Minggu, 11 September 2011

TIK...TOK...TIK....TOK.....

Liburan Idul Fitri 1432 H yang jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011 kemarin, menyisahkan banyak cerita tentunya bagi banyak orang. Tidak terkecuali saya yang menghabiskan liburan dengan "berjibaku" di toko selama libur lebaran. Memang jumlah pembeli di toko meningkat tajam ketika musim liburan seperti itu, apalagi banyak toko-toko lain yang tutup. Saya sampai kehabisan stok barang ketika libur lebarang tersebut, dan harus mencarinya ke berbagai dealer terdekat. Maklum dealer-dealer resmi banyak yang tutup beberapa hari menjelang hari H sampai beberapa hari sesudah hari H.

Hari itu hari selasa, kita saya memutuskan untuk membeli beerbagai asesoris yang di toko yang sudah kosong. Saya pergi ke Malang di tempat saya biasa berbelanja barang tersebut. Untungnya sudah buka, karena pada hari Sabtu kemarin, saya datang kesana dengan kondisi tokonya masih tutup. Ketika sampai di parkiran, saya terkejut dengan seorang tukang parkir yang ada di depat saya. Tidak saya lagi dia adalah teman saya ketika sama-sama di Komisi Pemuda waktu saya SMA. Saya menyapa dia, dan untungnya langsung mengenali saya. Agak kaget dengan penampilannya sekarang. Dengan celana jeans pendek dan sedikit kumal plus kaus hitam dan rompi kuning khas tukang parkir. Sudah lama sekali saya tidak bertemu dengan dia. Bahkan selama ini saya sering ke toko itu, saya tidak pernah menjumpainya. Benar-benar kebetulan sekali saya bisa berjumpa dengan dia sekarang. Saya langsung menanyai kabarnya, dan dia bilang kalau dia kerja di sini bergantian dengan kakaknya. Karena kendaraan sedikit rame pada saat itu jadinya dia tidak sempat berbicara banyak saat itu. Akhirnya saya pamit ke dalam untuk menyelesaikan urusan saya dulu.

Setelah selesai membeli beberapa asesoris untuk kebutuhan di toko saya. Saya menuju keluar untuk menemuinya lagi. Saya membelikannya segelas minuman dingin dan kami sama-sama duduk di tempat dia biasa istirahat untuk mengobrol. Dari percakapan yang kami lakukan (meskipun tidak lama karena kesibukannya juga) saya jadi sedikit tahu tentang pekerjaannya. Baik itu jam kerjanya, penghasilannya, aktivitasnya setelah bekerja. Saya juga sempat menanyainya apakah dia masih ke Komisi Pemuda seperti dulu. Dia bilang kalau pekerjaannya membuatnya sulit untuk aktif seperti dulu lagi di Komisi Pemuda, sambil tentunya berbagai alasan lain. Tapi dari percakapa itu juga saya sadar kalau selama ini saya banyak menyianyiakan waktu yang diberikan Tuhan. Seringkali saya melas-malasan padahal banyak wkatu yang dapat saya gunakan baik untuk belajar piano, membaca buku, pergi doa pagi. Dengan alasan lelah setelah seharian di toko saya jadi enggan mengerjakan kkegiatan lainnya. Bagaimana jika saya ada di posisi teman saya itu, yang harus setiap hari panas, dingin, terik, hujan harus bekerja. Apakah saya masih sempat untuk melakukan sesuatu lagi? Ini merupakan perenungan bagi saya untuk hari-hari ke depan agar waktu yang Tuhan Yesus berikan tidak saya sia-siakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget