Syukur kepada
Tuhan yang sebesar-besarnya karena atas kasih dan penyertaan-Nya kami dapat
melaksanankan kegiatan Tour de Jogja ini. Pada waktu pertama kali direncanakan,
saya bersama teman-teman pengurus Komisi Pemuda berharap kegiatan ini menjadi
ajang kegiatan para pemuda di gereja kami untuk bersama jalan-jalan dan
menikmati kota Jogjakarta. Itu sebabnya sejak awal tahun kami sudah
mempromosikannya, agar teman-teman semua dpat menikmatinya. Namun, berbagai
kendala mengiringi langkah persiapan kami dalam menyelenggarkan kegiatan ini.
Mulai masalah jadwal yang kurang tepat, kesangsian beberapan orang akan
keseriusan acara ini, dan biaya yang dianggap terlalu besar. Meskipun begitu
kami, didukung oleh pembina kami tetap terus jalan dan yakin Tuhan menyertai kegiatan
kami ini.
Akhirnya pada hari
"H" nya tanggal 17 Mei 2012 kami benar-benar menyelenggarakan
kegiatan Tour de Jogja. Meskipun dengan peserta yang di mix karena peminat dari
remaja dan pemuda sedikit. Peserta kami pada kegiatan kali ini benar-benar hampir
lengkap, mulai dari perwakilan Remaja, Pemuda, sekolah minggu, Majelis,
mahasiswa praktek, dan gembala sidang. Hanya kurang perwakilan dari wanita dan
lansia saja.
Kami memulai
perjalanan kami pk 20.00 WIB. Kami semua benar-benar terkagum akan mobil yang
kami kendarai semala perjalanan. Kami mendapat bantuan dari rekan gereja yang
bersedia meminjamkannya kepada kami, dengan biaya yang murah. Fasilitas yang
benar-benar luar biasa bagi kami, menambah semangat perjalanan kami. Kami
berdoa kepada Tuhan menyerahkan seluruh perjalanan kami sebelum kami mulai
bernagkat menuju Jogja.
Selama perjalanan,
tentu yang paling memiliki energi banyak adalah para anak-anak, meskipun mereka
cuma bertiga tetapi keriuhannya mengalahkan kami semua yang sudah dewasa. Perjalan
kami untuk sampai ke Jogja kira-kira membutuhkan waktu 8 jam, dan perhetian.
Pertama kali kami adalah di pantai Parangtritis.
Pantai dengar
hamparan pasir hitam dan ombak laut selatan akhirnya kami jumpai tepat pada pk.
06.00 WIB. Benar-benar luar biasa, bagi saya pribadi ini adalah kali pertama
saya menginjakkan kaki di pantai sejak tahun 2009. Benar-benar senang luar
biasa, karena kami akhirnya benar-benar bisa tiba di daerah ini. Pantai
parangtritis memang tidak seperti kebanyakan pantai yang bisa dinikmati dengan
berenang dan bersenang-senang di pantai. Mengingat pantainya yang termasuk
pantai laut selatan yang memiliki ombak yang besar. Tetapi hamparan pasir yang
luas dan adanya kolam air panas membuat kami bisa menikmatinya dengan cara
menyewa kendaraan ATP dan mandi air hangat yang bersumber dari gunung berapi.
Kami mengakhiri
kesenangan kami di pantai Parangtritis dengan sarapan di kedai yang terletak di
pinggir pantai, sekalian membersihkan diri dan mandi pagi. Kami semua
benar-benar terkesan dengan keindahan pantai ini, dan juga membicarakan tujuan
wisata kita selanjutnya yaitu pusat kota Jogja.
Sesampainya di
Kota Jogjakarta, rencana kami sedikit berubah. Kami lebih memilih untuk check
in terlebih dahulu, lalu menjemput teman kami yang bergabung dari Jakarta.
Kegembiraan kami bertambah setelah melihat penginapan kami, penginapan murah
tetapi dengan kualitas yang mewah dan baru. Anak-anak begitu gembira luar
biasa, karena luasnya tempat penginapan kami, sehingga mereka bebas
bermain-main.
Kami memulai
petualangan kami di kota Jogja dengan berangkat ke pusatnya kota Jogja yaitu
Jl.Malioboro. Disana kami menjemput teman kami yang datang dari jakarta, Ketua
pemuda kita, yang kerja di jakarta dan menyempatkan diri untuk ikut dalam tour
de Jogja ini. Kunjungan pertama kami adalah Benteng Vredenburg. Benteng yang
berisi diorama tentang sejarah kota Jogja. Meskipun tampak dari luar kuno,
namun fasilitas didalamnya benar-benar modern, seperti adanya pendingin
ruangan, panel LCD layar sentuh yang berisi informasi sejarah. Dilanjutkan
dengan makan siang di jalan yang sangat terkenal di Jogjakarta ini. Kami semua
sepakat untuk mencari makanan sesuai selera kami masing-masing. Saya memilih
untuk mencoba makanan khas di sini yaitu Gudeg. Ternyata saya ketagihan dengan
rasanya, meskipun harganya cukup mahal. Namun karena ini liburan, jadinya tidak
terlalu dipusingkan.
Wisata kami
kembali kami lanjutkan setelah kami beristirahat di penginapan terlebih dahulu.
Kami melajutkan wisata kami di Jalan Malioboro pada waktu malam. Kali ini
tujuan wisata kami adalah wisata belanja. Kami berpisah untuk
"mengejar" buruan kami masing-masing. Itu dilakukan agak kami bisa
dengan leluasa dan puas berkeliling di sana. Benar-benar butuh fisik yang prima
untuk mengelilingi daerah tersebut. Saya juga bersama adik dan teman saya
sempat mencoba sensasi naik becak untuk diajak berkeliling ke pusat oleh-oleh
dan kaos. Meskipun hanya memasang tarif lima ribu rupiah. Saya benar-benar
tidak tega hanya membayar segitu, mengingat kami bertiga dan jarak yang
ditempuh cukup jauh. Saya juga kagum dengan kerukunan antar tukang becak di
daerah tersebut. Mereka sangat kompat dan tidak sunggkan untuk saling membantu.
Mereka juga saling menyapa ketika bertemu. Tidak ada yang saling berebut penumpang
seperti yang saya jumpai di daerah lain.
Puas berbelanja,
kami mengakhiri dengan berkumpul di depan Mall Malioboro. Raut senang, dan
capek terpancar dari para peserta. Bawaan yang banyak sudah pasti, bahkan ada
yang merasa kurang dengan hasil belanjaannya. Kami lalu mengakhiri malam
pertama dan terkahir kami di Jogja ini dengan pulang ke hotel untuk
beristirahat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar