Kamis, 24 Juni 2010

Satu hal yang paling saya suka dalam hidup saya adalah ketika bisa bangun pagi dan menghirup udara segar. Selalu begitu setiap hari. Bagi saya waktu terbaik dalam hidup ini adalah pagi hari, saat segala yang terjadi pada hari ini berawal. Seakan-akan ada kekuatan baru yang diberikan kepada saya setiap kali menhirup udara segar pagi hari. Entah hari itu cerah, mendung atau hujan sekalipun. Tetap pagi ari adalah waktu yang terbaik.

Tetapi seringkali saya melewatinya, kenapa? Ya karena saya tidur terlalu malam dan bangun kesiangan, sehingga kehilangan "the best moment " itu. Kiranya ini menjadi pelajaran bagi saya juga agar saya bisa meanage waktu saya agar tidak kehilangan waktu-waktu terbaik itu. Karena bisa menikmati pagi hari membuat saya bersyukur kepada Tuhan karena telah memberikan satu kesempatan lagi dalam hidup ini.
0

Jumat, 11 Juni 2010


Pesta sepakbola antar negara-negara di seluruh dunia telah dimulai. Tidak terasa sudah 4 tahun berlalu sejak Italy menjuarai piala dunia 2006 yang berlangsung di Jerman. Ketika itu saya baru lulus dari SMA, dan sedang bingung apakah akan melanjutkan kuliah atau bekerja.

Memang piala dunia itu selalu membawa suasana penuh semangat salam setiappenyelengaraannya. Semangat untuk terus berjuang sampai habis demi mendapatkan gelar terbaik di jagat ini. Kiranya semangat piala dunia kali ini juga menular kepada saya dan kita semua agar mau terus berusaha untuk menjadi yang terbaik dan tentunya selalu menjunjung sportivitas. Waka-Waka.....
0

Apa yang istimewa pada tanggal 10 Juni kemarin? Sebenarnya bukan hari ulang tahun ataupun hari peringatan hari besar apapun. Melainkan hari mengenang almarhum ayah saya yang meninggal 10 tahun lalu.

Tidak terasa sepuluh tahun telah berlalu. Waktu itu saya masih kelas 6 sekolah dasar, yang masih berencana untuk memilih-milih smp mana yang akan saya daftar, dan sama seperti tahun ini ketika itupun sedang panas-panasnya kompetisi sepakbola Euro 2000 di Belanda dan Belgia. Hari meninggalnya ayah saya pun tepat ketika dimulainya kompetisi sepakbola antar negara-nagara Eropa tersebut.

Apa yang bisa saya ambil dari perjalanan saya selama 10 tahun ini.? Jawabannya banyak sekali dan saya bersyukur sekali kepada Tuhan atas penyertaan Nya selama ini. Mungkin ketika menghadapi situasi tersebut pada saat itu saya sedikit "protes" kepada Tuhan. Mengapa ini terjadi pada saya? Tapi setelah sampai pada saat ini saya bersyukur kepada Tuhan atas semua berkat-berkat Nya. Memang berkat Tuhan itu seperti yang dikatakan Pdt. Dr. Samuel Goh dalam seminar teologinya baru-baru ini memiliki ciri utama yaitu kejutan. Tidak menyangka betul-betul tidak menyangka. Terlalu banyak yang bisa diceritakan, atas apa yang terjadi pada saya, dan pastinya saya bersyukur atas semua yang terjadi.
0

Selasa, 08 Juni 2010

Sepertinya sudah lama sekali saya tidak "menyambangi" blog saya ini. Entah ada virus apa yang menjangkiti saya sehingga enggan sekali saya menceritakan sesuatu dalam blog ini. Padahal banyak hal yang terjadi di bulan mei kemarin, seperti pengalaman saya jadi liturgis di komisi pemuda dan bahkan di HUT Komisi pemuda ke 55.

Apa yang menyebabkan saya kembali lagi ke blog ini? Kemarin ketika saya mengikuti ibadah umum di gereja saya seperti mendapat pengertian baru tentang firman Tuhan. Pembicara di ibadah itu adalah seorang dosen di Singapore Bible College yang juga menjadi pembicara di seminar teologi 3 hari sebelumnya. Tema yang dibicarakan adalah tentang takut akan Tuhan. Pembicara itu menjelaskan bahwa ada 2 macam sikap takut akan Tuhan. Yang pertama pembicara itu mengambil contoh takut akan Tuhan yang seperti Hawa dalam kitab kejadian. Hawa takut akan Tuhan, Hawa mematuhi perintah Tuhan untuk tidak memakan buah pengetahuan baik dan buruk karena Hawa takut mati. Jadi Hawa mematuhi perintah Tuhan karena Ia takut mati.

Contoh kedua adalah saat Tuhan Yesus berdoa di taman getsemani. Ia pada saat itu sangat takut menghadapi saat-saat penderitaannya. Yesus berharap semua ini dapat berlalu namun Ia juga tidak ingin kehendak Nya yang terjadi namun kehendak Bapa. Yesus sangat takut mengecewakan Allah Bapa. Contoh laiinya adalah Abraham yang diperintahkan Tuhan untuk mempersembahkan anaknya Ishak. Padahal seperti kita ketahui bahwa untuk mendapatkan Ishak, Abraham harus menunggu 25 tahun lamanya. Namun, Abrahama melakukannya karena Ia takut, takut mengecewakan Tuhan sekali lagi. Dalam menunggu penggenapan janji Tuhan yang akan memberikan keturunan, Abraham telah banyak mengecewakan Tuhan, dan ketika kesempatan itu datang lagi. Abraha. tidak ingin mengecewakan Tuhan lagi.

Rasa takut seperti inilah yang perlu kita tananmkan dalam diri kita. Saya pun merasa perlu mengoreksi diri setelah mendengar firman Tuhan ini. Saya sendiri seringkali atau malah kebanyak menati Tuhan karena takut apa yang saya lakukan gagal dan tidak berhasil. Namun ketika sudah berlalu, rasa takut itu pun berlalu dan saya seakan-akan tidak memerlukan Tuhan. Kiranya ini menjadi perenungan bagi kita semua.
0

0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget