Minggu kemarin benar-benar menjadi minggu yang penuh peristiwa. Minggu yang padat juga karena saya kebagian jatah bermusik di hari minggunya. Sampai-sampai, setelah semuanya selasai saya baru menyadari kalau kepala saya sakit, sakit karena banyaknya hal yang terjadi begitu banyak.Minggu kemarin saya mengalami kecelakaan sepeda motor, yang membuat saya tidak habis pikir adalah kejadian yang menimpa saya itu terjadi dua kali. Kurun waktunya begitu singkat hanya berselang dua hari. Kejadian pertama terjadi ketika adik saya yang mengendarai seeda motornya. Kami bersenggolan dengan bak mobil pickup yang menyebabkan hilang kendali dan jatuh. Hanya luka-luka di kaki pada adik saya dan terkilir di lengan kiri pada saya. Sedangkan pada motornya hanya goresan kecil dan bengkok di handel rem depan. Kecelakaan ini saja sudah membuat saya lebih berhati-hati dalkam mengendarai sepeda motor, sedangkan buat adik saya kecelakaan ini membuatnya berpikir ulang untuk meminta sepeda motor pribadi.
Setelah saya memperbaiki handel sepeda motor saya agar kembali normal, saya mulai kembali dalam aktivitas saya seperti biasa. Rasanya belum hilang ingatan saya jatuh dari motor, saya harus mengalaminya lagi. Kali ini saya sendiri dan saya sampai terguling-guling di tengah jalan dua kali sembelum kembali berdiri dan meminggirkan kendaraan saya. Pertama kali yang terlintas di pikiran saya adalah, kenapa terjadi lagi, dan Kenapa begitu cepat kejadiannya terjadi. Saya menghela napas dalam-dalam setelah kejadian ini terjadi. saya melihat kondisi motor saya, saya mulai merasakan sakit-sakit di tangan kiri saya, dan saya melihat jam tangan saya pecah!
Dari dua kejadian ini, saya mendapat pelajaran berharga tentang bagaimana bersyukur. Bersyukur dalam segala hal yang terjadi. Meskipun mengalami kecelakaan, saya bersyukur ketika saya terjatuh (dua kali) tidak ada mobil atau motor yang melintas. Saya bersyukur hanya mengalami luka-luka kecil, saya juga bersyukur motor saya hanya "luka" ringan. Saya juga diingatkan kalau hidup saya sudah Tuhan selamatkan. Seperti jam tangan saya, meskipun kaca luarnya rusak dan talinya putus, namun putaran jamnya masih berjalan dan tetap tepat waktu. Seperti Tuhan yang datang ke dunia ini untuk menyelamatkan hidup kita semua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar