Sabtu, 07 Mei 2011

Oleh-Oleh LA STREETBALL



Saya memang tidak berharap banyak ketika teman-teman mengajak saya mengikuti Tournament LA Streetball di malang kemarin. Selain karena saya bukan pemain "streetball", saya juga meragukan persiapan tim kami yang seadanya seperti ini. Tapi bukan berarti pengalaman pertama saya mengikuti Tournament membuat saya pulang dengan tangan hampa. Setidaknya ada sedikit kenang-kenangan yang saya peroleh.

Yang pertama jelas rasa pegal-pegal ketika tadi pagi bangun tidur. Bukan rasa pegal yang didapat karena banyaknya bermain atau kerasnya pertandingan. Melainkan pagal karena seharian kami semua harus berpanas-panasan untuk menunggu jadwal tanding. Kami sudah berada di arena Tournament ini mulai pukul sembilan pagi. Pagi itu cuaca mendung, dan kami semua diwajibkan hadir untuk diabsen. Namun, cuaca mendadak panas terik ketika memasuki pertandingan pertaman sekitar satu setengah jam kemudian. Kami baru bertanding ketika jam sudah menunjukan pk. 13.oo WIB. Bukan main panasnya dan stamina kami benar-benar terkuran. Padahal cuma menjalankan pertandingan 2x 8menit waktu kotor. Hasilnya bisa ditebak, tim kami babak belur dengan skor 24 - 6. Satu catatan, sayalah pencetak angka pertama bagi tim ketika tim sudah tertinggal 17-0 "well better than never...".

Setelah selesai pertandingan kami harus menunggu tim kami yang lain (Dalam Tournament ini kami menurunkan 2 tim dan saya tergabung di tim ke-2). Barangkali sekitar satu jam kemudian kami menyaksikan tim petama kami main dengan hasil yang tidak lebih baik dari kami. Tim pertama kami sudah bermaterikan pemain hebat, namun lawan kami jauuuhh lebih hebat. Tim pertama kalah dengan skor 38-6. Yah, setidaknya bisa mecetak 6 point sudah bagus. Karena ada beberapa tim yang sama sekali tidak mencetak skor alias scoreless.

Oleh-oleh kedua dari gelaran ini adalah kulit saya yang menghitam. Saya baru sadar ketika tadi pagi bertemu teman-teman saya di gereja. Saya seperti habis pulang dari berjemur di pantai Bali.

Yang terakhir tentunya yang paling berkesan adalah foto saya dan beberapa teman-teman dengan mantan pemain basket Aspac dan timnas Indonesia Ali Budimansyah. Salah satu idola saya dan inspirasi saya ketika saya mulai belajar basket. Selain itu ada juga jersey yang saya pakai ketika bertanding. Well, semuanya itu akan menjadi kenganan yang tidak terlupakan bagi saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget