Rabu, 31 Juli 2013


Tepat pada hari ini, saya genap dua bulan berada di Lampung. Saya kembali ke kota ini dengan sebuah misi penting, dan tidak seperti kunjungan saya terakhir pada tahun kemarin, kali kunjungan saya memakan waktu yang lebih lama. Tujuan kunjungan saya kali ini berkaitan dengan kondisi kesehatan tante saya (adik dari mama saya) yang harus menjalani operasi pengangkatan empedu. Jadi saya berada di sini untuk membantu anaknya mengelola usaha toko keramik mereka, mengingat saya pernah bekerja disana selama hampir empat tahun di sana.

Selama berada di Lampung saya juga tidak hanya "bergumul" di dalam tugas saya. Saya juga ikut ambil bagian dalam pelayanan Komisi Pemuda yang ada di Lampung. Senang rasanya bisa mengambil bagian lagi dalam pelayanan di Komisi ini. Apalagi sekarang sudah banyak pemain musik yang ambil bagian dalam pelayanan, jadi setiap minggunya kami bisa menampilkan band yang anggotanya berbeda beda. Sedikit flashback bebrapa tahun lalu ketika saya masih jadi pengurus. Memiliki satu tim band untuk Komisi Pemuda kami sepertinya merupakan mimpi. Kurangnya sumber daya memaksa kami para pengurus melakukan pembinaan bagi anggota yang terbeban untuk ambil bagian dalam pelayanan musik. Kami melakukannya dengan cara memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengambil kursus alat musik yang mereka ingin kuasai dan membiayai mereka. Hasilnya memang tidak instant bisa kami rasakan, tetapi lihat sekarang Komisi Pemuda memiliki setidaknya satu tim band yang bisa diandalkan. Ini merupakan bukti dari pemeliharaan Tuhan bagi Komisi Pemuda di tempat ini, dan saya sempat menceritakan kisah ini dalam kesaksian kepada teman-teman pemuda akan hal ini.

Well, setelah dua bulan lebih dua hari. Saya harus kembali ke rutinitas saya seperti biasa. Banyak hal yang sudah saya tinggalkan semenjak saya pergi ke Lampung, dan ini saatnya untuk menyelesaikannya. Terima kasih untuk waktu-waktu yang Tuhan berikan selama dua bulan keberadaan saya di Lampung. Banyak hal yang saya pelajari selama di Lampung, semoga menjadi pembelajaran saya untuk menjalani hari-hari kedepan. 
0

Selasa, 23 Juli 2013

Saat pertama kali mendiang Steve Jobs memperkenalkan iPad pada tahun 2010. Saya adalah satu orang yang pesimistis akan kesuksesan gadget tersebut.  Karena jauh sebelum Apple terjun ke kategori Komputer Tablet, perusaan saingannya Microsoft dengan bekerja sama dengan salah satu perusahaan komputer telah membuat Gadget serupa  dan hasilnya gagal total. Saya memang menaruh minat pada produk keluaran Apple sejak saya membeli handphone Motorola ROKR E1 yang didalamnya terdapat software musik buatan Apple, mungkin handphone tersebut adalah cikal bakal iPhone yang populer saat ini. Dengan adanya sofware tersebut didalamnya, mau tidak mau saya harus mempelajari aplikasi iTunesnya agar dapat memindahkan lagu dari komputer saya ke handphone. Sejak saat itu saya mulai menggunakan iTunes sebagai aplikasi default pemutar musik di komputer saya. Saya begitu terkesan dengan kesederhanaan dari tampilan aplikasinya namun tetap powerful digunakan. Setelah itu saya mulai mencoba browser andalan mereka yang bernama Safari. Well, aplikasi tersebut memang memberikan rasa baru dalam tampilan dan settingan serta tetap nyaman untuk digunakan. Melalui Safari itulah saya mulai mengenal produk-produk Apple lainnya, karena setiap saya membuka aplikasi Safari kita langsung terhubung dengan Homepage Apple. Waktu itu, saya hanya bisa melihat produk-produk Apple dari web mengingat harga dari setiap produknya tergolong "kemahalan" untuk orang seperti saya atau mungkin kebanyakan orang.

Setelah sukses dengan iPhone nya menciptakan trendsetter handphone layar sentuh yang hanya dioperasikan dengan menggukan jari (dimana saat saat itu, Handphone/Smartphone layar sentuh yang ada dioperasikan menggunakan stylus). Apple hadir lagi dengan menciptakan kategori baru Mobile Device yang "wajib" dimiliki oleh orang-orang saat ini yaitu Komputer Tablet yang mereka beri nama iPad. Saat pertama kali melihat priview nya apalagi harganya yang selangit, saya bingung untuk apa barang seperti ini diciptakan. Serba nanggung untuk mengerjakan apapun, kurang powerful dibandingkan Laptop/Komputer atau tidak seringkas Handphone yang mudah dibawa kemana-mana. Tetapi saat ini, kenyataan bekata sebaliknya. Gadget apa yang dimiliki kebanyakan orang saat ini? Pertama Handphone, kedua Laptop/komputer dan yang ketika Tablet!!! Entah iPad atau merk-merk lainnya yang lebih terjangkau kantong, yang jelas Apple melalui iPad telah memulai suatu fonemena baru di dunia ini. 

Sebagai orang yang bergerak dibidang jual beli Handphone, Komputer Tablet juga termasuk kategori jualan saya. Supaya tidak dibilang ketinggalan awalnya saya mencoba untuk menggukan tablet buatan pesaing iPad yang harganya lebih terjangkau. Saya merasa terbantu dengan kehadirannya, tertutam untuk pekerjaan yang membutuhkan internet, karena Komputer Tablet (selanjutnya saya sebut tablet saja) sudah dilengkapi koneksi data didalamnya dengan menggunakan SIM Card yang biasa digunakan di Handphone. Apalagi daya tahan baterainya yang lebih tahan lama dibandingkan dengan Laptop yang masa pakainya kira-kira tiga sampai empat jam. Selama hampir setahun lebih saya menggunakan tablet ini sampai suatu saat saya pergi ke Jakarta untuk suatu urusan keluarga. Di sana saya tinggal dirumah tante saya yang memliki sebuah iPad. Disana saya mencoba mempelajar dan membandingkan keungulan dan kekurangan iPad dari tablet yang saya punya. Hingga suatu saat , saya sedang membeli makanan disebuah rumah makan untuk dibawa pulang. Di sana keadAn tidak ada pembeli lain selain saya, hanya ada keluarga dari pemilik rumahn makan tersebut yang sedang berkumpul. Saya begitu takjub melihat tiga iPad digunakan dalam keluarga tersebut, satu  digunakan oleh seorang nenek tua yang menurut saya adalah "Bos Besar" dari rumah makan tersebut untuk suatu kegiatan yang saya rasa seperti berinternetan. Sedangkan iPad yang kedua sedang digunakan oleh anak kecil yang kemungkanan adalah cucu nenek tersebut untuk bermain game, dan iPad yang ketiga digunakan oleh seorang wanita muda untuk melakukan video call dengan temannya. Didalam pikiran saya langsung terlintas, mengapa iPad? Mengapa mereka semua rela mengeluarkan uang lebih mahal hingga untuk membeli tablet sementara banyak tablet lain yang harganya jauh lebih murah, untuk sekedar gengsi kah? Saya langsung menemukan jawabannya ketika menggunakan iPad kepunyaan tante saya begitu sampai di rumah. Jabawannya adalah kesederhanaan! Aplikasi iPad dirancang begitu sederhana sehingga mulai anak kecil hingga nenek-nenek bisa menggunakannya. Hal itulah yang tidak ditemukan di tablet kepunyaan saya. Selama ini kita sibuk membandingkan spesifikasi hardware dan sebagainya, sedangkan yang dibutuhkan orang-orang dengan tablet yang mereka beli adalah bagaimana tablet tersebut mudah digunakan untuk kebutuhan mereka.


Mulai saat itu saya mulai menelurusi tentang hal-hal yang bebau Apple terutama iPad. Keinginan saya untuk memilikinya semakin menggebu-gebu. Saya tau, untuk memiliki iPad model terbaru seperti yang saya liat dirumah makan tadi atau yang dimiliki tante saya adalah mustahil, mengingat harganya yang benar-benar menguras kantong. Salah satu jalannya adalah mencari iPad bekas pakai yang harganya terjangkau. Singkat cerita, saya akhirnya berhasil memiliki iPad generasi pertama dengan harga yang cocok dengan kantong saya dan dengan kondisi yang 99% mulus. Memang sebelum saya memiliki iPad ini , saya pernah menggunakan Apple device lainnyan seperti iPhone. Namun pengalaman yang diberikan iPad benar-benar luar biasa. Saya sampai menonton berulang-ulang video rekaman persentasi Steve Jobs memperkenalkan iPadnya. Saya mempelajari visinya menciptakan Gadget ini. Tidak pernah saya merasakan pengalaman membaca buku digital sebaik di iPad, pengalaman mendownload aplikasi di "Toko Aplikasi" yang lengkap dan mudah dipelajari, juga dukungan aplikasi yang benar-benar menyeluruh. Pengalaman bermain game tidak pernah sebaik ini, meskipun Gadget ini keluaran 2010 dan game yang saya mainkan adalah game HD. Aplikasi menggambarnya juga membuat saya ketagihan, karena begitu mudah digunakan. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan iPad dan saya percaya mengapa banyak orang rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli Gadget ini. Meskipun tidak sepenuhnya sempurna, seperti kekurangannya akan fitur multitasking dan pengamanannya yang sangat ketat. Tapi hal tersebut tidak membuat saya untuk berhenti mengekplorasi kemampuan iPad ini. 

Pengalaman yang saya tulis ini bukan bermaksud menyudutkan salah satu pihak ataupun menaikkan pamor iPad. Tapi menurut saya, tidak ada salahnya kita mencoba Gadget yang satu ini, menurut saya barang yang orisinal itu selalu punya kelebihan. Termasuk iPad ini, yang merupakan produk orisinal pertama Tablet yang sekarang menjadi fenomena dunia.
0


Pagi ini saya terbangun  pada pukul enam kurang empat menit dengan tubuh kedinginana dan pikiran yang melayang memikirkan mimpi yang barusan saya alami. Tubuh saya kedinginan karena lupa mematikan pendingin ruangan yang ada di kamar, sementara mimpi yang barusan saya alami masih belum bisa saya mengerti. Saya langsung memutuskan untuk menulisnya, supaya apa yang saya alami pagi ini tidak berlalu begitu saja. Mimpi yang saya alami menceritakan perjalanan saya degan keluarga saya berwisata ke pantai, dimana terdiri dari saya sendiri, adik kedua saya, mama saya dan Ayah saya. Selama mimpi saya tidak melihat sedikitpun adik saya yang ketiga, mungkin mimpi ini menceritakan tentang kenangan kami berwisata sebelum adik saya lahir pada 1996. Karena Ayah saya telah meninggal kira-kira tiga belas tahun yang lalu, atau tepatnya 10 juni tahun 2000. Suatu kebetulan yang sangat, karena saat ini saya sedang berada di Lampung selama kurang lebih hampir dua bulan. Kedaangan saya ke Lampung ini dalam rangka urusan keluarga, karena adik Mama saya harus menjalani operasi pengangkatan empedu. Jadi saya datang ke sini untuk membantu anaknya dalam mengelola usaha dangan mereka. 

Wisata yang kami lakukan jelas sekali beseting masa kini, karena banyak nya kendaraan yang lewat selama perjalan kami ke pantai adalah kendaraan-kendaraan yang umum pada saat ini. Perjalanan kami menggunakan dua sepeda motor, dimana Ayah saya  berada satu motor dengan adik saya dan saya berada di motor yang satunya dengan Mama saya. Tujuan perjalanan kami yaitu Pantai Pasir putih, yaitu pantai yang sering sekali kami kunjungi ketika saya masih kecil bersama sama. Pantai tersebut terletak tidak begitu jauh dari tempat tinggal kami, mungkin hanya sekitar setengah jam perjalanan. Sementara perjalanan yang kami tempuh didalam mimpi saya begitu jauh, bahkan diakhir mimpi saya (sebelum saya bangun dan menulisnya) saya belum tiba di tempat tujuan.

Mungkin apa saya mimpikan semalam disebabkan banyak memori memori lama tentang masa kecil saya yang dibangkitkan ketika saya berada di Lampung. Seperti beberapa minggu lalu ketika saya berbelanja ke pasar dimana disana terletak rumah saya yang dahulu. Saya tidak melewatkan kesempatan untuk memfotonya, tidak banyak yang berubah semenjak terakhir kali kami sekeluarga memutuskan untuk pindah. Pastinya saya tidak bisa lagi menceritakan mimpi saya lebih detail lagi, karena semakin lama mimpi tersebut semakin rancu dengan apa yang saya pikirkan. Saya juga tidak mau mendalamai maksud dari mimpi yang saya alami, tetapi saya bersyukur karena melalui mimpi yang saya alami saya jadi punya bahan utnuk saya tulis dan saya posting di Blog saya. Sudah lama sekali semenjak saya terakhir kali memposting tulisan saya di Blog ini.

P.s. foto yang saya sertakan di atas adalah foto wisata kami sekeluarga ke Jakarta pada tahun 1995.

0

Sabtu, 05 Januari 2013

Tidak terasa sudah 365 hari selama tahun 2012 saya lalui, dan sekarang memasuki tahun yang baru tahun 2013. Banyak harapan, keinginan, dan cita-cita yang bermunculan ketika kita memasuki tahun yang baru. Tahun 2012 menurut saya adalah tahun yang seperti rollercoaster. Dimana terasa sekali perbedaan ketika berada diatas, dan kemudian berada dibawah. bukan berarti saya tidak mensyukuri apa yang saya alami. Tetapi, di dalam tahun 2012 saya merasa keadaan cepat sekali berganti, dari baik menjadi buruk, dari senang menjadi sedih, begitu pula sebaliknya. Contoh paling nyata adalah teman saya yang pada awal tahun mengalami kenaikan pangkat di dalam pekerjaannya. Dia yang di akhir 2011 diterima kerja di sebuah Bank milik pemerintah mendapatkan kesempatan untuk menjabat sebagai bagian kredit seteleh sebelumnya hanya sebagai Teller. Menurut saya itu sebuah awal yang bagus untuk merintis karir. Setelah melewati serangkaian tes dan pembinaan akhirnya teman saya diangkat menjadi bagian kredit dan tentunya mendapatkan kenaikan penghasilan yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Tetapi di akhir tahun, tepatnya bulan Oktober dia mengalami musibah kecelakaan yang menyebabkan seorang tukang becak meninggal. Memang kalau diliat dari kasusnya teman saya tidak sepenuhnya salah, namun karena harus menjalani proses hukum, akhirnya sampai sekarang Ia harus mendekam di tahanan Polres.

Melihat teman saya berada dalam tahanan benar-benar membuat saya berpikir kembali tentang apa yang selama ini saya alami. Terutama di tahun 2012 ini. Awalnya saya merasa seakan-akan teman saya memiliki masa depan yang cerah di dalam perekerjaannya. Selama ini toh dalam pekerjaannya, teman saya menjalankannya dengan baik. Tetapi, satu musibah langsung membuat semua masa depannya seakan-akan suram. Beberapa kali mengunjunginya saya benar-benar tidak habis pikir kalau teman saya bisa berada di balik jeruji. Mendengar ceritanya yang harus tidur dengan kasur yang tipis, makan dua kali sehari dan bergaul dengan para narapidana lainnya. Siapakah yang akan menyangka kalau di awal.tahun teman saya yg kelihatan begitu cerah memiliki masa depan dalam pekerjaannya, tobab-tiba harus melewatkan waktu demi waktu berada di balik tahanan. Merayakan hari ulang tahunnya di bersama para narapidana, dan merayakan natal dan tahun baru di sana. Bukan hanya teman saya yang mengambol pelajaran dari apa yang dia alami, tetapi bagi saya juga. Saya belajar bagaimana untuk bersyukur untuk segala hal kecil yang kita punya. Beruntung saya masih bisa tidur di kasur yang empuk, bebas kesana kemari tanpa terkungkung oleh tembok tahanan. Masih memiliki pakaian yang bisa saya pakai, tidak harus memakai pakaian tahanan yang sama dengan tahanan lain. Saya bersyukur untuk penyertaan dan pemeliharaan Tuhana. Karena dengan bersyukur kita bisa hidup.lebih berbahagia tanpa harus terbebani dengan bernagai tuntutan hidup yang selama ini kita rasakan. Saya juga berdoa kepada Tuhan agar permasalahan teman saya bisa segera selesai. Dan dia boleh kembali bekerja kembali. Selamat Tahun Baru 2013, Tuhan Yesus Memberkati.
0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget