Senin, 21 Mei 2012

Tour de Jogja (Day 1)


Syukur kepada Tuhan yang sebesar-besarnya karena atas kasih dan penyertaan-Nya kami dapat melaksanankan kegiatan Tour de Jogja ini. Pada waktu pertama kali direncanakan, saya bersama teman-teman pengurus Komisi Pemuda berharap kegiatan ini menjadi ajang kegiatan para pemuda di gereja kami untuk bersama jalan-jalan dan menikmati kota Jogjakarta. Itu sebabnya sejak awal tahun kami sudah mempromosikannya, agar teman-teman semua dpat menikmatinya. Namun, berbagai kendala mengiringi langkah persiapan kami dalam menyelenggarkan kegiatan ini. Mulai masalah jadwal yang kurang tepat, kesangsian beberapan orang akan keseriusan acara ini, dan biaya yang dianggap terlalu besar. Meskipun begitu kami, didukung oleh pembina kami tetap terus jalan dan yakin Tuhan menyertai kegiatan kami ini.

Akhirnya pada hari "H" nya tanggal 17 Mei 2012 kami benar-benar menyelenggarakan kegiatan Tour de Jogja. Meskipun dengan peserta yang di mix karena peminat dari remaja dan pemuda sedikit. Peserta kami pada kegiatan kali ini benar-benar hampir lengkap, mulai dari perwakilan Remaja, Pemuda, sekolah minggu, Majelis, mahasiswa praktek, dan gembala sidang. Hanya kurang perwakilan dari wanita dan lansia saja.

Kami memulai perjalanan kami pk 20.00 WIB. Kami semua benar-benar terkagum akan mobil yang kami kendarai semala perjalanan. Kami mendapat bantuan dari rekan gereja yang bersedia meminjamkannya kepada kami, dengan biaya yang murah. Fasilitas yang benar-benar luar biasa bagi kami, menambah semangat perjalanan kami. Kami berdoa kepada Tuhan menyerahkan seluruh perjalanan kami sebelum kami mulai bernagkat menuju Jogja.

Selama perjalanan, tentu yang paling memiliki energi banyak adalah para anak-anak, meskipun mereka cuma bertiga tetapi keriuhannya mengalahkan kami semua yang sudah dewasa. Perjalan kami untuk sampai ke Jogja kira-kira membutuhkan waktu 8 jam, dan perhetian. Pertama kali kami adalah di pantai Parangtritis.


Pantai dengar hamparan pasir hitam dan ombak laut selatan akhirnya kami jumpai tepat pada pk. 06.00 WIB. Benar-benar luar biasa, bagi saya pribadi ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di pantai sejak tahun 2009. Benar-benar senang luar biasa, karena kami akhirnya benar-benar bisa tiba di daerah ini. Pantai parangtritis memang tidak seperti kebanyakan pantai yang bisa dinikmati dengan berenang dan bersenang-senang di pantai. Mengingat pantainya yang termasuk pantai laut selatan yang memiliki ombak yang besar. Tetapi hamparan pasir yang luas dan adanya kolam air panas membuat kami bisa menikmatinya dengan cara menyewa kendaraan ATP dan mandi air hangat yang bersumber dari gunung berapi.

Kami mengakhiri kesenangan kami di pantai Parangtritis dengan sarapan di kedai yang terletak di pinggir pantai, sekalian membersihkan diri dan mandi pagi. Kami semua benar-benar terkesan dengan keindahan pantai ini, dan juga membicarakan tujuan wisata kita selanjutnya yaitu pusat kota Jogja.

Sesampainya di Kota Jogjakarta, rencana kami sedikit berubah. Kami lebih memilih untuk check in terlebih dahulu, lalu menjemput teman kami yang bergabung dari Jakarta. Kegembiraan kami bertambah setelah melihat penginapan kami, penginapan murah tetapi dengan kualitas yang mewah dan baru. Anak-anak begitu gembira luar biasa, karena luasnya tempat penginapan kami, sehingga mereka bebas bermain-main.

Kami memulai petualangan kami di kota Jogja dengan berangkat ke pusatnya kota Jogja yaitu Jl.Malioboro. Disana kami menjemput teman kami yang datang dari jakarta, Ketua pemuda kita, yang kerja di jakarta dan menyempatkan diri untuk ikut dalam tour de Jogja ini. Kunjungan pertama kami adalah Benteng Vredenburg. Benteng yang berisi diorama tentang sejarah kota Jogja. Meskipun tampak dari luar kuno, namun fasilitas didalamnya benar-benar modern, seperti adanya pendingin ruangan, panel LCD layar sentuh yang berisi informasi sejarah. Dilanjutkan dengan makan siang di jalan yang sangat terkenal di Jogjakarta ini. Kami semua sepakat untuk mencari makanan sesuai selera kami masing-masing. Saya memilih untuk mencoba makanan khas di sini yaitu Gudeg. Ternyata saya ketagihan dengan rasanya, meskipun harganya cukup mahal. Namun karena ini liburan, jadinya tidak terlalu dipusingkan.

Wisata kami kembali kami lanjutkan setelah kami beristirahat di penginapan terlebih dahulu. Kami melajutkan wisata kami di Jalan Malioboro pada waktu malam. Kali ini tujuan wisata kami adalah wisata belanja. Kami berpisah untuk "mengejar" buruan kami masing-masing. Itu dilakukan agak kami bisa dengan leluasa dan puas berkeliling di sana. Benar-benar butuh fisik yang prima untuk mengelilingi daerah tersebut. Saya juga bersama adik dan teman saya sempat mencoba sensasi naik becak untuk diajak berkeliling ke pusat oleh-oleh dan kaos. Meskipun hanya memasang tarif lima ribu rupiah. Saya benar-benar tidak tega hanya membayar segitu, mengingat kami bertiga dan jarak yang ditempuh cukup jauh. Saya juga kagum dengan kerukunan antar tukang becak di daerah tersebut. Mereka sangat kompat dan tidak sunggkan untuk saling membantu. Mereka juga saling menyapa ketika bertemu. Tidak ada yang saling berebut penumpang seperti yang saya jumpai di daerah lain.

Puas berbelanja, kami mengakhiri dengan berkumpul di depan Mall Malioboro. Raut senang, dan capek terpancar dari para peserta. Bawaan yang banyak sudah pasti, bahkan ada yang merasa kurang dengan hasil belanjaannya. Kami lalu mengakhiri malam pertama dan terkahir kami di Jogja ini dengan pulang ke hotel untuk beristirahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget