tutup. Saya sampai kehabisan stok barang ketika libur lebarang tersebut, dan harus mencarinya ke berbagai dealer terdekat. Maklum dealer-dealer resmi banyak yang tutup beberapa hari menjelang hari H sampai beberapa hari sesudah hari H.

Hari itu hari selasa, kita saya memutuskan untuk membeli beerbagai asesoris yang di toko yang sudah kosong. Saya pergi ke Malang di tempat saya biasa berbelanja barang tersebut. Untungnya sudah buka, karena pada hari Sabtu kemarin, saya datang kesana dengan kondisi tokonya masih tutup. Ketika sampai di parkiran, saya terkejut dengan seorang tukang parkir yang ada di depat saya. Tidak saya lagi dia adalah teman saya ketika sama-sama di Komisi Pemuda waktu saya SMA. Saya menyapa dia, dan untungnya langsung mengenali saya. Agak kaget dengan penampilannya sekarang. Dengan celana jeans pendek dan sedikit kumal plus kaus hitam dan rompi kuning khas tukang parkir. Sudah lama sekali saya tidak bertemu dengan dia. Bahkan selama ini saya sering ke toko itu, saya tidak pernah menjumpainya. Benar-benar kebetulan sekali saya bisa berjumpa dengan dia sekarang. Saya langsung menanyai kabarnya, dan dia bilang kalau dia kerja di sini bergantian dengan kakaknya. Karena kendaraan sedikit rame pada saat itu jadinya dia tidak sempat berbicara banyak saat itu. Akhirnya saya pamit ke dalam untuk menyelesaikan urusan saya dulu.

Setelah selesai membeli beberapa asesoris untuk kebutuhan di toko saya. Saya menuju keluar untuk menemuinya lagi. Saya membelikannya segelas minuman dingin dan kami sama-sama duduk di tempat dia biasa istirahat untuk mengobrol. Dari percakapan yang kami lakukan (meskipun tidak lama karena kesibukannya juga) saya jadi sedikit tahu tentang pekerjaannya. Baik itu jam kerjanya, penghasilannya, aktivitasnya setelah bekerja. Saya juga sempat menanyainya apakah dia masih ke Komisi Pemuda seperti dulu. Dia bilang kalau pekerjaannya membuatnya sulit untuk aktif seperti dulu lagi di Komisi Pemuda, sambil tentunya berbagai alasan lain. Tapi dari percakapa itu juga saya sadar kalau selama ini saya banyak menyianyiakan waktu yang diberikan Tuhan. Seringkali saya melas-malasan padahal banyak wkatu yang dapat saya gunakan baik untuk belajar piano, membaca buku, pergi doa pagi. Dengan alasan lelah setelah seharian di toko saya jadi enggan mengerjakan kkegiatan lainnya. Bagaimana jika saya ada di posisi teman saya itu, yang harus setiap hari panas, dingin, terik, hujan harus bekerja. Apakah saya masih sempat untuk melakukan sesuatu lagi? Ini merupakan perenungan bagi saya untuk hari-hari ke depan agar waktu yang Tuhan Yesus berikan tidak saya sia-siakan.
0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget