Mungkin ketika kita memasuki tahun yang baru. Pasti ada planning yang kita buat tentang apa yang kita lakukan di tahun ini. Saya pun begitu, setiap tahunnya pun begitu. Kalau ketika memasuki tahun 2009 yang lalu saya bertekad untuk lebih giat lagi berlatih piano, dan pelayanan di bidang itu, serta tidak lupa menghilangkan kebiasaan buruk saya yaitu suka terlambat, atau lebih tepatnnya berlambat-lambat dalam mengerjakan sesuatu. Untuk tahun ini saya rangkumkan tujuan saya kedalam satu kalimat yang terinspirasi dari renungan yang saya baca yaitu ''Meaningful, Useful,& Hopefull Day''.
Memang untuk tahun kemarin tidak sepenuhnnya berhasil tapi bukan juga sepenuhnnya gagal. Saya berhasil men-level up kemampuan saya dalam bermain piano, dan saya juga sudah pelayanan di komisi pemuda minimal sebulan sekali. Tapi, permainan piano saya dibilang masih ''std'' alias standar. Padahal untuk mencapai tahap yang ''std'' saja susahnnya minta ampun. Untuk masalah keterlambatan, pada awal tahun saya bisa dibilang jarang terlambat. Entah menjelang akhir tahun saya sepertinnya lupa akan rencana saya di awal tahun. Saya jadi orang yang ''selalu'' datang terlambat. Bahkan ibadah saja bisa terlambat.
Kalau tahun lalu tujuannya spesifik maka tahun ini lebih luas. Sehingga mencakup bannyak hal, dan mudah-mudahan terlaksana dengan baik. Maksud dari tujuan saya di tahun ini adalah memaknai every day, every minutes, and every second that God give to me. Saya tidak mau menyianyiakan waktu yang Tuhan berikan. Saya berkeinginan menjalankan semuan yang Tuhan percayakan kepada saya dapat saya lakukan dengan motivasi, semangat yang benar benar tertuju pada Tuhan, seperti kata firman Tuhan yang dalam Kolose 3:23 “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Contoh yang paling simpel adalah pelayanan saya yang tiap minggu yang saya lakukan yaitu membuat warta Komisi Pemuda. Kalau dulu saya sering kali membuat kesalahan dalam pengetikan baik tema kotbah, ayat firman Tuhan, ataupun petugas. Mungkin ada beberapa sebab, tapi sebab yang paling utama adalah sikap hati saya yang terlalu menganggap remeh pelayanan ini. Dibandingkan dengan pelayanan menjadi pianis yang persiapannya berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Meskipun sepele tapi saya ingin di tahun ini saya benar-benar mempersiapkan warta tersebut dengan sungguh-sungguh. Banyak contoh lain, ada juga yang dari kegiatan saya sehari-hari. Banyak yang saya lakukan dengan setengah hati. Sehingga hasil yang saya dapatkan tidak maksimal. Saya terlalu banyak membuang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna, terlalu lambat mengerjakan sesatu, menggunakan waktu untuk istirahat untuk bermain-main dan waktu kerja untuk beristirahat.
Saya berharap di tahun ini saya bisa membuat setiap harinya lebih berarti (meaningful) terutama bagi Tuhan, setiap harinnya berguna (useful) bagi Tuhan, orang lain, dan saya sendiri, serta setiap harinya saya selalu berharap (hopeful) berharap kepada Tuhan, baik itu keadaan susah maupun senang. Karena saya punya Tuhan Allah yang takkan meninggalkan saya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar