Selasa, 08 Juni 2010

TAKUT AKAN TUHAN

Sepertinya sudah lama sekali saya tidak "menyambangi" blog saya ini. Entah ada virus apa yang menjangkiti saya sehingga enggan sekali saya menceritakan sesuatu dalam blog ini. Padahal banyak hal yang terjadi di bulan mei kemarin, seperti pengalaman saya jadi liturgis di komisi pemuda dan bahkan di HUT Komisi pemuda ke 55.

Apa yang menyebabkan saya kembali lagi ke blog ini? Kemarin ketika saya mengikuti ibadah umum di gereja saya seperti mendapat pengertian baru tentang firman Tuhan. Pembicara di ibadah itu adalah seorang dosen di Singapore Bible College yang juga menjadi pembicara di seminar teologi 3 hari sebelumnya. Tema yang dibicarakan adalah tentang takut akan Tuhan. Pembicara itu menjelaskan bahwa ada 2 macam sikap takut akan Tuhan. Yang pertama pembicara itu mengambil contoh takut akan Tuhan yang seperti Hawa dalam kitab kejadian. Hawa takut akan Tuhan, Hawa mematuhi perintah Tuhan untuk tidak memakan buah pengetahuan baik dan buruk karena Hawa takut mati. Jadi Hawa mematuhi perintah Tuhan karena Ia takut mati.

Contoh kedua adalah saat Tuhan Yesus berdoa di taman getsemani. Ia pada saat itu sangat takut menghadapi saat-saat penderitaannya. Yesus berharap semua ini dapat berlalu namun Ia juga tidak ingin kehendak Nya yang terjadi namun kehendak Bapa. Yesus sangat takut mengecewakan Allah Bapa. Contoh laiinya adalah Abraham yang diperintahkan Tuhan untuk mempersembahkan anaknya Ishak. Padahal seperti kita ketahui bahwa untuk mendapatkan Ishak, Abraham harus menunggu 25 tahun lamanya. Namun, Abrahama melakukannya karena Ia takut, takut mengecewakan Tuhan sekali lagi. Dalam menunggu penggenapan janji Tuhan yang akan memberikan keturunan, Abraham telah banyak mengecewakan Tuhan, dan ketika kesempatan itu datang lagi. Abraha. tidak ingin mengecewakan Tuhan lagi.

Rasa takut seperti inilah yang perlu kita tananmkan dalam diri kita. Saya pun merasa perlu mengoreksi diri setelah mendengar firman Tuhan ini. Saya sendiri seringkali atau malah kebanyak menati Tuhan karena takut apa yang saya lakukan gagal dan tidak berhasil. Namun ketika sudah berlalu, rasa takut itu pun berlalu dan saya seakan-akan tidak memerlukan Tuhan. Kiranya ini menjadi perenungan bagi kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Author

Ch@T


ShoutMix chat widget