Khotbah yang terbaik menurut saya adalah kesaksian hidup kita sendiri yang telah diubahkan oleh Kristus. Kata-kata itu saya simpulkan ketika saya mendengar sebuah khobah yang isinya sebuah kesaksian hidup dari seorang bernama Pdt. Sam Hsiao.
Saya berpikir ibadah Chapel Pagi yang diadakan di kampus kemarin akan berjalan seperti biasanya. Ternyata saya keliru, ada seorang tamu istimewa yang datang bersama beberapa orang donatur kampus. Kedatangan Pdt. Sam, dalam rangka pelayanan bersama tim Mission Trip Kampus, dan gereja GKT Hosana ke daerah Ambon, dan Makasar.
Pdt. Sam dalam khotbahnya menceritakan bagaimana hidupnya telah diubahkan oleh Tuhan. Ia adalah seorang pemusik, pemain Saxophone tepatnya yang sangat terkenal di Taiwan dan hidupnya begitu duniawi serta sombong. Tapi Tuhan mau pakai dirinya, dan talenta musiknya untuk menceritakan tentang kebaikan Tuhan kepada banyak orang. Bukan hanya dirinya, Pdt. Sam juga menceritakan bagaimana keluarganya yang memiliki segudang masalah. Lahir dari lima bersaudara kakak-kakaknya banyak yang meninggal akibat ketergantungan obat-obatan, dan minuman keras. Bahkan ada salah seorang kakaknya yang melompat dari lantai lima dan lumpuh seumur hidupnya. Ayahnya pun tidak jauh berbeda, ketiak usia 7 tahun Pdt. Sam baru bisa melihat dirinya karena baru keluar penjara. Kejadian-kejadian yang buruk ini dianggap sebagai sesuatu yang baik dan berguna bagi Pdt. Sam untuk semakin mengenal kasih Tuhan. Ia mengutip Mazmur 119 :71, bahwa ketika tertindas itu baik baginya, karena dapat belajar ketetapan-ketetapan Tuhan. Ia percaya pengalaman-pengalaman yang buruk yang dialaminya membuktikan kalau Tuhan tidak pernah meninggalkannya. Penderitaan membuatnya lebih dekat kepada Tuhan.
Kadangkala Tuhan memakai cara-cara yang tidak saya mengerti untuk mendidik. Salah satunya melalui penderitaan. Apa yang Daud alami yang dituliskan dalam Mazmur 119:71 dan yang Pdt. Sam saksikan menjadi refleksi bagi saya bagaimana menjalani kehidupan yang penuh dengan permasalahan ini. Tuhan dapat memakai permasalahan, penderitaan dan pergumulan untuk membuat saya taat dan selalu dekat dengan Dia. Ketika mendapat permasalahan ingatlah akan Tuhan, dan selesaikan menurut cara dan kehendak-Nya. Hanya Tuhan yang tidak pernah meninggalkan saya seorang diri ketika menghadapai kesulitan. Kasih-Nya tetap untuk selamanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar