Minggu, 22 Mei 2011


Sejak pertama kali meggunakan telepon genggam atau biasa disebut handphone. Saya selalu ingin memakai produk yang lebih baik dan lebih baik lagi. Mulai dari handphone monokrom, berlanjut ke handphone yang memiliki layar warna, hingga yang bersistem operasi atau yang biasa disebut smartphone.

Awalnya saya memimpikan memiliki smartphone yang bernama Blackberry. Mungkin sekitar 6-7 tahun lalu dimana gadget itu belum se-booming sekarang. Tapi karena susahnya dan mahalnya perangkat tersebut maka keiinginan saya untuk memilikinya tertunda. Tapi ketika saya sudah berkerja dan mampu membeli Blackberry sendiri, perangkat tersebut sudah bukan barang langka lagi. Merebaknya penggunaan Blackberry beberapa tahun ini begitu pesat. Sampai-sampai membuat saya seakan "jijik" menggunakannya. Bagi saya banyak orang yang menggukan perangkat tersebut tapi tidak tahu apa kegunaannya sebenarnya. Mereka hanya mengikuti trend yang ada saat ini. Saya ingat dengan kalimat seseorang yang menulis dalam sebuah forum yang menjelaskan tentang perbedaan Blackberry dengan perangkat lain. Ia menuliskan bahwa Blackberry is Blackberry not a Handphone. Blackberry adalah sebuat gadget (perangkat) messagging terbaik yang ada saat ini dan didukung oleh kemampuan telepon. Jadi Blackberry bukanlah Handphone! Buat apa menggunakan Blackberry bila kita hanya sms dan telepon, atau hanya menggunakan fasilitas Blackberry Massengger nya ? Karena kelebihan utama Blackberry adalah fasilitas push-email nya yang sudah terkenal sejak dulu.

Tapi rupanya saya harus menelan ucapan saya sendiri ketika kebutuhan akan Blackberry semakin mendesak. Saya yang mulai mencoba merintis bisnis online sangat membutuhkan perangkat messaging yang membuat saya selalu terhubung dengan email. Apa ada yang sebaik Blackberry saat ini ? Saya sudah mencoba merek lain tapi hasilnya tidak memuaskan. Membuat saya akhirnya menggunakan Blackberry untuk pertama kalinya. Well, semoga kemauan sayya untuk mematahkan pendirian saya untuk tidak menggukan Blackberry selama perangkat ini banyak yang memakai membuat saya semakin fleksibel dalam memandang suatu hal. Sehingga saya tidak tersiksa sendiri dengan pendirian saya sendiri. Welcome to Blackberry world that makes You always connected....
0

Jumat, 13 Mei 2011

Ketika kerjamu ...
τϊđακ dihargai
maka saat itu ...
kau sedang belajar tentang
» Κ E Τ U L U Ș A N «

~Ketika usahamu dinilai ...
τϊđακ penting
» maka saat itu kau sedang
belajar tentang:
» Κ E I Κ Н L A Ș A И «

~Ketika hatimu ...
terluka sangat dalam,
» maka saat itu kau sedang
belajar tentang:
» М E М A A F Κ A И «

~Ketika kau harus
" Lelah & kecewa "
» maka saat itu kau sedang
belajar tentang:
» Κ E Ș U И G G U Н A И «

~Ketika kau merasa ...
" sepi & șέήđίяї "
» maka saat itu kau sedang
belajar tentang:
» Κ E Τ A И G G U Н A И «

~Ketika kau harus ...
" membayar biaya Ɣªηƍ
sebenarnya tidak perlu κªϋ
tanggung"
» maka saat itu kau sedang
belajar tentang:
» KEMURAH-HATIAN «

Tetap semangat..
Tetap sabar..
Tetap tersenyum..
Terus belajar..

Karena kau sedang menimba ilmu di universitas ...
KEHIDUPAN

Engkau berada di tempatmu yang sekarang,

βϋκªη karena
KEBETULAN ‎​

σяαηƍ yg hebat τϊđακ díhasilkan melalui ...
*...* kemudahan
*...* kesenangan
*...* ketenangan

Mereka díbentuk melalui
keSUKARan
TanTanGan dαπ
airmata

Ketika engkau mengalami sesuatu yg sangat berat ϑαņ merasa dítinggalkan sendiri dlm hidup ini ...
"Angkatlah Tangan dαņ
Kepalamu ke atas ......
Tataplah masa depanmu.."

Ketahuilah...
Engkau sdg dipersiapkan
untuk menjαdî ....
Orang yg Luar Biasa....
Yakinlah...
Нαri ini pasti lbh bαϊκ
dari hari kemarin....​​
0

Sabtu, 07 Mei 2011



Saya memang tidak berharap banyak ketika teman-teman mengajak saya mengikuti Tournament LA Streetball di malang kemarin. Selain karena saya bukan pemain "streetball", saya juga meragukan persiapan tim kami yang seadanya seperti ini. Tapi bukan berarti pengalaman pertama saya mengikuti Tournament membuat saya pulang dengan tangan hampa. Setidaknya ada sedikit kenang-kenangan yang saya peroleh.

Yang pertama jelas rasa pegal-pegal ketika tadi pagi bangun tidur. Bukan rasa pegal yang didapat karena banyaknya bermain atau kerasnya pertandingan. Melainkan pagal karena seharian kami semua harus berpanas-panasan untuk menunggu jadwal tanding. Kami sudah berada di arena Tournament ini mulai pukul sembilan pagi. Pagi itu cuaca mendung, dan kami semua diwajibkan hadir untuk diabsen. Namun, cuaca mendadak panas terik ketika memasuki pertandingan pertaman sekitar satu setengah jam kemudian. Kami baru bertanding ketika jam sudah menunjukan pk. 13.oo WIB. Bukan main panasnya dan stamina kami benar-benar terkuran. Padahal cuma menjalankan pertandingan 2x 8menit waktu kotor. Hasilnya bisa ditebak, tim kami babak belur dengan skor 24 - 6. Satu catatan, sayalah pencetak angka pertama bagi tim ketika tim sudah tertinggal 17-0 "well better than never...".

Setelah selesai pertandingan kami harus menunggu tim kami yang lain (Dalam Tournament ini kami menurunkan 2 tim dan saya tergabung di tim ke-2). Barangkali sekitar satu jam kemudian kami menyaksikan tim petama kami main dengan hasil yang tidak lebih baik dari kami. Tim pertama kami sudah bermaterikan pemain hebat, namun lawan kami jauuuhh lebih hebat. Tim pertama kalah dengan skor 38-6. Yah, setidaknya bisa mecetak 6 point sudah bagus. Karena ada beberapa tim yang sama sekali tidak mencetak skor alias scoreless.

Oleh-oleh kedua dari gelaran ini adalah kulit saya yang menghitam. Saya baru sadar ketika tadi pagi bertemu teman-teman saya di gereja. Saya seperti habis pulang dari berjemur di pantai Bali.

Yang terakhir tentunya yang paling berkesan adalah foto saya dan beberapa teman-teman dengan mantan pemain basket Aspac dan timnas Indonesia Ali Budimansyah. Salah satu idola saya dan inspirasi saya ketika saya mulai belajar basket. Selain itu ada juga jersey yang saya pakai ketika bertanding. Well, semuanya itu akan menjadi kenganan yang tidak terlupakan bagi saya.
0

Jumat, 06 Mei 2011

Pagi ini saya terbangun dengan pikiran yang dipenuhi berbagai hal yang ingin saya lakukan dan apa yang akan terjadi hari ini. Disertai dengan perasaan yang bercampur aduk antara bersemangat, nervous, dan gembira. Maklum ini Tournament pertama saya setelah saya kembali ke Malang.

Saya mengenal dan belajar basket ketika saya duduk di sekolah menengah atas di Malang. Banyak pertandingan dan Tournament yang saya ikuti. Setelah masa SMA lewat saya pindah ke Lampung untuk bekerja dan sejak saat itulah kegiatan yang berhubungan dengan olahraga favorit saya (Basket) seakan menjauh dari saya, meskipun tidak hilang sama sekali.

Setelah lama absen, ini untuk pertama kalinya saya ikut lagi. Perasaan-perasaan yang dulu pernah saya rasakan kini kembali lagi. Proses saya mengikuti Tournament inipun sedikit unik. Karena saya memang tidak berharap diikutsertakan, namun teman-teman sepermainan saya mendaftarkan saya. Sehingga mau tidak mau saya ikut. Actually, saya tidak berharap banyak-banyak dari kegiatan ini. Semoga saya tidak melakukan banyak turnover ketika main dan mengalami cedera. Play smart, fun, safe,and for sure, JUST ENJOY THE GAME!
0

Minggu, 01 Mei 2011

Sebulan belakangan ini saya punya kegemaran membaca novel. sebenarnya bukan kegiatan baru, dahulu pun saya pernah melakukannya. Namun tidak sesering belakangan ini. Mulai dari novel fiksi yang penuh dengan adegan pertempuran antara bangsa-bangsa khalayan seperti elf dan naga, novel tentang sekolah khusus untuk Vampire, sampai novel yang berisi catatan harian seorang penderita Leukimia yang hampir saja membuat saya meneteskan air mata semuanya habis saya baca. Apalagi, tebal buku yang saya baca ada yang mencapai 800 halaman lebih.

Dari kesemua itu ada satu buku yang baru saja saya dapatkan yang membuat saya bernostalgia lagi. Ya, buku yang ketika saya sekolah dasar merupakan kegemaran saya sampai saat ini pun masih. Bahkan saya sampai mengoleksi beberapa serinya. Disekolah dulu saya sampai berlomba-lomba untuk banyak-banyakan membaca novel misteri ini dengan teman-teman sesama penggemar. Trio Detektif judulnya, meskipun mencantumkan nama sutradara film misteri terkenal Alfred Hitchcock, namun Mr. Hitchcock tidak benar-benar menulis novel ini. Random House, penerbit seri novel tersebut membayar Alfred Hitchcock agar namanya dicantumkan pada seri novel tersebut untuk menarik perhatian pembeli. Seri buku ini awalnya ditulis oleh Robert Arthur, Jr. Tokoh utama dari novel ini adalah :
  1. Jupiter "Jupe" Jones, Penyelidik Pertama - Seorang mantan aktor cilik, Jupiter adalah seorang yang pintar dan memiliki ingatan kuat serta kemampuan deduktif. Jupiter adalah anak yatim piatu yang tinggal bersama pamannya Titus Jones dan bibi Matilda.
  2. Peter "Pete" Crenshaw, Penyelidik Kedua - Pete adalah seorang atlet atletik yang tidak menyukai situasi berbahaya tetapi sering menjadi andalan dalam beberapa situasi yang memerlukan aksi. Ayahnya adalah seorang ahli efek khusus di Hollywood.
  3. Robert "Bob" Andrews, Dokumentasi dan Penelitian - Bob digambarkan sebagai seorang yang suka belajar dan memakai kaca mata. Bob bekerja sebagai pegawai paruh waktu di perpustakaan sehingga cocok dengan perannya sebagai pengumpul data.
Jupiter, Pete dan Bob tinggal di Rocky Beach, sebuah kota pantai kecil fiktif di California bagian selatan. Digambarkan bahwa kota tersebut berada sekitar 10-12 mil dari Hollywood dan 15 mil dari tengah kota Los Angeles.

Keluarga Jupiter memiliki dan mengoperasikan The Jones Salvage Yard (Pengusaha Barang Bekas Jones) atau The Yard, dimana terletak markas Trio Detektif yang tersembunyi di dalam sebuah truk trailer tua yang juga tersembunyi di tengah-tengah timbunan barang bekas pula. Terdapat beberapa jalan masuk rahasia yang cerdik (seperti Terowongan Dua, Pintu Empat, dsb.). Alat-alat yang ada di dalam trailer tersebut antara lain sebuah telepon, kamar gelap untuk mencuci-cetak film, sebuah lemari kabinet, dan sebuah ruang kerja dimana Jupiter biasanya merangkai berbagai macam peralatan (kebanyakan berasal dari barang-barang bekas yang ada di sekitarnya) yang sangat membantu ketiga remaja ini untuk melakukan kegiatan penyelidikan mereka. Ketiga remaja ini seringkali harus membayar barang-barang yang mereka ambil dengan cara bekerja untuk Bibi Mathilda --- seorang pekerja keras yang percaya bahwa anak-anak yang terlihat menganggur harus segera diberi pekerjaan.

Jupiter merancang kartu nama Trio Detektif sedemikian rupa sehingga menarik perhatian para calon klien mereka. Yang paling diingat oleh para pembaca adalah adanya tiga tanda tanya di atas kartu nama tersebut. Para calon klien ini seringkali bertanya apa makna ketiga tanda tanya itu --- suatu hal yang memberikan kesempatan bagi Jupiter untuk membuat para calon klien itu terpesona oleh penjelasannya: "tiga tanda tanya itu adalah simbol dari pertanyaan yang akan terjawab, misteri yang akan terpecahkan." Orang-orang yang menyewa jasa Trio Detektif biasanya hanya memperkenalkan mereka pada kasus-kasus yang mesti dipecahkan, dan bertemu lagi dengam ketiga remaja itu pada akhir petualangan. Beberapa diantaranya ada yang merujuk para remaja ini ke ahli-ahli tertentu, seperti seprang peneliti tentang kekuatan supernatural. Tidak pernah sekalipun disebutkan bahwa para klien tersebut memberikan bantuan dana kepada ketiga remaja ini untuk melakukan penyelidikan mereka.

Trio Detektif memecahkan berbagai kasus lewat riset (keahlian Bob), observasi aktif (keahlian Pete), dan penelaahan deduksi yang pandai (keahlian Jupiter). Walau para remaja ini lebih muda dan kurang memiliki dukungan serta koneksi seperti yang dimiliki oleh tokoh-tokoh detektif fiktif lainnya (The Hardy Boys dan Nancy Drew), mereka selalu dapat menemukan cara untuk mengkompensasi kelemahan mereka tersebut.

Walau masih terlalu muda untuk bisa menyetir mobil sendiri, Trio Detektif cepat-cepat bisa memperoleh alat transportasi yang dapat diandalkan dalam bentuk mobil mewah sewaan Rolls-Royce yang dibawa oleh sopir Inggris bernama Worthington. Jupiter memperoleh fasilitas ini selama "tiga puluh hari, dua puluh empat jam tiap harinya" setelah memenangkan sebuah kontes promosi dari sebuah perusahaan penyewaan mobil, tepat sebelum memulai penyelidikan mereka di buku Misteri Rumah Hantu. Meskipun Jupiter berdalih bahwa kata-kata "tiga puluh hari, dua puluh empat jam per hari" berarti bahwa anak-anak remaja itu harusnya memiliki hak untuk menggunakan mobil mewah tersebut selama masa setara dengan 30 hari penuh (atau 720 jam), perusahaan penyewaan mobil Rent-N-Ride langsung menghentikan hak mereka itu dalam cerita Misteri Mata Berapi. Untungnya, seorang klien yang sangat berterima-kasih atas bantuan Trio Detektif mengatur jalan bagi para remaja itu untuk dapat menggunakan fasilitas mobil mewah itu kapanpun mereka butuhkan. Namun, walau Worthington kemudian menjadi salah seorang kepercayaan dan pendukung Trio Detektif, penggunaan mobil mewah itu belakangan menjadi semakin jarang di buku-buku yang terbit selanjutnya.

Setelah berhasil membuktikan ketangguhan mereka, Trio Detektif memperoleh kartu tanda pengenal dari kepala polisi Rocky Beach, Samuel Reynolds, yang menunjukkan bahwa ketiga remaja tersebut adalah petugas muda yang membantu kepolisian Rocky Beach. Mereka kadang-kadang menggunakan tanda pengenal ini untuk meyakinkan orang lain bahwa mereka adalah penyelidik sungguhan.

Menarik sekali mengikuti petualangan mereka, bahkan saya rela tidur larut malam untuk menyelesaikan membaca petualangan mereka.

0

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget